Hitung ROI untuk bisnis, marketing, dan properti dengan benchmark industri
Kalkulator ROI (Return on Investment) 2025 membantu Anda menghitung keuntungan investasi untuk 3 jenis: Bisnis/UMKM, Marketing/Iklan, dan Properti/Sewa. Dilengkapi dengan benchmark industri, interpretasi hasil, dan tips untuk meningkatkan ROI Anda.
Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"
Pilih jenis investasi yang ingin Anda hitung ROI-nya:
Untuk menghitung ROI investasi bisnis seperti:
Cocok untuk: Pemilik UMKM, pengusaha, investor bisnis
Untuk menghitung ROI campaign marketing seperti:
Cocok untuk: Digital marketer, business owner, tim marketing
Untuk menghitung ROI investasi properti seperti:
Cocok untuk: Investor properti, pemilik properti sewa
Masukkan nama atau deskripsi investasi untuk referensi Anda.
Contoh: "Beli mesin potong laser", "Renovasi toko"
Total biaya yang dikeluarkan untuk investasi.
Contoh: Rp 10.000.000
Tips: Hitung semua biaya termasuk instalasi, training, dll.
Total keuntungan bersih yang dihasilkan dari investasi.
Contoh: Rp 15.000.000
Penting: Ini adalah keuntungan BERSIH setelah dikurangi biaya operasional.
Pilih periode waktu investasi:
Masukkan nama campaign untuk referensi.
Contoh: "Iklan Facebook Juni 2025", "Google Ads Ramadan"
Total biaya yang dikeluarkan untuk campaign.
Contoh: Rp 5.000.000
Termasuk: Biaya iklan, creative, influencer, dll.
Total revenue yang dihasilkan dari campaign.
Contoh: Rp 25.000.000
Cara hitung: Tracking penjualan dari campaign (gunakan UTM, pixel, promo code)
Jumlah customer baru yang didapat dari campaign.
Contoh: 100 customer
Manfaat: Untuk menghitung CAC (Customer Acquisition Cost)
Pilih durasi campaign:
Pilih lokasi properti untuk perbandingan benchmark:
Total harga pembelian properti.
Contoh: Rp 500.000.000
Termasuk: Harga properti + biaya notaris + pajak beli
Pendapatan sewa per bulan.
Contoh: Rp 4.000.000
Tips: Gunakan harga pasar sewa di area tersebut
Estimasi kenaikan harga properti per tahun (%).
Contoh: 5%
Referensi:
Biaya operasional per bulan.
Contoh: Rp 500.000
Termasuk:
Pilih jangka waktu investasi:
Persentase keuntungan dari investasi.
Interpretasi:
Total keuntungan bersih dari investasi.
Waktu yang dibutuhkan untuk balik modal.
Standar:
5 tahun: Pertimbangkan ulang
ROI yang disetahunkan untuk perbandingan.
Persentase keuntungan dari campaign.
Interpretasi:
Total revenue yang dihasilkan.
Keuntungan bersih (Revenue - Biaya Marketing).
Biaya untuk mendapatkan 1 customer.
Rumus: Biaya Marketing / Jumlah Customer
Contoh: Rp 5 juta / 100 customer = Rp 50.000 per customer
Tips: Bandingkan dengan LTV (Lifetime Value) customer Anda. Idealnya LTV > 3× CAC.
Rasio ROI dalam format yang mudah dipahami.
Contoh: 5:1 berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp 5
Total ROI selama periode investasi (Rental Yield + Capital Gain).
ROI per tahun untuk perbandingan.
Interpretasi:
Persentase keuntungan dari sewa per tahun.
Rumus: (Sewa Bersih Tahunan / Harga Beli) × 100%
Standar:
Keuntungan dari kenaikan harga properti.
Contoh: Properti Rp 500 juta dengan kenaikan 5%/tahun selama 5 tahun = Rp 138 juta
Pendapatan sewa setelah dikurangi biaya operasional.
Estimasi nilai properti setelah periode investasi.
Total keuntungan (Pendapatan Sewa + Capital Gain).
Perbandingan ROI Anda dengan rata-rata lokasi.
