Cara Menghitung Gaji Bersih Karyawan: Panduan Lengkap dengan Kalkulator 2025

6 min read

Memahami cara menghitung gaji bersih adalah hal penting bagi setiap karyawan. Gaji bersih atau yang sering disebut sebagai take home pay adalah jumlah uang yang benar-benar Anda terima setelah dipotong berbagai komponen seperti pajak dan iuran BPJS.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara menghitung gaji bersih Anda dengan mudah dan akurat.

Apa Itu Gaji Bersih?

Gaji bersih adalah pendapatan yang diterima karyawan setelah dikurangi berbagai potongan wajib. Potongan ini mencakup:

  • Pajak Penghasilan (PPh 21)
  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • Potongan lainnya (jika ada)

Gaji bersih inilah yang akan masuk ke rekening bank Anda setiap bulan dan menjadi dasar perencanaan keuangan Anda.

Formula Cara Menghitung Gaji Bersih

Formula dasar untuk menghitung gaji bersih adalah:

Gaji Bersih = Gaji Kotor - Total Potongan

Atau lebih lengkapnya:

Gaji Bersih = (Gaji Pokok + Tunjangan + Bonus) - (PPh 21 + BPJS Kesehatan + BPJS Ketenagakerjaan + Potongan Lain)

Komponen Gaji Kotor

  1. Gaji Pokok: Upah dasar yang diterima karyawan
  2. Tunjangan Tetap: Tunjangan jabatan, transport, makan, dll
  3. Tunjangan Tidak Tetap: Bonus, insentif, lembur, dll

Komponen Potongan Gaji

  1. PPh 21: Pajak penghasilan karyawan (tarif progresif 5% - 30%)
  2. BPJS Kesehatan: 1% dari gaji (dibayar karyawan)
  3. BPJS Ketenagakerjaan:
    • JHT (Jaminan Hari Tua): 2% dari gaji
    • JP (Jaminan Pensiun): 1% dari gaji

Langkah-Langkah Menghitung Gaji Bersih

Langkah 1: Hitung Gaji Kotor

Jumlahkan seluruh penghasilan:

Gaji Kotor = Gaji Pokok + Tunjangan + Bonus

Contoh:

  • Gaji Pokok: Rp 8.000.000
  • Tunjangan Jabatan: Rp 2.000.000
  • Tunjangan Transport: Rp 500.000

Gaji Kotor = Rp 10.500.000

Langkah 2: Hitung Potongan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan = 1% × Gaji Kotor

Contoh: BPJS Kesehatan = 1% × Rp 10.500.000 = Rp 105.000

Langkah 3: Hitung Potongan BPJS Ketenagakerjaan

JHT = 2% × Gaji Kotor
JP = 1% × Gaji Kotor
Total BPJS Ketenagakerjaan = JHT + JP

Contoh:

  • JHT = 2% × Rp 10.500.000 = Rp 210.000
  • JP = 1% × Rp 10.500.000 = Rp 105.000
  • Total = Rp 315.000

Langkah 4: Hitung PPh 21

Perhitungan PPh 21 lebih kompleks karena menggunakan tarif progresif:

  1. Hitung Penghasilan Neto per Tahun
  2. Kurangi dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)
  3. Hitung PKP (Penghasilan Kena Pajak)
  4. Aplikasikan tarif progresif

Tarif PPh 21:

  • 5% untuk PKP sampai Rp 60 juta
  • 15% untuk PKP Rp 60 juta - Rp 250 juta
  • 25% untuk PKP Rp 250 juta - Rp 500 juta
  • 30% untuk PKP di atas Rp 500 juta

Contoh (simplified): Misalkan PPh 21 bulanan = Rp 525.000

Langkah 5: Hitung Gaji Bersih

Gaji Bersih = Gaji Kotor - (BPJS Kesehatan + BPJS Ketenagakerjaan + PPh 21)

Contoh: Gaji Bersih = Rp 10.500.000 - (Rp 105.000 + Rp 315.000 + Rp 525.000) Gaji Bersih = Rp 9.555.000

Menggunakan Kalkulator Gaji Bersih

Menghitung gaji bersih secara manual bisa memakan waktu dan rentan kesalahan, terutama untuk perhitungan PPh 21 yang kompleks.

Solusinya? Gunakan Kalkulator Gaji Bersih 2025 otomatis!

Dengan kalkulator gaji bersih, Anda hanya perlu memasukkan:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan (jika ada)
  • Status pernikahan dan tanggungan (untuk PTKP)
  • Komponen BPJS

Kalkulator akan langsung menghitung: ✓ Total potongan ✓ PPh 21 yang harus dibayar ✓ Take home pay (gaji bersih) Anda

Coba Sekarang: Hitung Gaji Bersih Anda dengan Tarif TER 2025

Faktor yang Mempengaruhi Gaji Bersih

1. Status Pernikahan dan Tanggungan

PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) berbeda berdasarkan status:

  • TK/0 (Tidak Kawin, 0 tanggungan): Rp 54 juta/tahun
  • K/0 (Kawin, 0 tanggungan): Rp 58,5 juta/tahun
  • K/1 (Kawin, 1 tanggungan): Rp 63 juta/tahun
  • Dan seterusnya

Semakin tinggi PTKP, semakin rendah PPh 21 yang harus dibayar.

