Cara Menghitung Fidyah Puasa Ramadan: Panduan Lengkap Sesuai Syariat

8 min read

Fidyah adalah kewajiban memberi makan orang miskin sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dilakukan karena kondisi tertentu. Artikel ini akan membahas cara menghitung fidyah dengan benar sesuai dalil Al-Quran dan hadits shahih.

Apa Itu Fidyah?

Fidyah berasal dari kata Arab yang berarti "tebusan" atau "ganti rugi". Dalam konteks puasa Ramadan, fidyah adalah kewajiban memberi makan orang miskin sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dilakukan.

Dalil Fidyah dalam Al-Quran

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 184:

"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Menurut ulama salafus-shalih, fidyah wajib bagi:

1. Orang Tua Renta (Lansia)

Orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi berpuasa, serta tidak diharapkan sembuh atau kuat kembali untuk berpuasa.

Contoh:

  • Kakek berusia 80 tahun yang lemah
  • Nenek berusia 75 tahun dengan berbagai penyakit

2. Orang Sakit Permanen

Orang yang menderita penyakit kronis yang tidak diharapkan sembuh, dan puasa dapat memperburuk kondisinya.

Contoh:

  • Penderita gagal ginjal kronis
  • Pasien kanker stadium lanjut
  • Penderita diabetes parah dengan komplikasi

3. Ibu Hamil dan Menyusui (Ada Khilafiyah)

Ada perbedaan pendapat ulama tentang ibu hamil/menyusui:

Pendapat Pertama (Sebagian Ulama):

  • Wajib fidyah jika ada bahaya pada ibu atau bayi

Pendapat Kedua (Jumhur Ulama):

  • Sebaiknya mengqadha (mengganti) puasa setelah mampu
  • Fidyah hanya jika benar-benar tidak mampu mengqadha sama sekali

Rekomendasi: Konsultasi dengan ulama setempat yang terpercaya.

Cara Menghitung Fidyah: Rumus Dasar

Prinsip Utama

1 hari puasa ditinggalkan = 1 orang miskin yang harus diberi makan

Jadi jika Anda meninggalkan 30 hari puasa Ramadan, maka Anda wajib memberi makan 30 orang miskin.

Takaran Makanan per Orang

Menurut hadits dan konversi modern dari 1 mud:

Makanan Pokok (Beras/Gandum)

  • Ukuran: 0.75 kg makanan pokok per orang
  • Dasar: Konversi modern dari 1 mud = 675-750 gram
  • Catatan: Rumaysho.com menyebutkan 675-750 gram per orang

Makanan Siap Saji (Nasi + Lauk)

  • Ukuran: 1 porsi lengkap per orang
  • Dasar: 1 kali makan kenyang dengan nasi + lauk
  • Estimasi berat: Sekitar 0.75 - 1.5 kg per porsi

Contoh Perhitungan

Contoh 1: Lansia Meninggalkan 30 Hari Puasa (Makanan Pokok)

Input:

  • Hari ditinggalkan: 30 hari
  • Metode: Makanan Pokok (Beras)
  • Takaran: 0.75 kg per orang (fixed)
  • Harga beras: Rp 15.000/kg

Perhitungan:

Total orang = 30 orang
Total beras = 30 × 0.75 kg = 22.5 kg
Total biaya = 22.5 kg × Rp 15.000 = Rp 337.500

Hasil:

  • Harus memberi makan: 30 orang miskin
  • Total beras: 22.5 kg
  • Estimasi biaya: Rp 337.500

Contoh 2: Sakit Permanen dengan Makanan Siap Saji

Input:

  • Hari ditinggalkan: 30 hari
  • Metode: Makanan Siap Saji (Nasi + Lauk)
  • Harga per porsi: Rp 30.000

Perhitungan:

Total orang = 30 orang
Total porsi = 30 porsi (1 porsi per orang)
Total biaya = 30 porsi × Rp 30.000 = Rp 900.000

Hasil:

  • Harus memberi makan: 30 orang miskin
  • Total porsi: 30 porsi
  • Estimasi biaya: Rp 900.000

