Cara Menghitung Cicilan KPR Developer Syariah - Panduan Lengkap 2026

9 min read

Membeli rumah adalah impian banyak orang, termasuk umat Muslim yang ingin memastikan pembiayaannya halal dan bebas riba. Salah satu alternatif yang semakin populer adalah KPR Syariah Developer atau pembiayaan rumah langsung dari developer menggunakan akad syariah.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menghitung cicilan KPR developer syariah, mulai dari rumus, contoh kasus, hingga tips memilih developer yang terpercaya.

Apa Itu KPR Syariah Developer?

KPR Syariah Developer (atau KPR Syariah Non-Bank) adalah pembiayaan rumah di mana pembeli mencicil langsung kepada developer properti, bukan melalui bank. Transaksi ini menggunakan Akad Murabahah atau Akad Istishna' yang sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Perbedaan dengan KPR Bank

AspekKPR Developer SyariahKPR Bank Syariah
AkadMurabahah/Istishna' langsungMurabahah dengan bank sebagai perantara
PengawasanTidak diawasi OJKDiawasi OJK
HargaTetap (flat rate)Tetap atau mengikuti SBIS
TenorBiasanya 3-10 tahunBisa sampai 20 tahun
TransparansiSangat transparan (harga pokok + margin jelas)Kurang transparan
RisikoRisiko developer bermasalahRisiko lebih rendah (ada jaminan bank)

Dalil Syar'i

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"
(QS. Al-Baqarah: 275)

Akad Murabahah adalah akad jual-beli yang halal, di mana penjual (developer) memberitahu harga pokok dan margin keuntungannya secara transparan.

Rumus Menghitung Cicilan KPR Developer Syariah

Perhitungan KPR developer syariah menggunakan sistem flat rate yang sederhana dan transparan:

Langkah 1: Hitung Harga Jual Total

Harga Jual Total = Harga Pokok + Margin Developer
Margin Developer = Harga Pokok × (Margin % ÷ 100)

Contoh:

  • Harga Pokok = Rp 500.000.000
  • Margin Developer = 25%
  • Margin = Rp 500.000.000 × 25% = Rp 125.000.000
  • Harga Jual Total = Rp 625.000.000

Langkah 2: Hitung Uang Muka (DP)

Uang Muka = Harga Pokok × (DP % ÷ 100)

Contoh:

  • Harga Pokok = Rp 500.000.000
  • DP = 20%
  • Uang Muka = Rp 100.000.000

Langkah 3: Hitung Sisa yang Dicicil

Sisa Pokok = Harga Jual Total - Uang Muka

Contoh:

  • Harga Jual Total = Rp 625.000.000
  • Uang Muka = Rp 100.000.000
  • Sisa Pokok = Rp 525.000.000

Langkah 4: Hitung Cicilan Per Bulan

Cicilan Per Bulan = Sisa Pokok ÷ Tenor (dalam bulan)

Contoh:

  • Sisa Pokok = Rp 525.000.000
  • Tenor = 5 tahun = 60 bulan
  • Cicilan Per Bulan = Rp 8.750.000

Langkah 5: Hitung Total yang Dibayar

Total Dibayar = Uang Muka + (Cicilan × Tenor)

Contoh:

  • Uang Muka = Rp 100.000.000
  • Cicilan = Rp 8.750.000 × 60 = Rp 525.000.000
  • Total Dibayar = Rp 625.000.000

Contoh Perhitungan Lengkap

Kasus 1: Rumah Tipe 45 - Margin 25%, DP 20%, Tenor 5 Tahun

Data:

  • Harga Pokok: Rp 500.000.000
  • Margin Developer: 25%
  • Down Payment: 20%
  • Tenor: 5 tahun (60 bulan)

Perhitungan:

  1. Margin = Rp 500 juta × 25% = Rp 125 juta
  2. Harga Jual = Rp 500 juta + Rp 125 juta = Rp 625 juta
  3. Uang Muka = Rp 500 juta × 20% = Rp 100 juta
  4. Sisa Cicilan = Rp 625 juta - Rp 100 juta = Rp 525 juta
  5. Cicilan/Bulan = Rp 525 juta ÷ 60 = Rp 8.750.000
  6. Total Dibayar = Rp 100 juta + Rp 525 juta = Rp 625 juta

Kasus 2: Rumah Tipe 60 - Margin 30%, DP 30%, Tenor 7 Tahun

Data:

