Cara Menghitung Patungan Makan yang Adil (+ Kalkulator Gratis)
Pernah bingung saat harus bagi tagihan restoran? Total nota Rp 500.000, tapi setelah ditambah service 5% dan pajak 10%, kok jadi Rp 577.500? Terus dibagi berapa orang? Apa setiap orang bayar sama rata, atau beda-beda?
Di artikel ini, kita akan belajar cara menghitung patungan makan dengan benar, termasuk cara handle pajak dan service charge khas Indonesia. Plus ada kalkulator gratis untuk memudahkan!
Mengapa Perhitungan Patungan Sering Salah?
Kesalahan Umum:
-
❌ Lupa masukkan service charge
- Total tagihan: Rp 500.000
- Service 5%: Diabaikan!
- Hasil: Kurang bayar Rp 25.000
-
❌ Pajak dihitung dari subtotal, bukan dari (subtotal + service)
- Di Indonesia, PB1 (Pajak Restoran 10%) dihitung dari (Subtotal + Service Charge)
- Bukan dari subtotal saja!
-
❌ Pembulatan yang bikin ribet
- Hasilnya Rp 115.750 per orang
- Uang pas cuma ada Rp 100.000 dan Rp 50.000
- Solusi: Bulatkan ke Rp 120.000 untuk kemudahan
-
❌ Ada yang udah bayar sebagian, tapi tidak diperhitungkan
- Andi udah bayar Rp 100.000
- Total tagihan Rp 500.000
- Harusnya sisa Rp 400.000 yang dibagi, bukan Rp 500.000
Cara Menghitung Patungan Makan yang Benar
Step 1: Pahami Struktur Tagihan Indonesia
Subtotal (harga makanan) Rp 500.000
+ Service Charge (5-10%) Rp 25.000 (5% dari Rp 500.000)
= Base for Tax Rp 525.000
+ PB1 / Pajak Restoran (10%) Rp 52.500 (10% dari Rp 525.000)
= TOTAL TAGIHAN Rp 577.500
Catatan penting:
- Service charge dihitung dari subtotal
- Pajak PB1 dihitung dari (subtotal + service)
- Bukan dihitung dari subtotal saja!
Step 2: Tentukan Metode Pembagian
Metode A: Bagi Rata (Equal Split)
Rumus:
Per Orang = Total Tagihan ÷ Jumlah Orang
Contoh:
Total: Rp 577.500
Jumlah Orang: 4
Per Orang: Rp 577.500 ÷ 4 = Rp 144.375
Kapan cocok?
- Semua orang pesan menu dengan harga hampir sama
- Gathering casual dengan teman
- Makan keluarga
Metode B: Custom/Bayar Sesuai Pesanan
Rumus:
Per Orang = (Harga Pesanan / Total Subtotal) × Total Tagihan
Contoh:
| Nama | Pesanan | Harga | Proporsi | Total Bayar |
|---|---|---|---|---|
| Andi | Steak | Rp 200.000 | 40% | Rp 231.000 |
| Budi | Pasta | Rp 150.000 | 30% | Rp 173.250 |
| Citra | Nasi Goreng | Rp 100.000 | 20% | Rp 115.500 |
| Dedi | Mie Goreng | Rp 50.000 | 10% | Rp 57.750 |
| TOTAL | Rp 500.000 | 100% | Rp 577.500 |
Cara hitung:
- Andi bayar: (200.000 / 500.000) × 577.500 = Rp 231.000
- Budi bayar: (150.000 / 500.000) × 577.500 = Rp 173.250
- Dan seterusnya...
Kapan cocok?
- Ada yang pesan jauh lebih mahal/murah
- Ada yang puasa/diet (cuma pesan minum)
- Perbedaan ekonomi di grup
Step 3: Handle Partial Payment
Scenario: Andi udah bayar Rp 100.000 duluan
Total Tagihan: Rp 577.500
Sudah Dibayar: Rp 100.000
Sisa: Rp 477.500
Dibagi 4 orang: Rp 477.500 ÷ 4 = Rp 119.375/orang
Step 4: Pembulatan untuk Cash Payment
Hasil asli: Rp 119.375/orang
Pilihan pembulatan:
- Rp 1.000: Rp 120.000 (naik Rp 625)
- Rp 5.000: Rp 120.000 (naik Rp 625)
- Rp 10.000: Rp 120.000 (naik Rp 625)
Selisih pembulatan:
- 4 orang × Rp 120.000 = Rp 480.000
- Seharusnya Rp 477.500
- Selisih Rp 2.500 → Ditanggung 1 orang (biasanya Person 1)
Contoh Kasus Lengkap: 4 Teman Makan di Restoran
Data:
- Subtotal: Rp 500.000
- Service Charge: 5%
- Pajak PB1: 10%
- Jumlah Orang: 4
- Metode: Bagi Rata
- Pembulatan: Rp 5.000
Perhitungan:
1. Hitung Service Charge:
Service = Rp 500.000 × 5% = Rp 25.000
2. Hitung Tax Base:
Tax Base = Rp 500.000 + Rp 25.000 = Rp 525.000
3. Hitung PB1:
PB1 = Rp 525.000 × 10% = Rp 52.500
4. Total Tagihan:
Total = Rp 500.000 + Rp 25.000 + Rp 52.500 = Rp 577.500
5. Per Orang (tanpa pembulatan):
Per Orang = Rp 577.500 ÷ 4 = Rp 144.375
6. Per Orang (dengan pembulatan Rp 5.000):
Bulat = ROUNDUP(144.375 / 5.000) × 5.000
= ROUNDUP(28.875) × 5.000
= 29 × 5.000
= Rp 145.000
7. Total Setelah Pembulatan:
Total = 4 × Rp 145.000 = Rp 580.000
Selisih = Rp 580.000 - Rp 577.500 = Rp 2.500
Hasil Akhir:
- Andi: Rp 145.000 + Rp 2.500 (selisih) = Rp 147.500
- Budi: Rp 145.000
- Citra: Rp 145.000
- Dedi: Rp 145.000
Atau alternatif: Semua bayar Rp 145.000, Andi yang udah pegang uang bayar selisih Rp 2.500 sendiri.
