Cara Menghitung Tabungan Haji Per Bulan: Panduan Lengkap 2025

5 min read

Merencanakan tabungan haji membutuhkan perhitungan yang cermat agar target tercapai tanpa membebani keuangan. Artikel ini akan membahas cara menghitung tabungan haji per bulan dengan memperhitungkan inflasi dan berbagai faktor penting lainnya.

Memahami Biaya Haji 2025

BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 2025

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama:

  • Total BPIH: Rp 89.410.000
  • Dibayar Jamaah: Rp 55.400.000 (62%)
  • Subsidi BPKH: Rp 33.980.000 (38%)

Yang perlu Anda siapkan adalah Rp 55.400.000 sebagai baseline tahun 2025.

Setoran Awal (Nomor Porsi)

Untuk mendaftar haji reguler, diperlukan setoran awal Rp 25.000.000 untuk mendapatkan nomor porsi dan masuk dalam daftar antrean keberangkatan.

Rumus Menghitung Tabungan Haji Per Bulan

1. Hitung Biaya Haji di Masa Depan

Biaya haji naik setiap tahun karena inflasi. Rumusnya:

Biaya Masa Depan = BPIH 2025 × (1 + Inflasi)^Tahun

Contoh: Target haji 2035 (10 tahun lagi) dengan inflasi 5%:

Biaya 2035 = Rp 55.400.000 × (1.05)^10
           = Rp 55.400.000 × 1.629
           = Rp 90.200.000

2. Kurangi Tabungan yang Sudah Ada

Sisa yang Perlu Ditabung = Biaya Masa Depan - Tabungan Saat Ini

Contoh: Sudah punya tabungan Rp 10.000.000:

Sisa = Rp 90.200.000 - Rp 10.000.000
     = Rp 80.200.000

3. Hitung Tabungan Per Bulan

Tabungan Per Bulan = Sisa yang Perlu Ditabung ÷ Jumlah Bulan

Contoh: 10 tahun = 120 bulan:

Per Bulan = Rp 80.200.000 ÷ 120
          = Rp 668.000/bulan

Perhitungan Dua Fase (Jika Belum Punya Porsi)

Fase 1: Setoran Awal

Target: Rp 25.000.000

Jika belum punya tabungan sama sekali dan budget Rp 1.000.000/bulan:

Waktu Fase 1 = Rp 25.000.000 ÷ Rp 1.000.000
             = 25 bulan (~2 tahun)

Fase 2: Pelunasan

Target: Biaya Masa Depan - Rp 25.000.000

Dengan contoh biaya 2035 = Rp 90.200.000:

Target Fase 2 = Rp 90.200.000 - Rp 25.000.000
              = Rp 65.200.000

Sisa waktu = 120 - 25 = 95 bulan

Per Bulan = Rp 65.200.000 ÷ 95
          = Rp 686.000/bulan

Emas vs Tunai: Mana yang Lebih Baik?

Metode Tunai (Tradisional)

Keuntungan:

  • Likuid, mudah diakses
  • Bisa di tabungan haji syariah (akad Mudharabah)
  • Cocok untuk jangka pendek (<5 tahun)

Kelemahan:

  • Nilai tergerus inflasi
  • Tidak ada pertumbuhan

Contoh: Tabung Rp 1.000.000/bulan × 120 bulan = Rp 120.000.000

Metode Emas (Direkomendasikan untuk Jangka Panjang)

Keuntungan:

  • Lindung nilai dari inflasi
  • Apresiasi historis ~8% per tahun
  • Halal, tanpa riba
  • Cocok untuk jangka panjang (≥5 tahun)

Perhitungan:

Budget: Rp 1.000.000/bulan Harga emas: Rp 1.450.000/gram Durasi: 10 tahun

Gram per bulan = Rp 1.000.000 ÷ Rp 1.450.000
               = 0.69 gram

Total gram = 0.69 × 120 = 82.8 gram

Harga emas 2035 = Rp 1.450.000 × (1.08)^10
                = Rp 3.130.000/gram

Nilai 2035 = 82.8 × Rp 3.130.000
           = Rp 259.000.000

Keuntungan emas: Rp 259.000.000 - Rp 120.000.000 = Rp 139.000.000 (hemat dari inflasi!)

