Input Data

Hari pertama haid terakhir Anda

Rata-rata jarak antara hari pertama haid ke hari pertama haid berikutnya (21-45 hari)

Pelacakan Harian (Opsional)

Catat suhu basal tubuh dan lendir serviks setiap hari untuk konfirmasi ovulasi yang lebih akurat

Belum ada data tracking. Mulai catat suhu basal dan lendir serviks setiap hari untuk akurasi lebih tinggi.

0 / 45 item

Hasil kalkulasi akan muncul di sini setelah Anda mengklik tombol "Hitung"

Terakhir Diperbarui: 24 November 2025

v1.0.0

Menggunakan metode simptotermal yang direkomendasikan WHO dan standar praktik kebidanan modern untuk akurasi prediksi ovulasi

Cara Menggunakan

Langkah 1: Masukkan Data Dasar

Tanggal Haid Pertama Terakhir (HPHT)

  • Pilih tanggal hari pertama haid terakhir Anda
  • Ini adalah hari pertama Anda mengalami perdarahan menstruasi
  • Contoh: Jika haid dimulai tanggal 1 Januari, masukkan 1 Januari

Lama Siklus Haid

  • Masukkan rata-rata lama siklus haid Anda (dalam hari)
  • Siklus dihitung dari hari pertama haid sampai hari sebelum haid berikutnya dimulai
  • Siklus normal berkisar 21-45 hari (rata-rata 28 hari)
  • Tip: Jika tidak tahu pasti, gunakan 28 hari sebagai perkiraan

Langkah 2: Pelacakan Harian (Opsional tapi Dianjurkan)

Untuk akurasi lebih tinggi, lakukan tracking harian dengan catat:

A. Suhu Basal Tubuh (BBT)

Cara Mengukur:

  1. Waktu: Setiap pagi di jam yang sama (sebelum jam 8 pagi ideal)
  2. Kondisi: Segera setelah bangun, SEBELUM melakukan aktivitas apapun (termasuk duduk, ke kamar mandi, atau bicara)
  3. Alat: Gunakan termometer digital khusus BBT (lebih akurat)
  4. Cara: Letakkan termometer di bawah lidah selama 5 menit
  5. Catat: Masukkan hasil di kolom "Suhu Basal Tubuh"

Yang Perlu Diperhatikan:

  • Tidur minimal 3 jam berturut-turut sebelum mengukur
  • Ukur di waktu yang sama setiap hari (toleransi ±30 menit)
  • Hindari alkohol, begadang, atau sakit yang bisa mempengaruhi suhu

Pola yang Dicari:

  • Setelah ovulasi, suhu akan naik 0.3-0.5°C dan tetap tinggi
  • Kenaikan ini mengonfirmasi ovulasi sudah terjadi
  • Suhu tinggi berlangsung hingga haid berikutnya

B. Lendir Serviks

Cara Memeriksa:

  1. Perhatikan lendir pada pakaian dalam atau tissue saat membersihkan diri
  2. Atau periksa dengan jari bersih (cuci tangan terlebih dahulu)
  3. Perhatikan warna, tekstur, dan elastisitas

Jenis Lendir:

  • Kering: Tidak ada lendir atau vagina terasa kering
  • Lembab/Lengket: Lendir putih/kekuningan, kurang elastis
  • Licin/Creamy: Lendir putih seperti krim, agak licin
  • Putih Telur (PEAK): Lendir jernih, licin, elastis seperti putih telur mentah - MASA PALING SUBUR

Pola yang Dicari:

  • Mendekati ovulasi → lendir semakin banyak dan licin
  • Puncak: Lendir seperti putih telur = ovulasi akan/sedang terjadi
  • Setelah ovulasi → lendir kembali kental/kering

C. Gejala Tambahan (Opsional)

Catat gejala lain yang Anda rasakan:

  • Spotting/Flek: Bercak darah di luar masa haid
  • Kram Perut: Nyeri ringan di perut/panggul
  • Perubahan Mood: Suasana hati lebih sensitif
  • Sakit Payudara: Payudara terasa lebih sensitif/nyeri

Langkah 3: Lihat Hasil

Setelah input data, kalkulator akan menampilkan:

Hasil Utama

  • Tanggal Ovulasi: Prediksi kapan sel telur dilepaskan
  • Masa Subur (6 hari): Periode terbaik untuk berhubungan intim
  • Status Hari Ini: Apakah saat ini masa subur atau tidak
  • Haid Berikutnya: Perkiraan tanggal haid berikutnya

Rincian

  • Fase Siklus Saat Ini: Menstruasi, Folikuler, Ovulasi, atau Luteal
  • Konfirmasi BBT: Status konfirmasi ovulasi dari data suhu
    • Terkonfirmasi: BBT menunjukkan pola kenaikan yang benar
    • Belum Terkonfirmasi: Belum ada pola kenaikan yang jelas
    • Belum Ada Data: Belum ada data BBT yang cukup
  • Hari Puncak Kesuburan: Hari-hari dengan lendir "putih telur"

Tips Maksimalkan Peluang Hamil

1. Waktu Berhubungan Intim

  • Paling ideal: 1-2 hari SEBELUM ovulasi
  • Tetap baik: Hari ovulasi dan 1 hari setelahnya
  • Frekuensi: Setiap 1-2 hari sekali selama masa subur (jangan setiap hari karena bisa mengurangi kualitas sperma)

2. Konsistensi Tracking

  • Lakukan tracking minimal 2-3 siklus untuk melihat pola
  • Semakin konsisten, semakin akurat hasilnya
  • Jangan menyerah jika siklus pertama belum berhasil

3. Gaya Hidup Sehat

  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Olahraga teratur (tidak berlebihan)
  • Kurangi stress
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Tidur cukup 7-8 jam per hari

4. Panduan Islami

  • Berdoa mohon diberi keturunan yang shalih
  • Waktu ideal: Malam hari setelah shalat Isya
  • Baca doa sebelum berhubungan: "Bismillahi Allahumma jannibna asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma razaqtana"
  • Sabar dan tawakal - terus berikhtiar dan berdoa

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan jika:

  • Sudah mencoba hamil lebih dari 12 bulan (atau 6 bulan jika usia >35 tahun)
  • Siklus haid sangat tidak teratur (variasi >7 hari)
  • BBT tidak menunjukkan pola kenaikan setelah 3 bulan tracking
  • Ada nyeri panggul yang tidak wajar
  • Riwayat keguguran berulang

Catatan Penting

Akurasi: Metode simptotermal memiliki akurasi 95-99% jika dilakukan dengan benar dan konsisten. Lebih akur at dari kalender siklus saja (80%).

Kesabaran: Pasangan sehat normal memiliki peluang hamil 20-25% per siklus. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Bukan Kontrasepsi: Kalkulator ini HANYA untuk membantu program hamil, BUKAN untuk mencegah kehamilan.

Pertanyaan Umum

Tags:
kalkulator masa subur
hitung ovulasi
kalender masa subur
program hamil
suhu basal tubuh
bbt kalkulator
lendir serviks
metode simptotermal