Kapan Kadaluarsa PBB & Cara Bayar PBB Online 2025

10 min read

Sudah terima SPPT PBB tapi bingung kapan harus bayar? Atau malah lupa bayar dan sekarang khawatir kena denda? Tenang—artikel ini akan menjawab semua pertanyaan Anda tentang tenggat pembayaran PBB, kapan SPPT kadaluarsa, cara bayar PBB online (paling mudah!), dan bagaimana menghindari denda 2% per bulan.

Bonus: Ada panduan lengkap bayar PBB via e-SAMSAT, mobile banking, dan marketplace (Tokopedia, Shopee, dll) agar Anda bisa bayar dari rumah tanpa antri!

Cek dulu berapa PBB Anda: Kalkulator PBB Online - Masukkan NJOP, langsung tahu jumlah yang harus dibayar.


Kapan Tenggat Pembayaran PBB?

Tenggat Nasional: 31 Maret

Secara umum, tenggat pembayaran PBB di Indonesia adalah 31 Maret setiap tahun. Artinya:

  • PBB untuk tahun 2025 → harus dibayar paling lambat 31 Maret 2025
  • PBB untuk tahun 2026 → harus dibayar paling lambat 31 Maret 2026
  • Dan seterusnya...

Cek SPPT Anda untuk Kepastian

PENTING: Meskipun tenggat nasional adalah 31 Maret, beberapa daerah mungkin punya tenggat berbeda. Oleh karena itu:

Selalu cek SPPT Anda - Ada kolom "Jatuh Tempo" yang menunjukkan tanggal pasti
Jangan asal ikut tenggat nasional - Bisa jadi daerah Anda berbeda
Tanya ke kelurahan/kecamatan jika tidak yakin

Contoh SPPT

SPPT PBB Tahun 2025
NOP: 31.74.xxx.xxx.xxx.xxxx.x
Nama: Budi Santoso
Alamat: Jl. Sudirman No. 123, Jakarta Selatan

PBB Terutang: Rp 4.800.000
Jatuh Tempo: 31 Maret 2025 ← CEK DI SINI!

Apa yang Terjadi Jika Terlambat Bayar PBB?

Denda Keterlambatan: 2% Per Bulan

Jika Anda terlambat bayar PBB, akan dikenakan denda 2% per bulan dari jumlah PBB terutang.

Rumus denda:

Denda = Jumlah Bulan Terlambat × 2% × PBB Terutang

Contoh Perhitungan Denda

Contoh 1: Terlambat 1 Bulan

  • PBB terutang: Rp 4.800.000
  • Terlambat: 1 bulan (bayar di April, seharusnya Maret)
  • Denda: 1 × 2% × Rp 4.800.000 = Rp 96.000
  • Total bayar: Rp 4.896.000

Contoh 2: Terlambat 3 Bulan

  • PBB terutang: Rp 4.800.000
  • Terlambat: 3 bulan (bayar di Juni, seharusnya Maret)
  • Denda: 3 × 2% × Rp 4.800.000 = Rp 288.000
  • Total bayar: Rp 5.088.000

Contoh 3: Terlambat 6 Bulan

  • PBB terutang: Rp 4.800.000
  • Terlambat: 6 bulan (bayar di September, seharusnya Maret)
  • Denda: 6 × 2% × Rp 4.800.000 = Rp 576.000
  • Total bayar: Rp 5.376.000

Batas Maksimal Denda

Denda PBB biasanya dibatasi maksimal 24 bulan (48% dari PBB terutang). Jadi meskipun Anda terlambat 3 tahun, denda maksimal hanya 48%.

Contoh:

  • PBB terutang: Rp 4.800.000
  • Terlambat: 36 bulan (3 tahun)
  • Denda maksimal: 24 × 2% × Rp 4.800.000 = Rp 2.304.000 (48%)
  • Total bayar: Rp 7.104.000

Kapan SPPT PBB Kadaluarsa?

SPPT Berlaku 1 Tahun Pajak

SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) diterbitkan setiap tahun untuk tahun pajak berjalan. Artinya:

  • SPPT 2025 → berlaku untuk tahun pajak 2025
  • SPPT 2026 → berlaku untuk tahun pajak 2026
  • Dan seterusnya...

Jadi, SPPT tidak benar-benar "kadaluarsa" dalam arti tidak bisa digunakan. Yang kadaluarsa adalah tenggat pembayaran (31 Maret).

NJOP Direvaluasi Setiap 3-5 Tahun

Meskipun SPPT diterbitkan setiap tahun, NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang menjadi dasar perhitungan PBB baru direvaluasi setiap 3-5 tahun.

Contoh:

  • 2020-2024: NJOP tetap Rp 1,5 miliar → PBB tetap Rp 4,5 juta/tahun
  • 2025: Revaluasi NJOP → NJOP naik jadi Rp 2 miliar
  • 2025-2029: NJOP tetap Rp 2 miliar → PBB naik jadi Rp 6 juta/tahun

2025: Tahun Revaluasi Nasional

2025 adalah tahun penilaian ulang NJOP di banyak daerah. Artinya:

✅ NJOP Anda mungkin berubah (naik atau turun)
✅ PBB tahun 2026 bisa berbeda dari tahun 2025
✅ Pantau SPPT 2026 untuk melihat perubahan


Cara Bayar PBB Online: Panduan Lengkap 2025

Bayar PBB sekarang sangat mudah—tidak perlu antri di bank atau kantor pos. Anda bisa bayar dari rumah via smartphone atau laptop!