Tools untuk Memudahkan Perhitungan
1. Kalkulator Online (Recommended)
Hitung manual ribet dan rawan salah. Gunakan Kalkulator Pembagian Tagihan untuk:
✅ Otomatis hitung service charge dan pajak PB1
- Masukkan persentase, langsung dihitung
✅ Bagi rata atau custom per orang
- Pilih metode sesuai kebutuhan
✅ Pembulatan otomatis
- Pilih Rp 1k, Rp 5k, atau Rp 10k
✅ Handle partial payment
- "Ada yang udah bayar Rp 100k, sisanya dibagi"
✅ Gratis dan cepat
- No registration needed
2. Aplikasi E-Wallet
GoPay Split Bill:
- Scan struk pakai camera
- Split otomatis via OCR
- Kirim payment request ke teman
DANA:
- Generate link payment
- Teman bisa bayar langsung
3. Manual (Pakai Kalkulator HP)
Jika terpaksa manual:
- Hitung service charge dulu
- Tambahkan ke subtotal
- Baru hitung pajak
- Bagi sesuai metode yang dipilih
- Bulatkan jika perlu
Tips Agar Tidak Salah Hitung
1. Selalu Konfirmasi dengan Nota
- Apakah service charge sudah included?
- Apakah pajak sudah included?
- Read the fine print!
2. Gunakan Kalkulator, Jangan Manual
- Rawan salah hitung, especially untuk custom split
- Tools online jauh lebih akurat
3. Transparansi adalah Kunci
- Share breakdown ke grup WhatsApp
- Semua bisa lihat perhitungan
4. Pembulatan Harus Fair
- Jangan "nakal" bulatkan buat untung sendiri
- Jelaskan siapa yang tanggung selisih
5. Transfer Segera
- Jangan bikin yang bayar dulu nunggu lama
- Transfer H+1 maksimal
FAQ
Q: Kenapa pajak dihitung dari (subtotal + service), bukan dari subtotal saja? A: Ini aturan pajak restoran (PB1) di Indonesia. Service charge juga kena pajak. Jadi tax base = subtotal + service.
Q: Apa bedanya bagi rata vs bayar sesuai pesanan? A: Bagi rata = semua orang bayar sama. Bayar sesuai pesanan = masing-masing bayar sesuai yang dipesan (proportional).
Q: Bagaimana jika ada yang pesan jauh lebih mahal? A: Gunakan metode "bayar sesuai pesanan" (custom split) agar adil.
Q: Apakah service charge wajib? A: Tidak wajib by law, tapi kebanyakan restoran mengenakan 5-10%. Cek nota untuk pastikan.
Q: Berapa persentase pajak PB1 di Indonesia? A: Standar 10% di sebagian besar kota besar (Jakarta, Surabaya, Bandung, dll.). Bisa beda-beda per daerah.
Kesimpulan
Menghitung patungan makan yang benar itu penting untuk:
- Keadilan - Semua orang bayar sesuai yang seharusnya
- Transparansi - Tidak ada yang merasa dirugikan
- Kemudahan - Pakai tools yang tepat, proses jadi cepat
Langkah mudah:
- Masukkan total tagihan ke Kalkulator Pembagian Tagihan
- Pilih metode (bagi rata atau custom)
- Aktifkan service charge dan pajak jika belum included
- Pilih pembulatan jika bayar cash
- Selesai!
Gratis, cepat, dan 100% akurat. Tidak perlu hitung manual lagi!
Siap hitung patungan dengan mudah?
👉 Gunakan Kalkulator Pembagian Tagihan Sekarang
Gratis, tanpa registrasi, langsung pakai!
Table of Contents
Share this article if you found it helpful