  • Harga Pokok: Rp 800.000.000
  • Margin Developer: 30%
  • Down Payment: 30%
  • Tenor: 7 tahun (84 bulan)

Perhitungan:

  1. Margin = Rp 800 juta × 30% = Rp 240 juta
  2. Harga Jual = Rp 800 juta + Rp 240 juta = Rp 1,04 miliar
  3. Uang Muka = Rp 800 juta × 30% = Rp 240 juta
  4. Sisa Cicilan = Rp 1,04 miliar - Rp 240 juta = Rp 800 juta
  5. Cicilan/Bulan = Rp 800 juta ÷ 84 = Rp 9.523.810
  6. Total Dibayar = Rp 240 juta + Rp 800 juta = Rp 1,04 miliar

Kasus 3: Rumah Subsidi Syariah - Margin 20%, DP 10%, Tenor 3 Tahun

Data:

  • Harga Pokok: Rp 300.000.000
  • Margin Developer: 20%
  • Down Payment: 10%
  • Tenor: 3 tahun (36 bulan)

Perhitungan:

  1. Margin = Rp 300 juta × 20% = Rp 60 juta
  2. Harga Jual = Rp 300 juta + Rp 60 juta = Rp 360 juta
  3. Uang Muka = Rp 300 juta × 10% = Rp 30 juta
  4. Sisa Cicilan = Rp 360 juta - Rp 30 juta = Rp 330 juta
  5. Cicilan/Bulan = Rp 330 juta ÷ 36 = Rp 9.166.667
  6. Total Dibayar = Rp 30 juta + Rp 330 juta = Rp 360 juta

Tabel Perbandingan Margin Developer

MarginHarga PokokHarga JualSelisihKeterangan
20%Rp 500 jutaRp 600 jutaRp 100 jutaWajar - Margin standar
25%Rp 500 jutaRp 625 jutaRp 125 jutaWajar - Margin normal
30%Rp 500 jutaRp 650 jutaRp 150 jutaCukup Tinggi - Cek pasaran
35%Rp 500 jutaRp 675 jutaRp 175 jutaTinggi - Bandingkan dengan developer lain
40%Rp 500 jutaRp 700 jutaRp 200 jutaSangat Tinggi - Hati-hati

Tips Memilih Developer Syariah Terpercaya

1. Verifikasi Legalitas

Checklist Legalitas:

  • Berbadan hukum resmi (PT/CV)
  • Memiliki izin lokasi dari pemerintah
  • IMB/PBG (Izin Mendirikan Bangunan) induk
  • Sertifikat tanah atas nama developer (bukan pihak ketiga)
  • NPWP perusahaan

2. Cek Rekam Jejak

Yang Harus Dicek:

  • Proyek sebelumnya yang sudah selesai
  • Testimoni pembeli sebelumnya
  • Tidak ada kasus sengketa tanah
  • Tidak ada proyek mangkrak
  • Reputasi di komunitas properti

3. Tinjau Lokasi Langsung

Hal yang Perlu Dilihat:

  • Progres pembangunan sesuai jadwal
  • Kualitas material bangunan
  • Akses jalan dan infrastruktur
  • Lingkungan sekitar
  • Fasilitas umum (masjid, sekolah, pasar)

4. Baca Akad dengan Teliti

Poin Penting dalam Akad:

  • Harga pokok dan margin tertulis jelas
  • Tidak ada klausul denda berbunga
  • Sanksi keterlambatan (jika ada) untuk amal, bukan keuntungan developer
  • Kapan sertifikat bisa balik nama
  • Hak dan kewajiban kedua belah pihak

5. Konsultasi dengan Ulama

Jika ragu, konsultasikan akad dengan ulama yang memahami fiqh muamalah untuk memastikan kesesuaian dengan syariah.

Keunggulan KPR Developer Syariah

1. Transparansi Tinggi

Harga pokok dan margin developer tertulis jelas dalam akad. Anda tahu persis berapa keuntungan yang diambil developer.

2. Cicilan Tetap (Flat Rate)

Cicilan tidak berubah dari awal sampai akhir. Tidak ada sistem bunga berbunga yang memberatkan.

3. Bebas Riba

Menggunakan akad jual-beli (Murabahah) yang halal, bukan akad pinjaman dengan bunga (riba).

