MPASI: Kapan Mulai dan Menu Apa? Panduan Lengkap untuk Ibu Baru

10 min read

MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah milestone penting dalam perjalanan parenting. Tapi kapan tepatnya mulai? Makanan apa yang diberikan pertama kali? Berapa porsinya? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan Anda dengan panduan lengkap berbasis rekomendasi WHO dan Kemenkes RI.

Kapan Bayi Boleh Mulai MPASI?

Jawaban singkatnya: Tepat saat bayi genap 6 bulan (180 hari).

Mengapa Harus Tunggu 6 Bulan?

Alasan Medis dan Ilmiah:

  1. Sistem Pencernaan Belum Siap (< 6 bulan)

    • Usus bayi masih "terbuka" (immature gut)
    • Enzim pencernaan (amilase, lipase) belum cukup
    • Risiko tinggi: alergi, diare, infeksi
  2. ASI Sudah Cukup (0-6 bulan)

    • ASI mengandung 100% nutrisi yang dibutuhkan bayi
    • ASI 88% air (tidak perlu air putih tambahan)
    • Antibodi dalam ASI melindungi bayi
  3. Refleks Menolak (Tongue-Thrust Reflex)

    • Bayi < 6 bulan refleks mendorong makanan keluar
    • Refleks ini hilang sekitar 5-6 bulan
  4. Risiko Obesitas dan Diabetes

    • MPASI dini (< 4 bulan) meningkatkan risiko obesitas 6x lipat
    • Gangguan metabolisme glukosa di kemudian hari

Tanda-Tanda Bayi Siap MPASI

Meskipun usia 6 bulan adalah patokan, pastikan bayi Anda menunjukkan developmental readiness:

Kepala tegak dan stabil (bisa duduk dengan bantuan)
Hilangnya refleks tongue-thrust (tidak mendorong makanan keluar)
Menunjukkan ketertarikan pada makanan (memperhatikan orang makan, membuka mulut saat sendok didekatkan)
Koordinasi tangan-mulut baik (bisa memasukkan tangan/mainan ke mulut)
Berat badan 2x lipat dari berat lahir (indikator kesiapan metabolisme)

Jangan pakai ini sebagai patokan: ❌ Bayi sering lapar (ASI mungkin kurang)
❌ Bayi bangun malam hari (normal untuk bayi < 1 tahun)
❌ Bayi bisa duduk sendiri (ini terlalu lama, umumnya 7-8 bulan)

Prinsip "Single Ingredient" (3-Day Rule)

Perkenalkan 1 jenis makanan baru setiap 3 hari.

Tujuannya:

  • Deteksi alergi (ruam, diare, muntah)
  • Bayi belajar mengenal rasa spesifik
  • Mudah identifikasi pemicu jika ada masalah

Pilihan Terbaik untuk Pemula:

Buah:

  • Pisang (mudah dicerna, manis alami)
  • Alpukat (lemak sehat, creamy)
  • Pepaya (enzim papain bantu pencernaan)
  • Pir (rendah alergi)

Sayuran:

  • Kentang (karbohidrat lembut)
  • Ubi jalar (vitamin A tinggi)
  • Labu kuning (manis, mudah dicerna)
  • Wortel (beta-karoten)

Cara Penyajian:

  • Haluskan sampai tekstur smooth puree (tanpa gumpalan)
  • Jangan tambahkan garam, gula, atau penyedap
  • Berikan 2-3 sendok makan di awal (jangan paksa habis)

Setelah bayi terbiasa dengan pure buah/sayur, tambahkan:

Protein Hewani (Prioritas Tinggi!):

  • Kuning telur rebus (hari 4-6) → Zat besi, kolin untuk otak
  • Ikan (salmon, kembung, teri) (hari 7-9) → DHA, omega-3
  • Ayam kampung (hari 10-12) → Protein tinggi
  • Hati ayam (hari 13-15, 1x/minggu) → Zat besi super tinggi (5mg per potong kecil)

Protein Nabati:

