Jawaban: 326.4 kWh
Perhitungan berdasarkan tarif 900 VA Subsidi sebesar Rp 605/kWh
Dengan tarif subsidi 900 VA Subsidi, Anda mendapat lebih banyak kWh dibanding tarif non-subsidi. Token Rp 200.000 = 326.4 kWh!
Nominal Token
Rp 200.000
Biaya Admin
Rp 2.500
Nilai Bersih
Rp 197.500
Tarif per kWh
Rp 605
kWh yang Didapat
326.4 kWh
Gunakan kalkulator untuk menghitung konversi token listrik ke kWh untuk nilai yang berbeda
Buka Kalkulator Token ListrikFormula: (Nominal - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh
= (Rp 197.500 ÷ Rp 605/kWh)
Sumber Tarif PLN
Tarif listrik yang digunakan: Januari - Maret 2026
Tarif dapat berubah sesuai kebijakan PLN dan pemerintah.
| Daya | Tarif/kWh | kWh Didapat |
|---|---|---|
450 VA Subsidi Subsidi | Rp 415 | 475.9 kWh |
900 VA Subsidi Subsidi | Rp 605 | 326.4 kWh |
900 VA | Rp 1.352 | 146.1 kWh |
1.300 VA | Rp 1.444,7 | 136.7 kWh |
2.200 VA | Rp 1.444,7 | 136.7 kWh |
3.500-5.500 VA | Rp 1.699,53 | 116.2 kWh |
6.600 VA ke atas | Rp 1.699,53 | 116.2 kWh |
Token Rp 200.000 setelah dipotong biaya admin Rp 2.500 akan mendapat 326.4 kWh untuk pelanggan daya 900 VA Subsidi dengan tarif Rp 605/kWh.
Dengan pemakaian rata-rata 5 kWh/hari, token Rp 200.000 akan bertahan sekitar 65 hari. Jika pemakaian 10 kWh/hari, akan bertahan sekitar 32 hari.
Untuk keluarga 4 orang dengan pemakaian normal (AC, kulkas, TV, lampu), estimasi pemakaian sekitar 8-10 kWh/hari. Token Rp 200.000(326.4 kWh) akan bertahan sekitar 36 hari atau 5 minggu.
Tarif subsidi 900 VA Subsidi lebih murah yaitu Rp 605/kWh sehingga mendapat kWh lebih banyak dibanding tarif non-subsidi yang bisa mencapai Rp 1.500/kWh.
Biaya admin tetap Rp 2.500 untuk semua nominal. Jadi nominal lebih besar lebih hemat karena persentase admin lebih kecil. Untuk Rp 200.000, admin = 1.25% dari total.
Biaya admin bervariasi: ATM (Rp 2.500), Minimarket (Rp 2.000-2.500), Mobile Banking (Rp 1.500-2.500), E-wallet sering ada promo gratis admin. Cek promo di aplikasi favorit Anda untuk hemat lebih banyak.
Gunakan rumus: (Nominal Token - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh. Contoh: (200.000 - 2.500) ÷ 605 = 326.4 kWh.
Jawaban: 326.4 kWh
Perhitungan berdasarkan tarif 900 VA Subsidi sebesar Rp 605/kWh
Dengan tarif subsidi 900 VA Subsidi, Anda mendapat lebih banyak kWh dibanding tarif non-subsidi. Token Rp 200.000 = 326.4 kWh!
Nominal Token
Rp 200.000
Biaya Admin
Rp 2.500
Nilai Bersih
Rp 197.500
Tarif per kWh
Rp 605
kWh yang Didapat
326.4 kWh
Gunakan kalkulator untuk menghitung konversi token listrik ke kWh untuk nilai yang berbeda
Buka Kalkulator Token ListrikFormula: (Nominal - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh
= (Rp 197.500 ÷ Rp 605/kWh)
Sumber Tarif PLN
Tarif listrik yang digunakan: Januari - Maret 2026
Tarif dapat berubah sesuai kebijakan PLN dan pemerintah.
| Daya | Tarif/kWh | kWh Didapat |
|---|---|---|
450 VA Subsidi Subsidi | Rp 415 | 475.9 kWh |
900 VA Subsidi Subsidi | Rp 605 | 326.4 kWh |
900 VA | Rp 1.352 | 146.1 kWh |
1.300 VA | Rp 1.444,7 | 136.7 kWh |
2.200 VA | Rp 1.444,7 | 136.7 kWh |
3.500-5.500 VA | Rp 1.699,53 | 116.2 kWh |
6.600 VA ke atas | Rp 1.699,53 | 116.2 kWh |
Token Rp 200.000 setelah dipotong biaya admin Rp 2.500 akan mendapat 326.4 kWh untuk pelanggan daya 900 VA Subsidi dengan tarif Rp 605/kWh.
Dengan pemakaian rata-rata 5 kWh/hari, token Rp 200.000 akan bertahan sekitar 65 hari. Jika pemakaian 10 kWh/hari, akan bertahan sekitar 32 hari.
Untuk keluarga 4 orang dengan pemakaian normal (AC, kulkas, TV, lampu), estimasi pemakaian sekitar 8-10 kWh/hari. Token Rp 200.000(326.4 kWh) akan bertahan sekitar 36 hari atau 5 minggu.
Tarif subsidi 900 VA Subsidi lebih murah yaitu Rp 605/kWh sehingga mendapat kWh lebih banyak dibanding tarif non-subsidi yang bisa mencapai Rp 1.500/kWh.
Biaya admin tetap Rp 2.500 untuk semua nominal. Jadi nominal lebih besar lebih hemat karena persentase admin lebih kecil. Untuk Rp 200.000, admin = 1.25% dari total.
Biaya admin bervariasi: ATM (Rp 2.500), Minimarket (Rp 2.000-2.500), Mobile Banking (Rp 1.500-2.500), E-wallet sering ada promo gratis admin. Cek promo di aplikasi favorit Anda untuk hemat lebih banyak.
Gunakan rumus: (Nominal Token - Biaya Admin) ÷ Tarif per kWh. Contoh: (200.000 - 2.500) ÷ 605 = 326.4 kWh.