Contoh Perhitungan BEP untuk UMKM (Kuliner, Retail, Jasa)

3 min read

Teori rumus BEP kadang membingungkan jika tidak melihat penerapannya langsung. Karakteristik bisnis yang berbeda (Kuliner vs Retail vs Jasa) memiliki struktur biaya yang berbeda pula.

Di artikel ini, kita akan membedah 3 studi kasus perhitungan BEP untuk jenis UMKM yang paling umum di Indonesia.


Kasus 1: Bisnis Kuliner (Warung Nasi Goreng)

Karakteristik: Margin biasanya cukup besar (40-60%), tapi volume penjualan harus tinggi.

Data Keuangan "Nasgor Mas Bro":

  • Biaya Tetap: Rp 4.000.000/bulan (Sewa tempat + Listrik + Gaji 1 asisten)
  • Harga Jual: Rp 18.000/porsi
  • Biaya Variabel: Rp 10.000/porsi (Beras, telur, ayam, bumbu, minyak, gas, kertas bungkus)

Perhitungan:

  1. Margin Kontribusi: Rp 18.000 - Rp 10.000 = Rp 8.000/porsi
  2. BEP Unit: Rp 4.000.000 / Rp 8.000 = 500 porsi/bulan
  3. Target Harian: 500 porsi / 25 hari = 20 porsi/hari

Analisis: Target 20 porsi per hari sangat masuk akal untuk warung nasi goreng. Jika Mas Bro bisa menjual 40 porsi sehari, maka 20 porsi pertama untuk menutup modal, dan 20 porsi berikutnya adalah keuntungan bersih (20 x Rp 8.000 = Rp 160.000 laba bersih harian).


Kasus 2: Bisnis Retail (Toko Hijab Online)

Karakteristik: Margin tipis (10-30%), persaingan harga ketat, biaya tetap relatif rendah jika online.

Data Keuangan "Hijab Cantik":

  • Biaya Tetap: Rp 1.500.000/bulan (Kuota internet, admin sosmed, biaya platform marketplace)
  • Harga Jual: Rp 50.000/pcs
  • Biaya Variabel: Rp 35.000/pcs (Harga kulakan/HPP + packing)

Perhitungan:

  1. Margin Kontribusi: Rp 50.000 - Rp 35.000 = Rp 15.000/pcs
  2. BEP Unit: Rp 1.500.000 / Rp 15.000 = 100 pcs/bulan
  3. Target Harian: 100 pcs / 30 hari = ~4 pcs/hari

Analisis: Meskipun margin per produk kecil (Rp 15.000), biaya tetap bisnis online juga kecil. Hanya perlu menjual 4 hijab sehari untuk balik modal. Tantangannya adalah marketing agar bisa mencapai volume tersebut di tengah persaingan.


Kasus 3: Bisnis Jasa (Freelance Desain Grafis)

Karakteristik: Biaya variabel SANGAT KECIL (hampir nol), margin sangat besar, tapi kapasitas produksi terbatas waktu.

Data Keuangan "Andi Design":

  • Biaya Tetap: Rp 3.000.000/bulan (Cicilan laptop, software subscription, internet, listrik rumah)
  • Harga Jual: Rp 500.000/desain (Logo UMKM)
  • Biaya Variabel: Rp 0 (Atau sangat kecil, misal listrik per jam kerja, kita anggap Rp 20.000 untuk kopi/snack saat kerja)

Perhitungan:

  1. Margin Kontribusi: Rp 500.000 - Rp 20.000 = Rp 480.000/desain
  2. BEP Unit: Rp 3.000.000 / Rp 480.000 = 6,25 desain (dibulatkan jadi 7 desain)

Analisis: Andi harus mendapatkan minimal 7 klien per bulan untuk menutup biaya hidup dan operasionalnya. Perhatikan bahwa di bisnis jasa, Margin Kontribusi hampir sama dengan Harga Jual. Ini membuat BEP unit terlihat kecil (cuma 7 unit), tapi usaha untuk mendapatkan 1 klien jasa biasanya lebih sulit daripada menjual 1 porsi nasi goreng.


Kesimpulan dari 3 Kasus

Jenis BisnisMarginVolume BEPFokus Strategi
KulinerSedangSedangJaga rasa & lokasi strategis
RetailKecilTinggiMarketing masif & perputaran stok cepat
JasaBesarRendahKualitas portofolio & kepercayaan klien

Apapun jenis bisnis Anda, rumusnya tetap sama. Yang membedakan adalah strategi untuk mencapai angka BEP tersebut.

Sudah siap menghitung BEP bisnis Anda sendiri? Gunakan Kalkulator BEP sekarang juga!

contoh bep
studi kasus bep
bep kuliner
bep retail
bep jasa
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.