Berapa Persen dari Gaji yang Ideal?

Rekomendasi Persentase

  • 10-15%: Ideal untuk jangka panjang (10+ tahun)
  • 15-20%: Agresif tapi masih aman (5-10 tahun)
  • 20-30%: Sangat agresif (3-5 tahun)
  • >30%: Terlalu tinggi, bisa membebani keuangan

Contoh Perhitungan

Gaji Rp 10.000.000, budget Rp 1.500.000:

Persentase = (Rp 1.500.000 ÷ Rp 10.000.000) × 100%
           = 15%

Ini adalah persentase yang sehat dan sustainable.

Tips Menabung Haji yang Efektif

1. Mulai Sedini Mungkin

Semakin lama waktu, semakin ringan beban bulanan:

  • 20 tahun: Rp 334.000/bulan
  • 15 tahun: Rp 445.000/bulan
  • 10 tahun: Rp 668.000/bulan
  • 5 tahun: Rp 1.336.000/bulan

2. Konsisten Menabung

  • Sisihkan di awal bulan (bukan sisa gaji)
  • Buat auto-debit atau reminder
  • Anggap sebagai "gaji Allah"

3. Pilih Metode yang Tepat

  • Jangka panjang (≥5 tahun): Emas fisik
  • Jangka pendek (<5 tahun): Tabungan haji syariah

4. Monitor Progress

  • Cek berkala apakah masih on track
  • Sesuaikan budget jika perlu
  • Rayakan milestone (25%, 50%, 75%)

Gunakan Kalkulator Tabungan Haji

Untuk perhitungan yang lebih akurat dan detail, gunakan Kalkulator Tabungan Haji yang akan menghitung:

  • Estimasi biaya haji di masa depan dengan inflasi
  • Tabungan per bulan yang dibutuhkan
  • Perbandingan emas vs tunai
  • Timeline pencapaian target
  • Budget sufficiency check

Kesimpulan

Menghitung tabungan haji per bulan memerlukan perhitungan inflasi, durasi, dan metode tabungan yang tepat. Untuk jangka panjang, emas fisik memberikan perlindungan lebih baik terhadap inflasi dibanding tunai.

Yang terpenting adalah konsistensi dan memulai sedini mungkin. Haji adalah kewajiban bagi yang mampu - jika belum mampu, tidak ada dosa. Rencanakan dengan baik dan ikhtiar maksimal.

FAQ

Berapa minimal tabungan haji per bulan?

Tergantung target tahun dan tabungan saat ini. Untuk target 10 tahun dengan inflasi 5%, minimal sekitar Rp 600.000 - 700.000/bulan jika mulai dari nol.

Apakah harus pakai emas atau bisa tunai saja?

Bisa keduanya. Emas direkomendasikan untuk jangka panjang (≥5 tahun) karena melindungi dari inflasi. Tunai cocok untuk jangka pendek atau jika memerlukan likuiditas tinggi.

Bagaimana jika budget saya tidak cukup?

Ada beberapa opsi:

  1. Perpanjang target tahun (lebih lama = lebih ringan)
  2. Tingkatkan budget secara bertahap
  3. Cari sumber penghasilan tambahan
  4. Kombinasi tabungan + investasi halal lainnya

Apakah inflasi 5% realistis?

Ya, berdasarkan data historis, biaya haji naik rata-rata 3-7% per tahun. Angka 5% adalah estimasi konservatif yang wajar.

tabungan haji
biaya haji
perencanaan haji
keuangan islam
emas haji
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.