Input Data

Pilih jenis investasi yang ingin dihitung ROI-nya

Nama atau deskripsi investasi (opsional)

Rp

Total biaya investasi awal

Rp

Total keuntungan bersih yang dihasilkan

Periode waktu investasi

Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"

Cara Menggunakan

Langkah 1: Pilih Mode Perhitungan

Pilih jenis investasi yang ingin Anda hitung ROI-nya:

Mode Bisnis/Investasi UMKM

Untuk menghitung ROI investasi bisnis seperti:

  • Pembelian mesin atau alat produksi
  • Renovasi toko atau tempat usaha
  • Investasi pelatihan karyawan
  • Ekspansi bisnis

Cocok untuk: Pemilik UMKM, pengusaha, investor bisnis

Mode Marketing/Iklan

Untuk menghitung ROI campaign marketing seperti:

  • Google Ads
  • Facebook/Instagram Ads
  • Influencer marketing
  • Campaign promosi

Cocok untuk: Digital marketer, business owner, tim marketing

Mode Properti/Sewa

Untuk menghitung ROI investasi properti seperti:

  • Rumah kos atau kontrakan
  • Apartemen untuk disewakan
  • Ruko atau toko
  • Villa atau homestay

Cocok untuk: Investor properti, pemilik properti sewa

Langkah 2: Masukkan Data Sesuai Mode

A. Mode Bisnis/UMKM

1. Nama Investasi (Opsional)

Masukkan nama atau deskripsi investasi untuk referensi Anda.

Contoh: "Beli mesin potong laser", "Renovasi toko"

2. Biaya Investasi

Total biaya yang dikeluarkan untuk investasi.

Contoh: Rp 10.000.000

Tips: Hitung semua biaya termasuk instalasi, training, dll.

3. Total Keuntungan Bersih

Total keuntungan bersih yang dihasilkan dari investasi.

Contoh: Rp 15.000.000

Penting: Ini adalah keuntungan BERSIH setelah dikurangi biaya operasional.

4. Periode Waktu

Pilih periode waktu investasi:

  • Bulanan: Untuk investasi jangka pendek
  • 3 Bulan: Untuk evaluasi kuartalan
  • 6 Bulan: Untuk evaluasi semesteran
  • 1 Tahun: Untuk evaluasi tahunan (paling umum)

B. Mode Marketing/Iklan

1. Nama Campaign (Opsional)

Masukkan nama campaign untuk referensi.

Contoh: "Iklan Facebook Juni 2025", "Google Ads Ramadan"

2. Biaya Marketing

Total biaya yang dikeluarkan untuk campaign.

Contoh: Rp 5.000.000

Termasuk: Biaya iklan, creative, influencer, dll.

3. Revenue dari Campaign

Total revenue yang dihasilkan dari campaign.

Contoh: Rp 25.000.000

Cara hitung: Tracking penjualan dari campaign (gunakan UTM, pixel, promo code)

4. Jumlah Customer (Opsional)

Jumlah customer baru yang didapat dari campaign.

Contoh: 100 customer

Manfaat: Untuk menghitung CAC (Customer Acquisition Cost)

5. Periode Campaign

Pilih durasi campaign:

  • 1 Minggu: Sprint campaign
  • 1 Bulan: Campaign bulanan
  • 3 Bulan: Campaign kuartalan
  • 6 Bulan: Campaign jangka panjang

C. Mode Properti/Sewa

1. Lokasi Properti

Pilih lokasi properti untuk perbandingan benchmark:

  • Jakarta: ROI rata-rata 6-7%
  • Bali: ROI rata-rata 12-20% (area turis)
  • Bandung: ROI rata-rata 8-10%
  • Surabaya: ROI rata-rata 7.5%
  • Yogyakarta: ROI rata-rata 10-15%
  • Lainnya: ROI rata-rata 8%

2. Harga Beli Properti

Total harga pembelian properti.

Contoh: Rp 500.000.000

Termasuk: Harga properti + biaya notaris + pajak beli

3. Pendapatan Sewa/Bulan

Pendapatan sewa per bulan.

Contoh: Rp 4.000.000

Tips: Gunakan harga pasar sewa di area tersebut

4. Estimasi Kenaikan Harga/Tahun

Estimasi kenaikan harga properti per tahun (%).

Contoh: 5%

Referensi:

  • Jakarta: 3-5% per tahun
  • Bali: 5-8% per tahun (area berkembang)
  • Kota besar lain: 4-6% per tahun

5. Biaya Operasional/Bulan

Biaya operasional per bulan.

