Cara Menghitung Subnet IP untuk Pemula - Panduan Lengkap Subnetting

3 min read

Subnetting adalah salah satu skill fundamental yang harus dikuasai oleh setiap network administrator dan IT professional. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung subnet IP dari dasar dengan contoh-contoh praktis yang mudah dipahami.

Apa Itu Subnet?

Subnet (subnetwork) adalah pembagian jaringan IP besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil. Subnetting dilakukan untuk:

  • Efisiensi IP: Menggunakan alamat IP secara optimal
  • Keamanan: Memisahkan traffic antar departemen
  • Performa: Mengurangi broadcast domain
  • Manajemen: Mempermudah troubleshooting

Konsep Dasar: IP Address dan Subnet Mask

Setiap alamat IPv4 terdiri dari 32 bit yang dibagi menjadi 4 oktet. Contoh: 192.168.1.1

Subnet mask menentukan bagian mana dari IP yang merupakan network portion dan host portion:

  • Network portion: Mengidentifikasi jaringan
  • Host portion: Mengidentifikasi device dalam jaringan

CIDR Notation vs Subnet Mask

Ada dua cara untuk menuliskan subnet:

CIDRSubnet MaskNetwork Bits
/8255.0.0.08
/16255.255.0.016
/24255.255.255.024

CIDR notation lebih ringkas dan sering digunakan dalam dokumentasi modern.

Langkah-Langkah Menghitung Subnet

1. Tentukan Kebutuhan Host

Pertama, tentukan berapa banyak host yang dibutuhkan dalam subnet. Ingat rumus:

Usable Hosts = 2^(host bits) - 2

Dikurangi 2 untuk network address dan broadcast address.

2. Pilih CIDR yang Sesuai

Berdasarkan kebutuhan host, pilih CIDR yang tepat:

Kebutuhan HostCIDR MinimumActual Hosts
2/302
10/2814
50/2662
200/24254

3. Hitung Network Address

Network address didapat dengan operasi AND antara IP dan subnet mask.

Contoh: IP 192.168.1.100 dengan /24

IP Address:   192.168.1.100
Subnet Mask:  255.255.255.0
Network:      192.168.1.0

4. Hitung Broadcast Address

Broadcast address adalah alamat terakhir dalam subnet (semua host bits = 1).

Contoh: Untuk 192.168.1.0/24

Broadcast: 192.168.1.255

5. Tentukan Host Range

Host yang dapat digunakan adalah dari Network + 1 sampai Broadcast - 1.

Contoh: 192.168.1.0/24

First Host: 192.168.1.1
Last Host:  192.168.1.254

Contoh Praktis

Skenario 1: Jaringan Kantor Kecil

Kebutuhan: 50 komputer

  • Pilih /26 (62 usable hosts)
  • Network: 192.168.1.0/26
  • Host range: 192.168.1.1 - 192.168.1.62
  • Broadcast: 192.168.1.63

Kebutuhan: 2 router

  • Pilih /30 (2 usable hosts)
  • Network: 10.0.0.0/30
  • Host range: 10.0.0.1 - 10.0.0.2
  • Broadcast: 10.0.0.3

Tips untuk Pemula

  1. Hafal CIDR umum: /24, /16, /8 adalah yang paling sering digunakan
  2. Gunakan kalkulator: Untuk perhitungan cepat dan akurat
  3. Latihan konversi: Sering berlatih konversi binary ke decimal
  4. Pahami private IP: 10.0.0.0/8, 172.16.0.0/12, 192.168.0.0/16

Gunakan Kalkulator Subnet

Untuk perhitungan yang cepat dan akurat, gunakan Kalkulator Subnet IP kami. Masukkan IP dan CIDR, dapatkan semua informasi subnet secara instan termasuk network address, broadcast, host range, dan wildcard mask.

Kesimpulan

Subnetting adalah skill yang sangat penting dalam networking. Dengan memahami konsep dasar dan rumus perhitungan, Anda dapat dengan mudah mendesain jaringan yang efisien dan scalable.

Mulai praktikkan dengan jaringan kecil, lalu tingkatkan kompleksitasnya. Semakin sering berlatih, semakin cepat Anda menguasai subnetting!

FAQ

Apakah subnetting sulit dipelajari?

Tidak, jika Anda memahami konsep binary dan rumus dasar, subnetting sebenarnya cukup straightforward.

Mengapa perlu mengurangi 2 dari total host?

Karena network address dan broadcast address tidak bisa digunakan sebagai alamat host.

Apa beda /24 dan 255.255.255.0?

Keduanya sama, hanya berbeda notasi. /24 lebih ringkas dan modern.

jaringan
networking
subnet
teknologi
tutorial
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.