Kalkulator Kehamilan vs USG: Mana yang Lebih Akurat Menentukan HPL?
Pernahkah Bunda merasa bingung? Di aplikasi HP tertulis usia kehamilan sudah 8 minggu, tapi saat diperiksa dokter lewat USG, janin dinyatakan baru berusia 7 minggu.
"Mana yang benar? Apakah janin saya lambat berkembang?"
Jangan panik dulu, Bun. Perbedaan tanggal HPL (Hari Perkiraan Lahir) antara hitungan kalender dan USG adalah hal yang sangat wajar. Keduanya menggunakan metode perhitungan yang berbeda.
Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan teknis antara Kalkulator Kehamilan (Metode HPHT) dan Pemeriksaan USG, serta mana yang harus Bunda jadikan patokan utama.
Metode 1: Kalkulator Kehamilan (Rumus Naegele)
Kalkulator kehamilan online bekerja berdasarkan rumus medis klasik yang disebut Rumus Naegele. Metode ini menghitung usia kehamilan dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir).
Cara Kerjanya: Asumsinya, pembuahan terjadi kira-kira 14 hari setelah haid dimulai (pada siklus 28 hari). Jadi, usia kehamilan dihitung sejak hari pertama Bunda menstruasi, bukan sejak pembuahan terjadi.
Kelebihan:
- ✅ Gratis dan mudah diakses.
- ✅ Bisa dilakukan segera setelah Bunda menyadari telat haid (sebelum ke dokter).
Kekurangan:
- ❌ Kurang akurat bagi wanita dengan siklus haid tidak teratur.
- ❌ Tidak memperhitungkan "Lupa Tanggal" haid terakhir.
Coba Hitung HPL Bunda di Sini
Penasaran kapan si Kecil lahir menurut hitungan kalender? Masukkan tanggal haid terakhir Bunda di bawah ini:
Rincian
Metode 2: Pemeriksaan USG (Ultrasonografi)
Berbeda dengan kalkulator yang memprediksi berdasarkan tanggal, USG melihat fakta fisik janin di dalam rahim. Dokter mengukur bagian tubuh janin (Biometri) untuk menentukan usianya.
Tingkat Akurasi Berdasarkan Trimester:
- Trimester 1 (Minggu 7-13): ⭐ GOLD STANDARD
Pada masa ini, dokter mengukur CRL (Crown Rump Length) atau panjang dari kepala ke bokong janin.
- Akurasi: Sangat tinggi (meleset +/- 3 sampai 5 hari saja).
- Alasan: Di awal kehamilan, semua janin sehat tumbuh dengan kecepatan yang hampir sama.
- Trimester 2 & 3 (Diatas 14 Minggu):
Dokter mengukur Lingkar Kepala (BPD) dan Panjang Tulang Paha (FL).
- Akurasi: Mulai berkurang (bisa meleset 1-2 minggu).
- Alasan: Faktor genetika mulai berpengaruh. Ada bayi yang berbakat "besar" atau "kecil" karena turunan orang tua, bukan karena usianya.
Tabel Perbandingan: Head-to-Head
| Aspek | Kalkulator (HPHT) | USG Trimester 1 |
|---|---|---|
| Basis Data | Riwayat Menstruasi Ibu | Ukuran Fisik Janin |
| Tingkat Akurasi | Sedang (Tergantung siklus) | Tinggi (Paling Akurat) |
| Waktu Terbaik | Sejak telat haid hari ke-1 | Usia kehamilan 7-13 minggu |
| Dipengaruhi Oleh | Lupa tanggal, Haid tidak teratur | Posisi janin saat diperiksa |
Mengapa Hasilnya Bisa Berbeda?
Perbedaan 1-2 minggu antara Kalkulator dan USG sering terjadi karena:
- Ovulasi Terlambat: Kalkulator berasumsi ovulasi di hari ke-14. Padahal, mungkin Bunda baru ovulasi di hari ke-20 karena stres atau hormon. Akibatnya, janin di USG terlihat "lebih muda" dari hitungan kalender.
- Implantation Dip: Waktu yang dibutuhkan embrio untuk menempel di dinding rahim bisa bervariasi antara 6-12 hari setelah pembuahan.
Rekomendasi Medis (Mana yang Dipakai?)
Berdasarkan pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan praktik dokter kandungan di Indonesia:
- Jika selisihnya < 7 hari: Dokter biasanya tetap menggunakan HPL dari HPHT (Kalkulator).
- Jika selisihnya > 7 hari: Dokter akan merevisi HPL mengikuti hasil USG Trimester 1.
Contoh: Menurut HPHT usia kehamilan 10 minggu, tapi di USG janin baru sebesar 8 minggu (selisih 14 hari). Maka HPL yang dipakai adalah hasil USG.
Kesimpulan
Jadi, mana yang lebih akurat?
- Gunakan Kalkulator Kehamilan sebagai deteksi dini dan ancer-ancer awal.
- Lakukan USG di Trimester 1 (sebelum minggu ke-13) untuk "mengunci" tanggal HPL yang paling valid secara medis.
Ingat Bun, HPL hanyalah "Perkiraan". Statistik menunjukkan hanya 5% bayi yang lahir tepat di tanggal HPL-nya. Bayi dianggap lahir normal (aterm) jika lahir di rentang minggu ke-37 hingga ke-41.
Disclaimer Medis: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Kalkulator yang disediakan menggunakan metode standar Rumus Naegele. Untuk diagnosis medis dan penetapan tanggal persalinan yang pasti, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan (Sp.OG).
Table of Contents
Share this article if you found it helpful