Aset Lancar vs Aset Tetap: Mana yang Kena Zakat Perdagangan?

5 min read

Mengapa Pembagian Aset Penting?

Dalam menghitung zakat perdagangan, tidak semua harta usaha dikenakan zakat. Hanya aset lancar yang dihitung, sedangkan aset tetap tidak termasuk. Memahami perbedaan ini penting agar perhitungan zakat Anda akurat.

Definisi Aset dalam Konteks Zakat

Aset Lancar (Current Assets)

Aset lancar adalah harta usaha yang dapat dengan mudah dicairkan menjadi uang dalam waktu singkat (biasanya kurang dari 1 tahun). Aset ini adalah inti dari aktivitas perdagangan.

Aset Tetap (Fixed Assets)

Aset tetap adalah harta usaha yang digunakan untuk menunjang operasional bisnis, bukan untuk dijual. Aset ini biasanya digunakan dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun).

Klasifikasi Aset dalam Zakat Perdagangan

Aset Lancar (TERMASUK Zakat)

Jenis AsetContohKeterangan
Kas & Setara KasUang tunai, tabungan usaha, depositoLikuid, siap dipakai
Stok BarangPersediaan dagangan, bahan bakuSiap dijual
Piutang DagangTagihan ke pelangganBisa ditagih < 1 tahun
Laba DitahanKeuntungan belum diambilMasih di usaha

Aset Tetap (TIDAK Termasuk Zakat)

Jenis AsetContohAlasan
PropertiToko, gudang, rukoUntuk operasional, bukan dijual
KendaraanMobil box, motor kurirAlat transportasi usaha
MesinMesin produksi, printerAlat produksi/kerja
PeralatanRak, etalase, ACPenunjang operasional
FurnitureMeja, kursi, lemariInventaris kantor

Mengapa Aset Tetap Tidak Kena Zakat?

Para ulama sepakat bahwa aset tetap tidak termasuk zakat perdagangan karena:

1. Bukan Barang Dagangan

Aset tetap tidak diniatkan untuk dijual. Toko, kendaraan, dan mesin adalah sarana untuk berdagang, bukan objek dagangan itu sendiri.

2. Prinsip Fiqh Zakat Perdagangan

Zakat perdagangan hanya dikenakan pada harta niaga (urudul tijarah), yaitu barang yang memang diniatkan untuk diperjualbelikan demi keuntungan.

3. Analogi dengan Petani

Petani tidak mengeluarkan zakat dari cangkul dan traktornya, melainkan dari hasil panennya. Demikian pula pedagang tidak mengeluarkan zakat dari toko dan mobilnya, melainkan dari barang dagangannya.

Contoh Perhitungan Praktis

Kasus: Toko Elektronik

Daftar Aset Usaha:

JenisNilaiKategori
Kas di tokoRp 30.000.000Lancar
Tabungan usahaRp 50.000.000Lancar
Stok TV, kulkas, ACRp 200.000.000Lancar
Piutang pelangganRp 20.000.000Lancar
Ruko (milik sendiri)Rp 500.000.000Tetap
Mobil pick-upRp 150.000.000Tetap
Rak dan etalaseRp 20.000.000Tetap

Perhitungan Zakat:

  1. Total Aset Lancar = Rp 30jt + Rp 50jt + Rp 200jt + Rp 20jt = Rp 300.000.000
  2. Aset Tetap (tidak dihitung) = Rp 500jt + Rp 150jt + Rp 20jt = Rp 670.000.000
  3. Utang supplier = Rp 50.000.000
  4. Kekayaan Bersih = Rp 300.000.000 - Rp 50.000.000 = Rp 250.000.000
  5. Zakat = Rp 250.000.000 × 2,5% = Rp 6.250.000

Perhatikan bahwa meskipun total aset usaha mencapai Rp 970 juta, yang kena zakat hanya aset lancar.

Kasus Khusus: Aset yang Berubah Status

1. Properti yang Dijual

Jika pemilik toko memutuskan menjual rukonya, maka pada tahun penjualan, nilai ruko tersebut masuk perhitungan zakat karena statusnya berubah menjadi barang dagangan.

2. Kendaraan Dealer

Bagi dealer mobil/motor, kendaraan yang dijual adalah stok barang (aset lancar). Tapi mobil operasional kantor tetap aset tetap.

3. Developer Properti

Properti yang dikembangkan untuk dijual adalah aset lancar (stok). Tapi kantor marketing dan alat berat adalah aset tetap.

Tips Mengidentifikasi Aset

Pertanyaan Kunci:

Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah aset ini diniatkan untuk dijual demi keuntungan?"

  • Ya → Aset Lancar → Kena Zakat
  • Tidak → Aset Tetap → Tidak Kena Zakat

Contoh Penerapan:

AsetUntuk Dijual?Kategori
Stok handphoneYaLancar
HP untuk kasirTidakTetap
Mobil untuk dijual (dealer)YaLancar
Mobil untuk kirim barangTidakTetap

Cara Menghitung Nilai Aset Lancar

1. Kas & Setara Kas

Gunakan saldo per tanggal perhitungan zakat.

2. Stok Barang

  • Gunakan harga pasar/jual, bukan harga beli
  • Untuk barang lama, gunakan harga realistis
  • Hitung semua stok: di toko, gudang, dan dalam perjalanan

3. Piutang Dagang

  • Hanya piutang lancar yang bisa ditagih
  • Piutang macet tidak dihitung
  • Piutang bermasalah dizakati saat diterima

4. Laba Ditahan

  • Keuntungan yang masih di rekening usaha
  • Belum ditarik untuk keperluan pribadi

Kesalahan Umum

1. Memasukkan Aset Tetap

Jangan memasukkan nilai toko atau kendaraan ke dalam perhitungan.

2. Menggunakan Harga Beli untuk Stok

Stok harus dinilai dengan harga jual/pasar saat ini.

3. Menghitung Piutang Macet

Piutang yang tidak jelas kapan dibayar tidak boleh dihitung.

4. Lupa Mengurangi Utang

Utang jangka pendek harus dikurangkan dari total aset lancar.

Kesimpulan

Dalam zakat perdagangan:

  • Aset Lancar (kas, stok, piutang, laba) → KENA ZAKAT
  • Aset Tetap (toko, kendaraan, mesin) → TIDAK KENA ZAKAT

Prinsipnya sederhana: yang kena zakat adalah barang yang diperjualbelikan, bukan alat untuk berdagang.


Hitung zakat perdagangan Anda dengan Kalkulator Zakat Perdagangan - otomatis membedakan aset lancar dan tetap.

FAQ

Bagaimana dengan komputer untuk kerja?

Komputer untuk operasional adalah aset tetap, tidak kena zakat. Tapi komputer yang dijual (toko komputer) adalah aset lancar.

Apakah renovasi toko kena zakat?

Tidak. Renovasi menambah nilai aset tetap (toko), bukan aset lancar.

Bagaimana dengan kendaraan yang disewakan?

Kendaraan sewaan adalah aset tetap. Yang kena zakat adalah pendapatan sewanya (jika ditabung dan mencapai nisab).

Apakah website/aplikasi kena zakat?

Website untuk jualan adalah aset tetap (alat). Tapi jika Anda menjual website/aplikasi (developer), itu aset lancar.

zakat
zakat perdagangan
aset lancar
aset tetap
akuntansi islam
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.