Metode 1: Bayar via Aplikasi e-SAMSAT (Paling Direkomendasikan)

e-SAMSAT adalah aplikasi resmi pemerintah untuk pembayaran pajak kendaraan dan PBB.

Langkah-Langkah:

  1. Download aplikasi e-SAMSAT

  2. Daftar/Login

    • Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
    • Verifikasi via SMS/email
  3. Pilih menu "PBB"

    • Klik "Bayar PBB"
    • Masukkan NOP (Nomor Objek Pajak) dari SPPT Anda
  4. Cek tagihan

    • Sistem akan tampilkan: PBB terutang + denda (jika ada)
    • Pastikan jumlah sesuai dengan SPPT
  5. Pilih metode pembayaran

    • Transfer bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, dll)
    • E-wallet (GoPay, OVO, Dana, ShopeePay)
    • Virtual Account
  6. Bayar dan simpan bukti

    • Selesaikan pembayaran
    • Simpan bukti pembayaran (screenshot atau PDF)

Keuntungan e-SAMSAT: ✅ Resmi pemerintah (aman)
✅ Tidak ada biaya admin
✅ Bisa bayar 24/7
✅ Bukti pembayaran langsung tersimpan


Metode 2: Bayar via Mobile Banking

Hampir semua bank di Indonesia sudah mendukung pembayaran PBB via mobile banking.

BCA Mobile

  1. Login BCA Mobile
  2. Pilih m-BCAm-Payment
  3. Pilih PajakPBB
  4. Masukkan NOP (15 digit)
  5. Cek tagihan → Konfirmasi → Bayar

Mandiri Online

  1. Login Livin' by Mandiri
  2. Pilih BayarPajak
  3. Pilih PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Cek tagihan → Bayar

BRI Mobile

  1. Login BRImo
  2. Pilih PembayaranPajak
  3. Pilih PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Konfirmasi → Bayar

BNI Mobile Banking

  1. Login BNI Mobile Banking
  2. Pilih TransferVirtual Account Billing
  3. Pilih PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Bayar

Keuntungan Mobile Banking: ✅ Langsung dari rekening bank Anda
✅ Tidak perlu aplikasi tambahan
✅ Biaya admin rendah (Rp 0 - Rp 2.500)


Metode 3: Bayar via Marketplace (Tokopedia, Shopee, Bukalapak)

Suka belanja online? Anda juga bisa bayar PBB di marketplace favorit!

Tokopedia

  1. Buka aplikasi Tokopedia
  2. Pilih Top Up & Tagihan
  3. Pilih Pajak PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Cek tagihan → Bayar dengan saldo Tokopedia/transfer/e-wallet

Shopee

  1. Buka aplikasi Shopee
  2. Pilih Pulsa, Tagihan & Hiburan
  3. Pilih Pajak PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Bayar dengan ShopeePay/transfer

Bukalapak

  1. Buka aplikasi Bukalapak
  2. Pilih Top Up & Tagihan
  3. Pilih PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Bayar

Keuntungan Marketplace: ✅ Bisa dapat cashback/promo
✅ Pakai saldo e-wallet (GoPay, OVO, Dana)
✅ Mudah jika sudah terbiasa belanja online


Metode 4: Bayar via ATM

Jika tidak punya smartphone, Anda masih bisa bayar via ATM.

ATM BCA

  1. Masukkan kartu ATM
  2. Pilih Transaksi Lainnya
  3. Pilih PembayaranPajak/PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Cek tagihan → Konfirmasi → Bayar

ATM Mandiri

  1. Masukkan kartu ATM
  2. Pilih Bayar/Beli
  3. Pilih LainnyaPajak/PBB
  4. Masukkan NOP
  5. Bayar

Keuntungan ATM: ✅ Tidak perlu internet
✅ Tersedia 24/7
✅ Biaya admin rendah


Metode 5: Bayar Offline (Kantor Pos, Bank, Kelurahan)

Jika lebih nyaman bayar langsung, Anda bisa datang ke:

  1. Kantor Pos terdekat

    • Bawa SPPT
    • Bayar tunai/debit
    • Dapat bukti pembayaran
  2. Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, dll)

    • Datang ke teller
    • Sebutkan "Bayar PBB"
    • Serahkan SPPT atau sebutkan NOP
  3. Kantor Kelurahan/Kecamatan

    • Bayar langsung di tempat penerbitan SPPT
    • Biasanya gratis biaya admin

Keuntungan Offline: ✅ Dapat bantuan petugas jika bingung
✅ Cocok untuk yang tidak familiar dengan teknologi
✅ Bukti pembayaran langsung dicetak


Opsi Cicilan PBB: Bisa Dicicil 3, 6, atau 12 Bulan?

