Input Data

Luas bangunan yang akan dibangun dalam meter persegi

Tipe desain rumah yang diinginkan

Kualitas material dan finishing

Lokasi pembangunan (mempengaruhi harga material & upah)

2 lantai menambah biaya struktur, tangga, dan instalasi vertical

Termasuk galian, urugan, dan pondasi batu kali/footplat

Izin Mendirikan Bangunan dan perizinan lainnya

Rp

Berapa dana yang sudah tersedia untuk bangun rumah?

Rp

Berapa yang bisa disisihkan per bulan untuk bangun rumah?

Tahun rencana mulai pembangunan

Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"

Cara Menggunakan

Cara Menggunakan Kalkulator Biaya Bangun Rumah

1. Masukkan Luas Bangunan

Ketik luas bangunan yang ingin dibangun dalam meter persegi (m²). Range yang valid: 20-500 m².

Contoh:

  • Rumah Type 36: 36 m²
  • Rumah Type 45: 45 m²
  • Rumah Type 60: 60 m²
  • Rumah Type 120: 120 m²

2. Pilih Tipe Rumah

Tentukan tipe rumah sesuai kebutuhan:

  • Rumah Tapak (Landed): Rumah di lahan sendiri, paling umum
  • Rumah 2 Lantai: Menggunakan multiplier khusus untuk struktur bertingkat
  • Townhouse: Rumah deret dengan dinding berbatasan

3. Pilih Spesifikasi Bangunan

Pilih kualitas material dan finishing sesuai budget:

  • Sederhana (Rp 3.5 juta/m²): Material standar, finishing sederhana
    • Contoh: Lantai keramik lokal, cat tembok biasa, kusen aluminium standar
  • Menengah (Rp 5 juta/m²): Material baik, finishing rapi
    • Contoh: Keramik berkualitas, cat premium, kusen aluminium warna
  • Premium (Rp 8 juta/m²): Material terbaik, finishing mewah
    • Contoh: Granit/marmer, cat impor, kusen kayu/aluminium custom

4. Pilih Lokasi Pembangunan

Pilih lokasi sesuai wilayah Anda:

  • Jakarta (+30%): DKI Jakarta dan sekitarnya
  • Kota Besar (+10%): Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dll.
  • Kota Kecil/Sedang (Baseline): Kota kabupaten/kota madya
  • Kabupaten (-15%): Daerah rural, upah lebih murah

5. Tentukan Jumlah Lantai

Pilih jumlah lantai yang akan dibangun:

  • 1 Lantai: Rumah standar tanpa tingkat
  • 2 Lantai: Memerlukan struktur lebih kuat (+25%)
  • 3 Lantai: Struktur khusus, pondasi dalam (+45%)

6. Pilih Komponen Opsional

Include Pondasi

Centang jika ingin memasukkan biaya pondasi (19% dari RAB). Kosongkan jika lahan sudah ada pondasi atau ingin hitung terpisah.

Include IMB

Centang jika ingin memasukkan biaya pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (2% dari RAB).

Catatan: IMB wajib untuk legalitas bangunan dan persyaratan KPR.

7. Input Data Tabungan

Tabungan Saat Ini

Masukkan jumlah dana yang sudah terkumpul untuk membangun rumah. Isi 0 jika belum ada.

Budget Menabung Bulanan

Ketik berapa rupiah yang bisa Anda sisihkan setiap bulan untuk membangun rumah. Idealnya 20-30% dari gaji.

8. Tentukan Target Tahun

Pilih tahun target mulai pembangunan (1-10 tahun dari sekarang). Kalkulator akan menghitung apakah tabungan Anda mencukupi.

9. Lihat Hasil Perhitungan

Kalkulator akan menampilkan:

A. Estimasi Biaya Dasar

  • Biaya Per m²: Harga satuan sudah termasuk multiplier lokasi dan tipe
  • Total Biaya: Biaya keseluruhan pembangunan
  • Breakdown: Detail spesifikasi dan lokasi yang dipilih

B. RAB (Rencana Anggaran Biaya)

Breakdown 6 komponen konstruksi standar:

  • Pondasi (19%): Pondasi batu kali/footplat
  • Struktur & Dinding (33%): Kolom, ring balok, dinding bata
  • Atap & Rangka (17%): Rangka baja ringan/kayu, genteng
  • Finishing (18%): Plesteran, cat, keramik, pintu, jendela
  • Instalasi MEP (11%): Listrik, air, sanitasi
  • IMB & Lainnya (2%): Pengurusan izin

C. Perbandingan Metode Pelaksanaan

Tiga metode dengan perbandingan cost dan keuntungan:

  1. Pakai Kontraktor (100% biaya)

    • ✅ Garansi resmi, profesional
    • ❌ Paling mahal
  2. Pakai Mandor (82.5% biaya)

    • ✅ Hemat ~17.5%, lebih fleksibel
    • ❌ Perlu supervisi rutin
  3. Bangun Mandiri (72.5% biaya)

    • ✅ Hemat hingga 27.5%
    • ❌ Perlu waktu dan keahlian

D. Rencana Tabungan

  • Kekurangan Dana: Total biaya dikurangi tabungan saat ini
  • Bulan Dibutuhkan: Waktu mencapai target dengan budget saat ini
  • Setoran Rekomendasi: Budget ideal per bulan agar sesuai target tahun
  • Progress: Persentase dana yang sudah terkumpul

E. Timeline Estimasi Pengerjaan

  • Durasi Total: Waktu yang dibutuhkan dari groundbreaking hingga serah terima
  • Breakdown Per Fase: Pondasi → Struktur → Atap → Finishing

10. Sesuaikan Jika Diperlukan

Jika budget kurang atau waktu tidak sesuai, Anda bisa:

  • Kurangi luas bangunan
  • Pilih spesifikasi lebih rendah (premium → menengah)
  • Pilih lokasi dengan multiplier lebih rendah
  • Naikkan budget menabung bulanan
  • Perpanjang target tahun
  • Pertimbangkan membangun bertahap (cor dulu, finishing belakangan)

Tips Penggunaan

Perencanaan Awal: Gunakan kalkulator ini saat masih tahap mimpi untuk tahu berapa harus nabung

Bandingkan Metode: Cek selisih kontraktor vs mandor vs mandiri sebelum memutuskan

Cek RAB Detail: Gunakan breakdown RAB untuk nego dengan kontraktor

Tabungan Realistis: Jangan paksa target tahun terlalu dekat jika budget terbatas

IMB Penting: Selalu include IMB untuk legalitas dan nilai jual rumah

Cadangkan 10-15%: Tambahkan buffer untuk biaya tak terduga (galian keras, perubahan desain, dll.)

Pertanyaan Umum

Tags:
kalkulator biaya bangun rumah
hitung biaya konstruksi
RAB rumah
biaya bangun rumah per meter 2025
biaya bangun rumah type 36
biaya bangun rumah type 45
biaya bangun rumah type 70
biaya bangun rumah 2 lantai