4. Proses Lebih Cepat

Tidak perlu melalui proses approval bank yang panjang. Langsung deal dengan developer.

5. Fleksibilitas Negosiasi

Margin dan tenor bisa dinegosiasikan langsung dengan developer.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

1. Tidak Ada Pengawasan OJK

KPR developer tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga perlindungan konsumen lebih minim.

Solusi: Pilih developer dengan reputasi baik dan legalitas lengkap.

2. Sertifikat Masih Atas Nama Developer

Biasanya sertifikat baru bisa balik nama setelah cicilan lunas.

Solusi: Pastikan ada perjanjian tertulis yang jelas tentang kapan sertifikat bisa balik nama.

3. Risiko Pembangunan Tertunda

Jika developer bermasalah, pembangunan bisa tertunda atau bahkan mangkrak.

Solusi: Cek progres pembangunan secara berkala dan pilih developer dengan rekam jejak baik.

4. Perlindungan Hukum Terbatas

Tidak ada lembaga penjamin seperti di KPR bank.

Solusi: Pastikan semua perjanjian tertulis dan disaksikan notaris.

Perbedaan Margin vs Bunga

AspekMargin (Halal)Bunga (Riba)
AkadJual-beliPinjaman
HargaTetap di awalBisa berubah
PerhitunganDari harga pokokDari sisa utang
SifatKeuntungan jual-beliTambahan utang
TransparansiSangat transparanSering tidak jelas
Hukum IslamHalalHaram

FAQ Seputar KPR Developer Syariah

1. Apakah KPR developer syariah halal?

Ya, halal jika menggunakan akad yang benar (Murabahah/Istishna') dengan syarat:

  • Harga jual disepakati di awal dan tetap
  • Tidak ada denda berbunga
  • Developer memiliki aset sebelum menjual
  • Akad transparan dan jelas

2. Berapa margin wajar untuk KPR developer?

Margin wajar biasanya 20-30%. Jika lebih dari 35%, sebaiknya bandingkan dengan harga pasaran rumah sejenis.

3. Berapa DP minimal untuk KPR developer syariah?

Tidak ada aturan baku, tergantung kebijakan developer. Namun umumnya:

  • DP minimal: 10-20%
  • DP ideal: 20-30%
  • Semakin besar DP, semakin kecil cicilan bulanan

4. Berapa tenor maksimal KPR developer?

Biasanya 3-10 tahun. Lebih pendek dari KPR bank karena developer butuh perputaran modal lebih cepat.

5. Apakah ada denda keterlambatan?

Dalam KPR syariah yang benar, tidak boleh ada denda berbunga. Jika ada sanksi, biasanya berupa ta'zir (teguran) atau denda untuk amal sosial.

6. Kapan sertifikat bisa atas nama saya?

Biasanya setelah cicilan lunas. Namun ada developer yang membolehkan balik nama lebih awal dengan syarat tertentu. Pastikan hal ini tercantum jelas dalam akad.

7. Bagaimana jika developer bangkrut?

Ini risiko terbesar KPR developer. Oleh karena itu, sangat penting memilih developer terpercaya dengan legalitas lengkap dan rekam jejak baik.

Kesimpulan

KPR Developer Syariah adalah alternatif halal untuk membeli rumah dengan sistem cicilan. Perhitungannya sederhana menggunakan rumus flat rate:

Cicilan/Bulan = (Harga Jual Total - Uang Muka) ÷ Tenor

Di mana:

  • Harga Jual Total = Harga Pokok + Margin Developer
  • Margin wajar = 20-30%
  • DP ideal = 20-30%
  • Tenor umum = 3-10 tahun

Tips Penting:

  1. ✅ Verifikasi legalitas developer dengan teliti
  2. ✅ Cek rekam jejak proyek sebelumnya
  3. ✅ Baca akad dengan cermat
  4. ✅ Pastikan tidak ada klausul denda berbunga
  5. ✅ Konsultasikan dengan ulama jika ragu

Gunakan Kalkulator KPR Syariah Developer untuk menghitung cicilan Anda dengan mudah dan akurat.


Wallahu a'lam bishawab. Semoga artikel ini bermanfaat dalam membantu Anda memilih pembiayaan rumah yang halal dan sesuai syariah. Jangan lupa bagikan kepada keluarga dan teman yang membutuhkan!


Sumber Rujukan:

kpr
syariah
properti
islam
kalkulator
murabahah
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.