Contoh: Rp 500.000

Termasuk:

  • PBB (Pajak Bumi Bangunan)
  • Maintenance dan perbaikan
  • Biaya pengelolaan (jika ada)
  • Asuransi properti

6. Periode Investasi

Pilih jangka waktu investasi:

  • 1 Tahun: Evaluasi jangka pendek
  • 3 Tahun: Evaluasi menengah
  • 5 Tahun: Evaluasi standar
  • 10 Tahun: Evaluasi jangka panjang

Langkah 3: Lihat Hasil Perhitungan

Hasil Mode Bisnis/UMKM

1. ROI (Return on Investment)

Persentase keuntungan dari investasi.

Interpretasi:

  • >50%: Luar biasa! ROI sangat bagus
  • 30-50%: Bagus! Investasi menguntungkan
  • 10-30%: Cukup, pertimbangkan alternatif lain
  • <10%: ROI rendah, kurang menguntungkan
  • Negatif: Rugi! Pertimbangkan ulang investasi

2. Keuntungan Bersih

Total keuntungan bersih dari investasi.

3. Balik Modal

Waktu yang dibutuhkan untuk balik modal.

Standar:

  • <1 tahun: Sangat bagus
  • 1-3 tahun: Bagus
  • 3-5 tahun: Cukup
  • 5 tahun: Pertimbangkan ulang

4. ROI Tahunan

ROI yang disetahunkan untuk perbandingan.

5. Benchmark Industri

  • Retail: 20-30% per tahun
  • F&B: 40-60% per tahun
  • Jasa Digital: 50-100% per tahun

Hasil Mode Marketing/Iklan

1. ROI Marketing

Persentase keuntungan dari campaign.

Interpretasi:

  • >1000% (10:1): Luar biasa! Campaign sangat efektif
  • 500-1000% (5:1-10:1): Bagus! Mendekati ideal
  • 200-500% (2:1-5:1): Cukup, masih layak
  • <200% (2:1): ROI di bawah standar minimum
  • Negatif: Rugi! Campaign tidak efektif

2. Revenue

Total revenue yang dihasilkan.

3. Profit

Keuntungan bersih (Revenue - Biaya Marketing).

4. CAC (Customer Acquisition Cost)

Biaya untuk mendapatkan 1 customer.

Rumus: Biaya Marketing / Jumlah Customer

Contoh: Rp 5 juta / 100 customer = Rp 50.000 per customer

Tips: Bandingkan dengan LTV (Lifetime Value) customer Anda. Idealnya LTV > 3× CAC.

5. ROI Ratio

Rasio ROI dalam format yang mudah dipahami.

Contoh: 5:1 berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp 5

6. Benchmark Marketing

  • ROI Ideal: 5:1 (500%)
  • ROI Sangat Bagus: 10:1 (1000%)
  • ROI Minimum Layak: 2:1 (200%)

Hasil Mode Properti/Sewa

1. Total ROI

Total ROI selama periode investasi (Rental Yield + Capital Gain).

2. ROI Tahunan

ROI per tahun untuk perbandingan.

Interpretasi:

  • >12%: Luar biasa! ROI sangat bagus
  • 8-12%: Bagus! Investasi menguntungkan
  • 4-8%: Cukup, sesuai pasar
  • <4%: ROI rendah untuk properti
  • Negatif: Rugi! Pertimbangkan ulang

3. Rental Yield

Persentase keuntungan dari sewa per tahun.

Rumus: (Sewa Bersih Tahunan / Harga Beli) × 100%

Standar:

  • Jakarta: 6.15%
  • Bali: 10-15%
  • Bandung: 7.5%

4. Capital Gain

Keuntungan dari kenaikan harga properti.

Contoh: Properti Rp 500 juta dengan kenaikan 5%/tahun selama 5 tahun = Rp 138 juta

5. Pendapatan Sewa Bersih/Tahun

Pendapatan sewa setelah dikurangi biaya operasional.

6. Estimasi Nilai Properti

Estimasi nilai properti setelah periode investasi.

7. Total Return

Total keuntungan (Pendapatan Sewa + Capital Gain).

8. Perbandingan dengan Benchmark

Perbandingan ROI Anda dengan rata-rata lokasi.

Contoh: "ROI Anda 9.4% di atas rata-rata Jakarta (6.5%)"

Tips Penggunaan

1. Gunakan Data Akurat

Pastikan semua angka yang dimasukkan akurat dan realistis. Jangan terlalu optimis atau pesimis.