Contoh: "ROI Anda 9.4% di atas rata-rata Jakarta (6.5%)"
Pastikan semua angka yang dimasukkan akurat dan realistis. Jangan terlalu optimis atau pesimis.
Coba berbagai skenario (best case, worst case, realistic case) untuk memahami range ROI Anda.
Bandingkan ROI Anda dengan benchmark industri. Jika jauh di bawah rata-rata, pertimbangkan alternatif lain.
ROI tinggi biasanya berbanding lurus dengan risiko. Pertimbangkan toleransi risiko Anda.
Untuk bisnis, perhatikan waktu balik modal. Semakin cepat semakin baik untuk cash flow.
Untuk marketing, selalu hitung CAC dan bandingkan dengan LTV customer.
Lokasi sangat mempengaruhi ROI properti. Riset mendalam sebelum membeli.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 50% sangat bagus untuk investasi bisnis. Balik modal dalam 1 tahun juga ideal.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 500% sangat bagus untuk marketing. CAC Rp 50.000 juga reasonable jika LTV customer > Rp 150.000.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 9.4% per tahun bagus untuk Jakarta. Kombinasi rental yield 7.5% + capital gain 5% menghasilkan return yang solid.
Ya, 100% gratis tanpa biaya apapun.
Ya, semua perhitungan dilakukan di browser Anda. Kami tidak menyimpan data pribadi Anda.
Tergantung jenis investasi:
3 cara utama:
Ya, ROI negatif berarti biaya lebih besar dari keuntungan. Pertimbangkan ulang atau hentikan investasi tersebut.
Gunakan kalkulator ini untuk setiap investasi, lalu bandingkan ROI, waktu balik modal, dan risiko masing-masing.
Disclaimer:
⚠️ Kalkulator ini adalah alat bantu untuk estimasi ROI. Hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi pasar, operasional, dan faktor eksternal. Konsultasikan dengan ahli keuangan untuk keputusan investasi besar.
Hitung penghematan listrik dan ROI saat mengganti alat elektronik lama dengan yang lebih hemat energi
Hitung estimasi biaya umroh dengan perbandingan mandiri vs travel dan perencanaan tabungan
Panduan lengkap zakat dari gaji/penghasilan: pilih metode zakat mal (klasik/sesuai dalil) atau sedekah bulanan
Hitung ROI untuk bisnis, marketing, dan properti dengan benchmark industri
Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"
Pilih jenis investasi yang ingin Anda hitung ROI-nya:
Untuk menghitung ROI investasi bisnis seperti:
Cocok untuk: Pemilik UMKM, pengusaha, investor bisnis
Untuk menghitung ROI campaign marketing seperti:
Cocok untuk: Digital marketer, business owner, tim marketing
Untuk menghitung ROI investasi properti seperti:
Cocok untuk: Investor properti, pemilik properti sewa
Masukkan nama atau deskripsi investasi untuk referensi Anda.
Contoh: "Beli mesin potong laser", "Renovasi toko"
Total biaya yang dikeluarkan untuk investasi.
Contoh: Rp 10.000.000
Tips: Hitung semua biaya termasuk instalasi, training, dll.
Total keuntungan bersih yang dihasilkan dari investasi.
Contoh: Rp 15.000.000
Penting: Ini adalah keuntungan BERSIH setelah dikurangi biaya operasional.
Pilih periode waktu investasi:
Masukkan nama campaign untuk referensi.
Contoh: "Iklan Facebook Juni 2025", "Google Ads Ramadan"
Total biaya yang dikeluarkan untuk campaign.
Contoh: Rp 5.000.000
Termasuk: Biaya iklan, creative, influencer, dll.
Total revenue yang dihasilkan dari campaign.
Contoh: Rp 25.000.000
Cara hitung: Tracking penjualan dari campaign (gunakan UTM, pixel, promo code)
Jumlah customer baru yang didapat dari campaign.
Contoh: 100 customer
Manfaat: Untuk menghitung CAC (Customer Acquisition Cost)
Pilih durasi campaign:
Pilih lokasi properti untuk perbandingan benchmark:
Total harga pembelian properti.
Contoh: Rp 500.000.000
Termasuk: Harga properti + biaya notaris + pajak beli
Pendapatan sewa per bulan.