Kabar baik! Beberapa daerah menyediakan opsi cicilan PBB untuk meringankan beban wajib pajak.

Skema Cicilan Umum

OpsiCicilan per BulanContoh (PBB Rp 4,8 juta)
3 bulan1/3 dari PBBRp 1.600.000 × 3 bulan
6 bulan1/6 dari PBBRp 800.000 × 6 bulan
12 bulan1/12 dari PBBRp 400.000 × 12 bulan

Cara Mengajukan Cicilan

  1. Cek ketersediaan di daerah Anda

    • Tanyakan ke kantor kelurahan/kecamatan
    • Atau cek di aplikasi e-SAMSAT (jika tersedia)
  2. Ajukan permohonan cicilan

    • Isi formulir permohonan
    • Serahkan fotokopi SPPT dan KTP
  3. Bayar cicilan sesuai jadwal

    • Biasanya setiap tanggal yang sama setiap bulan
    • Jangan sampai telat agar tidak kena denda

Catatan: Tidak semua daerah menyediakan opsi cicilan. Jika tidak ada, Anda harus bayar sekaligus (lump sum).


Tips Menghindari Denda PBB

1. Set Reminder di Kalender

  • Buat reminder awal Maret setiap tahun
  • Atau lebih baik awal Februari agar punya waktu lebih banyak

2. Bayar Lebih Awal (Januari-Februari)

  • Jangan tunggu sampai akhir Maret
  • Bayar di Januari atau Februari untuk menghindari lupa

3. Aktifkan Notifikasi e-SAMSAT

  • Aplikasi e-SAMSAT bisa kirim notifikasi otomatis
  • Pastikan notifikasi aktif di pengaturan HP

4. Gunakan Auto-Debit (Jika Tersedia)

  • Beberapa bank menyediakan auto-debit untuk PBB
  • Tanyakan ke bank Anda

5. Simpan SPPT di Tempat yang Mudah Diakses

  • Scan SPPT dan simpan di Google Drive/cloud
  • Atau foto dan simpan di folder khusus di HP

6. Cek Status Pembayaran

  • Setelah bayar, cek status di e-SAMSAT
  • Pastikan pembayaran tercatat di sistem

Apa yang Harus Dilakukan Jika SPPT Hilang?

Cara Mendapatkan SPPT Pengganti

  1. Download di e-SAMSAT

    • Login aplikasi e-SAMSAT
    • Pilih menu "SPPT"
    • Download PDF
  2. Cetak ulang di Kelurahan/Kecamatan

    • Datang dengan KTP
    • Minta cetak ulang SPPT
    • Biasanya gratis atau biaya admin kecil (Rp 5.000 - Rp 10.000)
  3. Hubungi Call Center Pajak Daerah

    • Tanyakan nomor call center di website Bapenda daerah Anda
    • Minta kirim SPPT via email

Tips: Jangan panik jika SPPT hilang. Yang penting Anda tahu NOP (Nomor Objek Pajak)—dengan NOP, Anda tetap bisa bayar PBB.


FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pembayaran PBB

1. Apakah bisa bayar PBB lebih awal dari Maret?

Ya! Anda bisa bayar PBB kapan saja, bahkan di Januari atau Februari. Tidak ada denda jika bayar lebih awal—malah lebih aman!

2. Bagaimana jika sudah terlambat 2 tahun?

Anda tetap bisa bayar, tapi akan kena denda maksimal 48% (24 bulan × 2%). Total bayar = PBB terutang + denda.

3. Apakah ada diskon jika bayar lebih awal?

Tergantung daerah. Beberapa daerah memberikan diskon 10-20% jika bayar di bulan Januari. Cek pengumuman dari Bapenda setempat.

4. Bisakah bayar PBB orang lain (atas nama orang lain)?

Ya, asalkan Anda tahu NOP properti tersebut. Sistem tidak cek nama pembayar—yang penting NOP benar.

5. Apakah bukti pembayaran PBB penting?

Sangat penting! Simpan bukti pembayaran sebagai bukti Anda sudah bayar. Jika ada masalah di kemudian hari, bukti ini yang akan menyelamatkan Anda.


Kesimpulan: Bayar PBB Tepat Waktu, Hindari Denda!

Bayar PBB sebenarnya sangat mudah di era digital ini. Anda tidak perlu antri di bank atau kantor pos—cukup buka HP, bayar via e-SAMSAT atau mobile banking, selesai!

Checklist Bayar PBB:

Cek SPPT untuk tahu jumlah PBB dan tenggat
Bayar sebelum 31 Maret (atau sesuai tenggat di SPPT)
Gunakan metode online (e-SAMSAT, mobile banking, marketplace)
Simpan bukti pembayaran dengan baik
Set reminder untuk tahun depan

Jangan sampai kena denda 2% per bulan! Bayar sekarang, tenang sepanjang tahun.

Cek dulu berapa PBB Anda: Kalkulator PBB Online - Masukkan NJOP, langsung tahu jumlah yang harus dibayar.


Artikel terkait:

pbb
bayar pbb online
sppt
denda pbb
e-samsat
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.