Metode Pembayaran Fidyah

Metode 1: Makanan Pokok (Beras/Gandum)

Kelebihan:

  • Sesuai dalil (fidyah = memberi makan)
  • Lebih ekonomis
  • Bisa disalurkan melalui lembaga amil

Cara:

  1. Beli beras berkualitas baik
  2. Timbang sesuai takaran yang dipilih
  3. Salurkan ke fakir miskin atau lembaga terpercaya

Metode 2: Makanan Siap Saji

Kelebihan:

  • Langsung bisa dikonsumsi
  • Lebih praktis untuk pemberian langsung

Cara:

  1. Siapkan nasi + lauk yang layak (1 porsi kenyang)
  2. Salurkan langsung ke fakir miskin
  3. Estimasi: Rp 25.000 - Rp 35.000 per porsi

PENTING: Fidyah HARUS Dalam Bentuk Makanan!

Hukum Membayar Fidyah dengan Uang

Menurut ulama salafus-shalih:

❌ TIDAK SAH membayar fidyah dengan uang langsung

Alasan:

  1. Dalil Al-Quran menyebut "memberi makan" (ith'am), bukan "memberi uang"
  2. Hadits shahih menyebutkan memberi makan dengan makanan pokok
  3. Ijma ulama salaf tentang fidyah dalam bentuk makanan

Solusi Praktis

✅ BOLEH:

  • Memberikan uang ke lembaga amil yang terpercaya
  • Lembaga yang akan membeli makanan dan menyalurkannya
  • Memastikan makanan benar-benar sampai ke fakir miskin

✅ LEBIH UTAMA:

  • Membeli makanan sendiri
  • Menyalurkan langsung ke fakir miskin yang dikenal
  • Memastikan mereka benar-benar menerima makanan

Waktu Pembayaran Fidyah

Kapan Fidyah Harus Dibayar?

Boleh dibayar:

  • ✅ Setiap hari setelah tidak puasa
  • ✅ Dikumpulkan lalu dibayar sekaligus
  • ✅ Di bulan Ramadan (lebih utama)
  • ✅ Setelah Ramadan selesai

Waktu yang Dianjurkan: Membayar fidyah di bulan Ramadan agar bermanfaat bagi fakir miskin untuk berbuka puasa.

Kapan Paling Lambat? Tidak ada batas waktu maksimal, tapi segeralah menunaikan agar tidak tertunda.

Bolehkah Fidyah Diwakilkan?

Hukum Mewakilkan Fidyah

✅ BOLEH memberikan fidyah melalui:

  1. Keluarga yang menyalurkan atas nama Anda
  2. Lembaga amil zakat yang terpercaya
  3. Organisasi Islam yang menyalurkan fidyah

Syarat:

  • Fidyah tetap dalam bentuk makanan
  • Lembaga terpercaya dan amanah
  • Pastikan makanan benar-benar tersalurkan

Lembaga yang Dapat Menyalurkan Fidyah

Beberapa lembaga terpercaya:

  • Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)
  • Rumah Zakat
  • Dompet Dhuafa
  • Lazis NU, Lazis Muhammadiyah
  • Masjid setempat dengan pengurus yang amanah

Perbedaan Fidyah dan Kafarat

Banyak yang masih bingung antara fidyah dan kafarat. Berikut perbedaannya:

Fidyah

  • Sebab: Tidak mampu puasa (alasan permanen)
  • Jumlah: 1 hari = 1 orang miskin
  • Untuk: Lansia, sakit permanen

Kafarat

  • Sebab: Melanggar puasa dengan sengaja (jimak)
  • Jumlah: 1 pelanggaran = 60 orang miskin (atau alternatif lain)
  • Untuk: Orang yang melanggar puasa Ramadan

Perbedaan Fidyah dan Qadha

Fidyah

  • Untuk yang TIDAK MAMPU puasa sama sekali
  • Membayar dengan memberi makan orang miskin
  • Tidak perlu mengganti puasa

Qadha (Mengganti Puasa)

  • Untuk yang MASIH MAMPU tapi berhalangan sementara
  • Mengganti dengan puasa di hari lain
  • Tidak perlu memberi makan orang miskin

Contoh Qadha:

  • Orang sakit yang diharapkan sembuh
  • Wanita haid/nifas
  • Musafir (dalam perjalanan)

Tips Menunaikan Fidyah

1. Hitung dengan Tepat

Gunakan Kalkulator Fidyah untuk menghitung dengan akurat.