Contoh: Rp 4.000.000
Tips: Gunakan harga pasar sewa di area tersebut
Estimasi kenaikan harga properti per tahun (%).
Contoh: 5%
Referensi:
Biaya operasional per bulan.
Contoh: Rp 500.000
Termasuk:
Pilih jangka waktu investasi:
Persentase keuntungan dari investasi.
Interpretasi:
Total keuntungan bersih dari investasi.
Waktu yang dibutuhkan untuk balik modal.
Standar:
5 tahun: Pertimbangkan ulang
ROI yang disetahunkan untuk perbandingan.
Persentase keuntungan dari campaign.
Interpretasi:
Total revenue yang dihasilkan.
Keuntungan bersih (Revenue - Biaya Marketing).
Biaya untuk mendapatkan 1 customer.
Rumus: Biaya Marketing / Jumlah Customer
Contoh: Rp 5 juta / 100 customer = Rp 50.000 per customer
Tips: Bandingkan dengan LTV (Lifetime Value) customer Anda. Idealnya LTV > 3× CAC.
Rasio ROI dalam format yang mudah dipahami.
Contoh: 5:1 berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp 5
Total ROI selama periode investasi (Rental Yield + Capital Gain).
ROI per tahun untuk perbandingan.
Interpretasi:
Persentase keuntungan dari sewa per tahun.
Rumus: (Sewa Bersih Tahunan / Harga Beli) × 100%
Standar:
Keuntungan dari kenaikan harga properti.
Contoh: Properti Rp 500 juta dengan kenaikan 5%/tahun selama 5 tahun = Rp 138 juta
Pendapatan sewa setelah dikurangi biaya operasional.
Estimasi nilai properti setelah periode investasi.
Total keuntungan (Pendapatan Sewa + Capital Gain).
Perbandingan ROI Anda dengan rata-rata lokasi.
Contoh: "ROI Anda 9.4% di atas rata-rata Jakarta (6.5%)"
Pastikan semua angka yang dimasukkan akurat dan realistis. Jangan terlalu optimis atau pesimis.
Coba berbagai skenario (best case, worst case, realistic case) untuk memahami range ROI Anda.
Bandingkan ROI Anda dengan benchmark industri. Jika jauh di bawah rata-rata, pertimbangkan alternatif lain.
ROI tinggi biasanya berbanding lurus dengan risiko. Pertimbangkan toleransi risiko Anda.
Untuk bisnis, perhatikan waktu balik modal. Semakin cepat semakin baik untuk cash flow.
Untuk marketing, selalu hitung CAC dan bandingkan dengan LTV customer.
Lokasi sangat mempengaruhi ROI properti. Riset mendalam sebelum membeli.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 50% sangat bagus untuk investasi bisnis. Balik modal dalam 1 tahun juga ideal.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 500% sangat bagus untuk marketing. CAC Rp 50.000 juga reasonable jika LTV customer > Rp 150.000.
Input:
Hasil:
Analisis: ROI 9.4% per tahun bagus untuk Jakarta. Kombinasi rental yield 7.5% + capital gain 5% menghasilkan return yang solid.
Ya, 100% gratis tanpa biaya apapun.
Ya, semua perhitungan dilakukan di browser Anda. Kami tidak menyimpan data pribadi Anda.
Tergantung jenis investasi:
3 cara utama:
Ya, ROI negatif berarti biaya lebih besar dari keuntungan. Pertimbangkan ulang atau hentikan investasi tersebut.
Gunakan kalkulator ini untuk setiap investasi, lalu bandingkan ROI, waktu balik modal, dan risiko masing-masing.
Disclaimer:
⚠️ Kalkulator ini adalah alat bantu untuk estimasi ROI. Hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi pasar, operasional, dan faktor eksternal. Konsultasikan dengan ahli keuangan untuk keputusan investasi besar.
Hitung penghematan listrik dan ROI saat mengganti alat elektronik lama dengan yang lebih hemat energi
Hitung estimasi biaya umroh dengan perbandingan mandiri vs travel dan perencanaan tabungan
Panduan lengkap zakat dari gaji/penghasilan: pilih metode zakat mal (klasik/sesuai dalil) atau sedekah bulanan