2. Komponen Tunjangan

Beberapa tunjangan mungkin tidak dikenakan pajak atau BPJS, tergantung kebijakan perusahaan dan peraturan yang berlaku.

3. Kebijakan Perusahaan

Beberapa perusahaan menanggung sebagian atau seluruh iuran BPJS karyawan, sehingga meningkatkan take home pay.

Tips Maksimalkan Gaji Bersih Anda

1. Manfaatkan PTKP dengan Benar

Pastikan Anda melaporkan status pernikahan dan tanggungan dengan benar agar mendapat potongan PTKP yang sesuai.

2. Pahami Komponen Gaji Anda

Tanyakan kepada HRD tentang komponen gaji yang dikenakan pajak dan yang tidak. Ini akan membantu Anda memahami slip gaji dengan lebih baik.

3. Pertimbangkan Benefit Non-Tunai

Beberapa benefit seperti asuransi kesehatan, fasilitas kendaraan, atau saham perusahaan mungkin lebih menguntungkan dari segi pajak dibanding kenaikan gaji tunai.

4. Rencanakan Keuangan dari Gaji Bersih

Selalu gunakan angka gaji bersih (bukan gaji kotor) sebagai dasar perencanaan keuangan Anda untuk menghindari over-budget.

Perbedaan Take Home Pay dengan Gaji Kotor

Banyak orang yang baru bekerja sering terkejut ketika gaji yang diterima lebih rendah dari yang dijanjikan. Ini karena angka yang dijanjikan biasanya adalah gaji kotor, bukan take home pay.

Contoh:

  • Gaji yang dijanjikan: Rp 10 juta (kotor)
  • Yang diterima di rekening: Rp 9 juta (bersih)
  • Selisih Rp 1 juta adalah potongan untuk pajak dan BPJS

Oleh karena itu, selalu tanyakan apakah angka yang disebutkan dalam offer letter adalah gaji kotor atau bersih.

Kesalahan Umum dalam Menghitung Gaji Bersih

1. Lupa Menghitung BPJS

Banyak yang hanya menghitung PPh 21 tanpa memperhitungkan potongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

2. Salah Hitung Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 bersifat progresif, bukan flat. Jangan mengalikan seluruh penghasilan dengan tarif tertinggi.

3. Tidak Memperhitungkan PTKP

PTKP mengurangi penghasilan yang dikenakan pajak. Pastikan Anda memasukkan PTKP yang sesuai dengan status Anda.

4. Menggunakan Gaji Kotor untuk Budget

Selalu gunakan gaji bersih sebagai dasar perencanaan keuangan, bukan gaji kotor.

Contoh Perhitungan Lengkap

Mari kita lihat contoh perhitungan lengkap untuk karyawan dengan profil berikut:

Data Karyawan:

  • Gaji Pokok: Rp 12.000.000
  • Tunjangan Jabatan: Rp 3.000.000
  • Status: Kawin, 1 anak (K/1)

Perhitungan:

  1. Gaji Kotor: Rp 15.000.000

  2. BPJS Kesehatan: 1% × Rp 15.000.000 = Rp 150.000

  3. BPJS Ketenagakerjaan:

    • JHT: 2% × Rp 15.000.000 = Rp 300.000
    • JP: 1% × Rp 15.000.000 = Rp 150.000
    • Total: Rp 450.000
  4. PPh 21 (simplified): ±Rp 950.000

  5. Total Potongan: Rp 150.000 + Rp 450.000 + Rp 950.000 = Rp 1.550.000

  6. Gaji Bersih: Rp 15.000.000 - Rp 1.550.000 = Rp 13.450.000

Kesimpulan

Menghitung gaji bersih adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap karyawan. Dengan memahami komponen gaji kotor dan potongan yang berlaku, Anda dapat:

  • Merencanakan keuangan dengan lebih baik
  • Memahami slip gaji Anda
  • Mengevaluasi tawaran pekerjaan dengan lebih akurat
  • Mengoptimalkan strategi pajak Anda

Untuk kemudahan, gunakan Kalkulator Gaji Bersih 2025 yang akurat dan mudah digunakan. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengetahui berapa take home pay Anda tanpa perlu menghitung manual.

Ingat: gaji bersih adalah uang yang benar-benar Anda miliki. Gunakan angka ini, bukan gaji kotor, untuk semua perencanaan keuangan Anda!


Artikel Terkait:

keuangan
gaji
kalkulator
karyawan
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.