  • Tempe (hari 16-18) → Probiotik alami
  • Tahu (hari 19-21) → Protein, kalsium
  • Kacang hijau (hari 22-24) → Zat besi, folat

Karbohidrat:

  • Bubur beras putih (hari 25-27)
  • Oatmeal (hari 28-30) → Serat, zat besi

Sekarang bayi sudah familiar dengan berbagai bahan. Mulai kombinasikan:

Contoh Kombinasi:

  • Bubur beras + ayam + wortel + bayam
  • Kentang + ikan + brokoli + minyak kelapa (sedikit)
  • Nasi tim + telur + labu kuning + sawi
  • Ubi + tempe + tomat

Tekstur: Masih halus tapi mulai ada sedikit tekstur (mashed, bukan pure halus lagi)

Jadwal Feeding MPASI Berdasarkan Usia

6-8 Bulan

Frekuensi: 2-3x makanan + ASI on-demand (8-12x/hari)

Contoh Jadwal:

  • 07:00 - ASI
  • 08:00 - MPASI 1 (3-4 sdm)
  • 10:00 - ASI
  • 12:00 - ASI
  • 13:00 - MPASI 2 (4-5 sdm)
  • 15:00 - ASI
  • 18:00 - MPASI 3 (3-4 sdm) → opsional
  • 20:00 - ASI sebelum tidur
  • 23:00-06:00 - ASI jika bayi bangun

Porsi Total: 125-250 ml (½-1 mangkuk kecil) per hari

9-11 Bulan

Frekuensi: 3-4x makanan + 1-2x snack + ASI

Contoh Jadwal:

  • 07:00 - ASI
  • 08:00 - Sarapan (5-6 sdm)
  • 10:00 - Snack (buah potong/finger food)
  • 12:00 - ASI
  • 13:00 - Makan siang (6-7 sdm)
  • 15:00 - Snack (yogurt/biskuit bayi)
  • 18:00 - Makan malam (5-6 sdm)
  • 20:00 - ASI sebelum tidur

Porsi Total: 250-375 ml (1-1½ mangkuk kecil) per hari
Tekstur: Makanan cincang halus, finger foods mulai diperkenalkan

12-24 Bulan

Frekuensi: 3x makan utama + 2x snack + ASI/susu

Contoh Jadwal:

  • 07:00 - Susu/ASI
  • 08:00 - Sarapan (¾ mangkuk)
  • 10:00 - Snack
  • 12:00 - Makan siang (1 mangkuk)
  • 15:00 - Snack
  • 18:00 - Makan malam (1 mangkuk)
  • 20:00 - Susu/ASI sebelum tidur

Porsi Total: 375-500 ml (1½-2 mangkuk) per hari
Tekstur: Makanan keluarga dipotong kecil

Contoh Menu MPASI 1 Minggu (Usia 8 Bulan)

Senin

  • Pagi: Bubur ayam + wortel + bayam (5 sdm)
  • Siang: Kentang + telur + brokoli (5 sdm)
  • Sore: Nasi tim ikan + labu kuning (4 sdm)

Selasa

  • Pagi: Bubur beras + hati ayam + sawi (5 sdm)
  • Siang: Ubi + tempe + wortel (5 sdm)
  • Sore: Nasi tim ayam + bayam merah (4 sdm)

Rabu

  • Pagi: Oatmeal + pisang + kuning telur (5 sdm)
  • Siang: Bubur ikan + brokoli + tomat (5 sdm)
  • Sore: Kentang + tahu + wortel (4 sdm)

Kamis

  • Pagi: Nasi tim telur + labu kuning + sawi (5 sdm)
  • Siang: Bubur ayam + bayam + wortel (5 sdm)
  • Sore: Ubi + ikan + brokoli (4 sdm)

Jumat

  • Pagi: Bubur beras + daging sapi + wortel (5 sdm)
  • Siang: Kentang + tempe + bayam (5 sdm)
  • Sore: Nasi tim ikan + labu + sawi (4 sdm)

Sabtu

  • Pagi: Oatmeal + alpukat + kuning telur (5 sdm)
  • Siang: Nasi tim ayam + brokoli + tomat (5 sdm)
  • Sore: Bubur ikan teri + wortel + bayam (4 sdm)

Minggu

  • Pagi: Bubur beras + hati ayam + labu kuning (5 sdm)
  • Siang: Kentang + telur + sawi hijau (5 sdm)
  • Sore: Nasi tim tempe + wortel + brokoli (4 sdm)

Catatan: Setiap makan diselingi ASI on-demand. Snack buah diberikan pagi dan sore.

