Jawaban: 57.4 kWh
Perhitungan berdasarkan tarif 6.600 VA ke atas sebesar Rp 1.699,53/kWh
Nominal Token
Rp 100.000
Biaya Admin
Rp 2.500
Nilai Bersih
Rp 97.500
Tarif per kWh
Rp 1.699,53
kWh yang Didapat
57.4 kWh
Gunakan kalkulator untuk menghitung konversi token listrik ke kWh untuk nilai yang berbeda
Buka Kalkulator Token ListrikFormula: (Nominal - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh
= (Rp 97.500 ÷ Rp 1.699,53/kWh)
Sumber Tarif PLN
Tarif listrik yang digunakan: Januari - Maret 2026
Tarif dapat berubah sesuai kebijakan PLN dan pemerintah.
| Daya | Tarif/kWh | kWh Didapat |
|---|---|---|
450 VA Subsidi Subsidi | Rp 415 | 234.9 kWh |
900 VA Subsidi Subsidi | Rp 605 | 161.2 kWh |
900 VA | Rp 1.352 | 72.1 kWh |
1.300 VA | Rp 1.444,7 | 67.5 kWh |
2.200 VA | Rp 1.444,7 | 67.5 kWh |
3.500-5.500 VA | Rp 1.699,53 | 57.4 kWh |
6.600 VA ke atas | Rp 1.699,53 | 57.4 kWh |
Token Rp 100.000 setelah dipotong biaya admin Rp 2.500 akan mendapat 57.4 kWh untuk pelanggan daya 6.600 VA ke atas dengan tarif Rp 1.699,53/kWh.
Dengan pemakaian rata-rata 5 kWh/hari, token Rp 100.000 akan bertahan sekitar 11 hari. Jika pemakaian 10 kWh/hari, akan bertahan sekitar 5 hari.
Untuk keluarga 4 orang dengan pemakaian normal (AC, kulkas, TV, lampu), estimasi pemakaian sekitar 8-10 kWh/hari. Token Rp 100.000(57.4 kWh) akan bertahan sekitar 6 hari atau 0 minggu.
Biaya admin tetap Rp 2.500 untuk semua nominal. Jadi nominal lebih besar lebih hemat karena persentase admin lebih kecil. Untuk Rp 100.000, admin = 2.50% dari total.
Biaya admin bervariasi: ATM (Rp 2.500), Minimarket (Rp 2.000-2.500), Mobile Banking (Rp 1.500-2.500), E-wallet sering ada promo gratis admin. Cek promo di aplikasi favorit Anda untuk hemat lebih banyak.
Gunakan rumus: (Nominal Token - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh. Contoh: (100.000 - 2.500) ÷ 1.699,53 = 57.4 kWh.
Jawaban: 57.4 kWh
Perhitungan berdasarkan tarif 6.600 VA ke atas sebesar Rp 1.699,53/kWh
Nominal Token
Rp 100.000
Biaya Admin
Rp 2.500
Nilai Bersih
Rp 97.500
Tarif per kWh
Rp 1.699,53
kWh yang Didapat
57.4 kWh
Gunakan kalkulator untuk menghitung konversi token listrik ke kWh untuk nilai yang berbeda
Buka Kalkulator Token ListrikFormula: (Nominal - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh
= (Rp 97.500 ÷ Rp 1.699,53/kWh)
Sumber Tarif PLN
Tarif listrik yang digunakan: Januari - Maret 2026
Tarif dapat berubah sesuai kebijakan PLN dan pemerintah.
| Daya | Tarif/kWh | kWh Didapat |
|---|---|---|
450 VA Subsidi Subsidi | Rp 415 | 234.9 kWh |
900 VA Subsidi Subsidi | Rp 605 | 161.2 kWh |
900 VA | Rp 1.352 | 72.1 kWh |
1.300 VA | Rp 1.444,7 | 67.5 kWh |
2.200 VA | Rp 1.444,7 | 67.5 kWh |
3.500-5.500 VA | Rp 1.699,53 | 57.4 kWh |
6.600 VA ke atas | Rp 1.699,53 | 57.4 kWh |
Token Rp 100.000 setelah dipotong biaya admin Rp 2.500 akan mendapat 57.4 kWh untuk pelanggan daya 6.600 VA ke atas dengan tarif Rp 1.699,53/kWh.
Dengan pemakaian rata-rata 5 kWh/hari, token Rp 100.000 akan bertahan sekitar 11 hari. Jika pemakaian 10 kWh/hari, akan bertahan sekitar 5 hari.
Untuk keluarga 4 orang dengan pemakaian normal (AC, kulkas, TV, lampu), estimasi pemakaian sekitar 8-10 kWh/hari. Token Rp 100.000(57.4 kWh) akan bertahan sekitar 6 hari atau 0 minggu.
Biaya admin tetap Rp 2.500 untuk semua nominal. Jadi nominal lebih besar lebih hemat karena persentase admin lebih kecil. Untuk Rp 100.000, admin = 2.50% dari total.
Biaya admin bervariasi: ATM (Rp 2.500), Minimarket (Rp 2.000-2.500), Mobile Banking (Rp 1.500-2.500), E-wallet sering ada promo gratis admin. Cek promo di aplikasi favorit Anda untuk hemat lebih banyak.
Gunakan rumus: (Nominal Token - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh. Contoh: (100.000 - 2.500) ÷ 1.699,53 = 57.4 kWh.