2. Pilih Beras Berkualitas

  • Jangan pilih beras murahan
  • Minimal kualitas yang Anda konsumsi sendiri
  • Lebih baik kualitas yang baik

3. Salurkan dengan Benar

  • Pastikan tersalur ke fakir miskin yang berhak
  • Jangan salurkan ke orang yang sudah mampu
  • Utamakan yang benar-benar membutuhkan

4. Niatkan dengan Ikhlas

"Aku niat membayar fidyah puasa Ramadan
karena tidak mampu berpuasa,
semata-mata karena Allah Ta'ala."

5. Segerakan Pembayaran

  • Jangan ditunda-tunda
  • Lebih baik di bulan Ramadan
  • Kalau belum Ramadan, tunaikan segera setelah tidak puasa

Tanya Jawab Seputar Fidyah

Q: Apakah fidyah bisa dibayar di awal Ramadan?

A: Boleh, bahkan lebih baik karena bisa membantu fakir miskin untuk berbuka puasa selama Ramadan.

Q: Jika kondisi membaik, apakah tetap wajib fidyah?

A: Jika sudah membayar fidyah karena sakit permanen, lalu kondisi membaik dan bisa puasa, maka untuk tahun-tahun berikutnya wajib puasa kembali. Fidyah yang sudah dibayar tidak perlu dikembalikan.

Q: Bolehkah fidyah diberikan ke satu orang saja?

A: Boleh. Jika Anda meninggalkan 30 hari puasa, Anda boleh memberikan 30 kali takaran makanan kepada 1 orang miskin, atau dibagi ke banyak orang.

Q: Apakah bisa membayar fidyah dengan nasi box?

A: Boleh, asalkan 1 box berisi makanan yang cukup untuk 1 kali makan kenyang (nasi + lauk).

Q: Berapa harga fidyah per hari?

A: Tergantung metode:

  • Makanan pokok (0.75 kg): Rp 11.250 - Rp 18.750 (dengan harga beras Rp 15.000 - Rp 25.000/kg)
  • Makanan siap saji: Rp 25.000 - Rp 35.000 per porsi

Kesimpulan

Fidyah adalah kewajiban syariat bagi yang tidak mampu berpuasa karena kondisi permanen. Cara menghitungnya sederhana: 1 hari puasa = 1 orang miskin yang harus diberi makan.

Poin Penting:

  1. ✅ Fidyah HARUS dalam bentuk makanan, bukan uang
  2. ✅ 1 hari = 1 orang miskin (0.75 kg makanan pokok ATAU 1 porsi siap saji)
  3. ✅ Boleh diwakilkan ke lembaga amil terpercaya
  4. ✅ Lebih utama dibayar di bulan Ramadan
  5. ✅ Pastikan tersalurkan ke fakir miskin yang berhak

Gunakan Kalkulator Fidyah

Untuk memudahkan perhitungan fidyah Anda, gunakan Kalkulator Fidyah yang sudah kami sediakan. Kalkulator ini akan membantu Anda:

  • Menghitung jumlah orang yang harus diberi makan
  • Menghitung total makanan yang dibutuhkan
  • Estimasi biaya untuk budgeting
  • Panduan lengkap sesuai dalil syariat

Semoga artikel ini bermanfaat dan memudahkan Anda dalam menunaikan fidyah dengan benar sesuai syariat Islam.


Referensi:

  • QS. Al-Baqarah: 184
  • Rumaysho.com - Fidyah Puasa
  • Muslim.or.id - Hukum Fidyah
  • Muslimah.or.id - Panduan Fidyah
  • Almanhaj.or.id - Fiqih Puasa

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan pendapat ulama salafus-shalih. Untuk kasus khusus, silakan konsultasi dengan ulama setempat yang terpercaya.

fidyah
puasa
ramadan
fiqih
islam
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.