2. Bandingkan Beberapa Skenario

Coba berbagai skenario (best case, worst case, realistic case) untuk memahami range ROI Anda.

3. Perhatikan Benchmark

Bandingkan ROI Anda dengan benchmark industri. Jika jauh di bawah rata-rata, pertimbangkan alternatif lain.

4. Hitung Risiko

ROI tinggi biasanya berbanding lurus dengan risiko. Pertimbangkan toleransi risiko Anda.

5. Fokus pada Balik Modal

Untuk bisnis, perhatikan waktu balik modal. Semakin cepat semakin baik untuk cash flow.

6. Track CAC untuk Marketing

Untuk marketing, selalu hitung CAC dan bandingkan dengan LTV customer.

7. Pertimbangkan Lokasi untuk Properti

Lokasi sangat mempengaruhi ROI properti. Riset mendalam sebelum membeli.

Contoh Kasus

Kasus 1: Investasi Mesin Produksi

Input:

  • Mode: Bisnis/UMKM
  • Nama: Beli mesin potong laser
  • Biaya Investasi: Rp 50.000.000
  • Total Keuntungan: Rp 75.000.000
  • Periode: 1 Tahun

Hasil:

  • ROI: 50%
  • Keuntungan Bersih: Rp 25.000.000
  • Balik Modal: 12 bulan
  • Interpretasi: Bagus! Investasi menguntungkan

Analisis: ROI 50% sangat bagus untuk investasi bisnis. Balik modal dalam 1 tahun juga ideal.

Kasus 2: Campaign Facebook Ads

Input:

  • Mode: Marketing/Iklan
  • Nama: Iklan Facebook Ramadan
  • Biaya Marketing: Rp 10.000.000
  • Revenue: Rp 60.000.000
  • Jumlah Customer: 200
  • Periode: 1 Bulan

Hasil:

  • ROI: 500%
  • Profit: Rp 50.000.000
  • CAC: Rp 50.000 per customer
  • ROI Ratio: 6:1
  • Interpretasi: Bagus! Mendekati ROI ideal (5:1)

Analisis: ROI 500% sangat bagus untuk marketing. CAC Rp 50.000 juga reasonable jika LTV customer > Rp 150.000.

Kasus 3: Investasi Apartemen Sewa

Input:

  • Mode: Properti/Sewa
  • Lokasi: Jakarta
  • Harga Beli: Rp 800.000.000
  • Sewa/Bulan: Rp 6.000.000
  • Estimasi Kenaikan: 5%/tahun
  • Biaya Operasional: Rp 1.000.000/bulan
  • Periode: 5 Tahun

Hasil:

  • Total ROI: 47%
  • ROI Tahunan: 9.4%
  • Rental Yield: 7.5%
  • Capital Gain: Rp 220 juta
  • Interpretasi: Bagus! ROI di atas rata-rata Jakarta (6.5%)

Analisis: ROI 9.4% per tahun bagus untuk Jakarta. Kombinasi rental yield 7.5% + capital gain 5% menghasilkan return yang solid.

Pertanyaan Umum

Apakah kalkulator ini gratis?

Ya, 100% gratis tanpa biaya apapun.

Apakah data saya aman?

Ya, semua perhitungan dilakukan di browser Anda. Kami tidak menyimpan data pribadi Anda.

Berapa ROI yang bagus?

Tergantung jenis investasi:

  • Bisnis UMKM: Minimal 10%, ideal 30-50%
  • Marketing: Minimal 200% (2:1), ideal 500% (5:1)
  • Properti: Minimal 4%, ideal 8-12%

Bagaimana cara meningkatkan ROI?

3 cara utama:

  1. Tingkatkan keuntungan/revenue
  2. Turunkan biaya investasi/marketing
  3. Percepat balik modal

Apakah ROI negatif berarti rugi?

Ya, ROI negatif berarti biaya lebih besar dari keuntungan. Pertimbangkan ulang atau hentikan investasi tersebut.

Bagaimana menghitung ROI untuk beberapa investasi?

Gunakan kalkulator ini untuk setiap investasi, lalu bandingkan ROI, waktu balik modal, dan risiko masing-masing.


Disclaimer:

⚠️ Kalkulator ini adalah alat bantu untuk estimasi ROI. Hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi pasar, operasional, dan faktor eksternal. Konsultasikan dengan ahli keuangan untuk keputusan investasi besar.

Pertanyaan Umum

Tags:
kalkulator ROI
hitung ROI
return on investment
cara menghitung ROI
ROI bisnis
ROI investasi
balik modal
ROI marketing