Cara Membuat Anggaran Bulanan untuk Pemula: Step-by-Step Guide
Baru kerja dan bingung gimana cara ngatur gaji? Atau sudah kerja bertahun-tahun tapi uang tetap habis sebelum gajian? Artikel ini akan membantu Anda membuat anggaran bulanan dari nol.
Kenapa Butuh Anggaran Bulanan?
Tanpa anggaran, Anda tidak tahu:
- Uang pergi ke mana
- Apakah pengeluaran wajar atau boros
- Berapa yang bisa ditabung
Dengan anggaran, Anda punya kontrol atas uang, bukan sebaliknya.
Step 1: Catat Semua Pemasukan
Tulis semua sumber pendapatan bulanan:
- Gaji pokok (setelah potong pajak/BPJS)
- Tunjangan (transport, makan, dll)
- Side income (freelance, jualan online)
Contoh:
- Gaji: Rp 6.000.000
- Tunjangan transport: Rp 500.000
- Total: Rp 6.500.000
Step 2: List Semua Pengeluaran
Kategori pengeluaran utama:
Pengeluaran Tetap (Fixed)
- Sewa kos/kontrakan: Rp 1.500.000
- Cicilan motor: Rp 800.000
- Internet: Rp 300.000
- Pulsa: Rp 100.000
Pengeluaran Variabel
- Makan: Rp 1.500.000 (Rp 50.000/hari)
- Transport (BBM/ojol): Rp 400.000
- Belanja bulanan: Rp 300.000
- Listrik: Rp 200.000
Pengeluaran Lifestyle
- Hangout/nongkrong: Rp 500.000
- Belanja online: Rp 300.000
- Hiburan: Rp 200.000
Step 3: Hitung Sisa untuk Tabungan
Pemasukan - Pengeluaran = Sisa untuk Tabungan
Rp 6.500.000 - Rp 6.100.000 = Rp 400.000
Hmm, tabungan cuma 6% dari gaji. Kurang ideal!
Step 4: Evaluasi dan Sesuaikan
Lihat pos mana yang bisa dikurangi:
- Hangout Rp 500.000 → Rp 300.000 (hemat Rp 200.000)
- Belanja online Rp 300.000 → Rp 200.000 (hemat Rp 100.000)
- Makan luar dikurangi, masak sendiri → hemat Rp 200.000
Setelah disesuaikan: Tabungan = Rp 900.000 (14%)
Step 5: Bayar Tabungan Dulu
Saat gajian, langsung pindahkan ke rekening tabungan:
- Tabungan rutin: Rp 650.000
- Dana darurat: Rp 250.000
Baru sisanya untuk pengeluaran. Ini disebut "Pay Yourself First".
Tips Praktis untuk Pemula
1. Gunakan Envelope System
Siapkan amplop untuk tiap kategori. Kalau uang di amplop habis, ya sudah - tunggu bulan depan.
2. Hindari Lifestyle Creep
Gaji naik? Jangan buru-buru upgrade lifestyle. Tambahkan kenaikan ke tabungan dulu.
3. Siapkan Buffer
Sisa 5-10% untuk pengeluaran tak terduga (sakit, barang rusak).
4. Review Mingguan
Cek apakah masih on track. Kalau sudah boros di minggu ke-2, kurangi di minggu ke-3.
Gunakan Tools yang Tepat
Untuk membuat anggaran yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi Anda (lokasi, kendaraan, tanggungan), gunakan Kalkulator Anggaran Bulanan kami.
Kalkulator ini akan:
- Generate daftar pos pengeluaran sesuai profil Anda
- Estimasi nominal berdasarkan lokasi (Jakarta vs daerah)
- Memberi warning jika budget tidak seimbang
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Budget terlalu ketat - Nggak realistis, ujung-ujung jebol
- Lupa dana darurat - Kalau sakit/kena PHK, bingung
- Tidak tracking - Buat budget tapi nggak dipatuhi
- Tidak fleksibel - Budget harus bisa disesuaikan
Kesimpulan
Membuat anggaran bulanan itu:
- Catat pemasukan
- List semua pengeluaran
- Hitung sisa tabungan
- Evaluasi dan sesuaikan
- Bayar tabungan dulu
Mulai dari yang sederhana. Budget tidak harus sempurna, yang penting konsisten!
Coba sekarang dengan Kalkulator Anggaran Bulanan - gratis!
Table of Contents
Share this article if you found it helpful