Makanan yang HARUS DIHINDARI

Sampai Usia 1 Tahun

BAHAYA SERIUS:MADU → Risiko botulisme (fatal untuk bayi < 1 tahun)
Garam & gula tambahan → Ginjal belum siap
Susu sapi murni sebagai minuman utama → Tunggu >1 tahun (bisa sebagai campuran masakan)
Makanan keras utuh (anggur, kacang, permen) → Bahaya tersedak
Makanan mentah (telur mentah, sushi, daging mentah) → Risiko infeksi

HATI-HATI (Tes Alergi): ⚠️ Putih telur (tes di 8-9 bulan)
⚠️ Seafood (udang, cumi) → tunggu 10-12 bulan
⚠️ Kacang → perkenalkan bertahap, awasi reaksi

Sampai Usia 2-3 Tahun

Minuman bersoda
Jus kemasan (tinggi gula, rendah serat)
Makanan cepat saji (nugget, sosis, bakso komersial)
Snack kemasan tinggi garam/gula (keripik, biskuit manis berlebihan)

Kesalahan Umum MPASI (dan Cara Menghindarinya)

1. MPASI Terlalu Dini (< 6 Bulan)

Salah: "Bayi saya lapar terus, saya kasih pisang di 4 bulan."

Benar: Tingkatkan frekuensi ASI/susu formula. Tunggu hingga genap 6 bulan. Bayi yang "lapar terus" biasanya growth spurt, bukan tanda perlu MPASI.

2. Memberikan Juice Buah sebagai Pengganti Buah

Salah: "Saya kasih jus jeruk setiap hari."

Benar: Jus menghilangkan serat dan meningkatkan gula. Berikan buah utuh (dihaluskan atau dipotong). Batasi jus maksimal 120ml/hari (>1 tahun).

3. Tidak Memberikan Protein Hewani

Salah: "Bayi vegetarian, hanya diberi sayur dan buah."

Benar: Protein hewani (telur, ikan, ayam, daging) wajib untuk perkembangan otak dan cegah anemia. Jika vegetarian, konsultasi dokter untuk suplemen B12, zat besi, zinc.

4. Memaksa Bayi Menghabiskan Porsi

Salah: "Harus habis 1 mangkuk!"

Benar: Bayi punya hunger cues alami. Jika bayi menolak setelah 5-10 suap, stop. Coba lagi 1-2 jam kemudian. Memaksa makan bisa sebabkan:

  • Hubungan negatif dengan makanan
  • Overfeeding → obesitas
  • Stress untuk bayi dan orang tua

5. Memberikan Makanan yang Sama Terus-Menerus

Salah: "Bayi suka bubur ayam, jadi setiap hari bubur ayam."

Benar: Variasi penting untuk:

  • Spektrum nutrisi lengkap
  • Mencegah kebosanan
  • Melatih adaptasi rasa
  • Reduce risk picky eater

Rotasi protein: Telur → Ikan → Ayam → Tempe → Daging → Hati (1x/minggu)

Tips Sukses MPASI

1. Responsive Feeding

  • Amati hunger cues: Bayi membuka mulut, condong ke depan
  • Amati fullness cues: Bayi menutup mulut, memalingkan kepala, mendorong sendok
  • Jangan distraksi (TV, mainan) saat makan

2. Baby-Led Weaning (BLW) vs Traditional Spoon-Feeding

Anda bisa kombinasikan keduanya!

Traditional (Puree):

  • Pro: Lebih mudah dikontrol porsi, bisa pastikan nutrisi tertentu
  • