Input Data

Pilih mode perhitungan sesuai kebutuhan Anda

Rp

Harga pokok produk (biaya produksi atau pembelian)

Rp

Harga jual ke konsumen

Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"

Cara Menggunakan

Cara Menggunakan Kalkulator Margin Keuntungan

Kalkulator Margin Keuntungan ini dirancang untuk membantu pemilik UMKM dan seller online menghitung profit margin dengan akurat. Dengan 3 mode perhitungan yang berbeda, kalkulator ini cocok untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Langkah 1: Pilih Mode Perhitungan

Kalkulator ini memiliki 3 mode sesuai kebutuhan Anda:

Mode 1: Basic - Hitung Margin dari Harga

Gunakan mode ini jika Anda sudah punya harga jual dan ingin tahu berapa margin keuntungan Anda.

Cocok untuk:

  • Evaluasi harga jual yang sudah ada
  • Analisis profitabilitas produk
  • Perbandingan margin antar produk

Mode 2: Reverse - Tentukan Harga dari Target Margin

Gunakan mode ini jika Anda sudah tahu margin yang diinginkan dan ingin menentukan harga jual yang tepat.

Cocok untuk:

  • Menentukan harga jual produk baru
  • Pricing strategy
  • Menghitung harga untuk mencapai target profit

Mode 3: E-commerce - Margin Bersih Setelah Fee Platform

Gunakan mode ini jika Anda jualan online di marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dll) dan ingin tahu margin bersih setelah dipotong fee.

Cocok untuk:

  • Seller marketplace
  • Analisis profitabilitas per platform
  • Strategi pricing untuk e-commerce

Langkah 2: Masukkan Data Sesuai Mode

Untuk Mode Basic:

Harga Modal (COGS)

  • Harga pokok produk atau biaya produksi
  • Termasuk: bahan baku, biaya produksi, packaging dasar
  • Contoh: Baju dengan modal Rp 60.000 (beli grosir + packaging)

Harga Jual

  • Harga yang dibayarkan customer
  • Sebelum dikurangi fee apapun
  • Contoh: Dijual Rp 150.000

Tips: Jika punya banyak varian harga, gunakan harga rata-rata untuk analisis umum.

Untuk Mode Reverse:

Harga Modal (COGS)

  • Sama seperti mode Basic
  • Contoh: Modal Rp 50.000

Target Margin (%)

  • Berapa persen margin yang Anda inginkan
  • Contoh: Target margin 60% (standar fashion/F&B)

Tips: Lihat tabel benchmark industri di bawah hasil untuk menentukan target margin yang realistis.

Untuk Mode E-commerce:

Harga Modal (COGS)

  • Sama seperti mode Basic
  • Contoh: Modal Rp 80.000

Harga Jual

  • Harga listing di marketplace
  • Contoh: Rp 180.000

Platform Marketplace

  • Pilih platform tempat Anda jualan
  • Setiap platform punya fee berbeda:
    • Shopee: 2,5% - 4% (termurah untuk fashion)
    • Tokopedia: 3% - 5% (rata-rata 4%)
    • TikTok Shop: 2% - 8% (bervariasi, rata-rata 5%)
    • Bukalapak: 3% - 5%
    • Lazada: 3% - 6%

Fee Payment Gateway

  • Biaya payment gateway (default 2%)
  • Bisa disesuaikan jika Anda tahu fee pasti dari platform

Langkah 3: Klik "Hitung"

Kalkulator akan menampilkan:

Untuk Mode Basic:

  1. Margin Keuntungan (%): Persentase profit dari harga jual
  2. Margin Keuntungan (Rp): Profit dalam Rupiah
  3. Markup (%): Persentase keuntungan dari modal (untuk edukasi)
  4. Perbandingan Margin vs Markup: Agar Anda paham perbedaannya
  5. Benchmark Industri: Margin ideal untuk berbagai industri

Untuk Mode Reverse:

  1. Harga Jual yang Dibutuhkan: Berapa harga jual minimal untuk mencapai target margin
  2. Laba yang Didapat: Profit dalam Rupiah dengan harga tersebut
  3. Markup Ekuivalen: Untuk perbandingan
  4. Tips Pricing: Saran harga jual yang rounded (dibulatkan)

Untuk Mode E-commerce:

  1. Margin Kotor: Margin sebelum fee platform
  2. Total Fee Platform: Fee komisi + payment gateway
  3. Harga Jual Bersih: Yang Anda terima setelah fee
  4. Margin Bersih: Margin setelah dipotong semua fee
  5. Selisih Margin: Berapa besar margin tergerus oleh fee
  6. Breakdown Fee: Detail potongan per komponen

Tips Menggunakan Hasil Margin

Margin Kotor vs Margin Bersih (untuk E-commerce):

  • Margin Kotor = Sebelum fee → Untuk perbandingan antar produk
  • Margin Bersih = Setelah fee → INI yang REAL profit Anda!
  • Fokus pada margin bersih, bukan kotor

Interpretasi Margin:

  • <20%: Margin sangat tipis, risiko rugi tinggi
  • 20-30%: Margin wajar untuk produk volume tinggi (elektronik, retail)
  • 30-50%: Margin sehat untuk produk standar
  • 50-70%: Margin bagus untuk fashion, F&B, kosmetik
  • >80%: Margin sangat tinggi, pastikan harga masih kompetitif

Margin vs Markup - Jangan Tertukar!

  • Margin: Dihitung dari harga jual (lebih akurat untuk analisis profit)
  • Markup: Dihitung dari modal (lebih umum untuk pricing strategy)
  • Margin 50% = Markup 100% (bukan sama!)

Jika Margin Terlalu Rendah (<20%):

  1. Naikkan harga secara bertahap (5-10%)
  2. Cari supplier lebih murah untuk turunkan modal
  3. Fokus ke produk margin tinggi
  4. Tambah value (packaging, layanan) untuk justify harga lebih tinggi

Jika Margin Terlalu Tinggi (>80%):

  1. Cek harga kompetitor - apakah Anda overpriced?
  2. Pertimbangkan turunkan harga untuk tingkatkan volume
  3. Tambah value untuk justify margin tinggi (brand, kualitas premium)

Strategi untuk E-commerce:

  1. Pilih platform dengan fee terendah untuk produk Anda
  2. Naikkan harga 5-10% di platform dengan fee tinggi
  3. Manfaatkan voucher platform (yang ditanggung platform, bukan seller)
  4. Hindari subsidi ongkir jika margin sudah tipis
  5. Target Official Store untuk fee lebih rendah

Tabel Benchmark Margin Ideal

| Industri | Margin Minimal | Margin Ideal | Keterangan | |----------|---------------|--------------|------------| | Retail/Toko | 20% | 30% | Volume tinggi, persaingan ketat | | Elektronik | 10% | 20% | Margin rendah, modal besar | | Fashion | 40% | 60% | Margin tinggi, biaya produksi rendah | | F&B | 30% | 60% | Bahan murah, nilai tambah tinggi | | Kosmetik | 50% | 80% | Markup sangat tinggi, brand penting | | Jasa | 30% | 50% | Hampir tidak ada biaya material |

Contoh Kasus Nyata

Kasus 1: Fashion Online Shop (Mode E-commerce)

Bu Sari jualan baju di Shopee:

  • Modal per baju: Rp 60.000
  • Harga jual di Shopee: Rp 150.000
  • Platform: Shopee (fee 3% + payment 2% = 5%)

Hasil:

  • Margin Kotor: 60% (sepertinya bagus!)
  • Total Fee: Rp 7.500 (5% dari Rp 150k)
  • Harga bersih diterima: Rp 142.500
  • Margin Bersih: 55% (ini profit sesungguhnya)
  • Laba bersih: Rp 82.500 per baju

Kesimpulan: Bu Sari tetap profit 55% setelah fee Shopee. Ini margin yang sangat sehat untuk fashion!

Kasus 2: Pricing Produk Baru (Mode Reverse)

Pak Budi mau jual kue artisan dengan modal Rp 25.000 per box. Dia ingin margin 70% karena produk premium.

Hasil:

  • Harga jual yang diperlukan: Rp 83.333
  • Rounded pricing (lebih menarik): Rp 85.000
  • Dengan harga Rp 85k, margin jadi 70,6%
  • Laba per box: Rp 60.000

Kesimpulan: Pak Budi bisa jual dengan harga Rp 85k untuk dapat margin 70%+ sesuai target.

Kasus 3: Evaluasi Produk Existing (Mode Basic)

Toko elektronik punya 3 produk, mana yang paling menguntungkan?

| Produk | Modal | Harga Jual | Margin | Kesimpulan | |--------|-------|-----------|--------|------------| | Power Bank | Rp 80k | Rp 100k | 20% | Margin tipis | | Earphone | Rp 50k | Rp 85k | 41% | Margin bagus! | | Kabel USB | Rp 8k | Rp 15k | 47% | Margin terbaik |

Kesimpulan: Meski power bank jual paling mahal, marginnya paling rendah (20%). Fokuskan promosi ke Earphone dan Kabel karena margin lebih tinggi!

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Mengira Margin 50% = Markup 50%

  • Salah! Margin 50% = Markup 100%
  • Gunakan kalkulator untuk konversi yang benar

Fokus pada Margin Kotor, bukan Bersih (untuk e-commerce)

  • Fee platform bisa 5-10%, ini signifikan!
  • Selalu hitung margin bersih untuk tahu profit real

Tidak memperhitungkan voucher yang ditanggung seller

  • Voucher 20% yang ditanggung seller = margin langsung turun 20%!
  • Pilih voucher yang ditanggung platform

Menggunakan margin terlalu rendah (<20%)

  • Bisnis tidak sustainable
  • Tidak ada buffer untuk promo, diskon, atau biaya tak terduga

Gunakan Margin untuk Keputusan Bisnis

Pricing Strategy:

  • Tentukan harga jual berdasarkan target margin, bukan asal tebak
  • Sesuaikan harga per platform (fee berbeda)

Product Mix:

  • Fokus promosikan produk dengan margin tinggi
  • Pertimbangkan stop produk margin rendah yang tidak volume tinggi

Promo & Diskon:

  • Hitung dampak diskon ke margin
  • Pastikan setelah diskon masih profit (minimal 15%)

Ekspansi Platform:

  • Bandingkan margin bersih per platform
  • Fokus ke platform yang kasih margin terbaik

Target Penjualan:

  • Hitung berapa omzet yang dibutuhkan untuk profit target
  • Margin tinggi = butuh omzet lebih kecil untuk profit sama

Pertanyaan Umum

Tags:
kalkulator margin keuntungan
hitung margin profit
margin calculator Indonesia
cara menghitung margin
margin vs markup
hitung harga jual dari margin
margin keuntungan ideal UMKM
margin bersih e-commerce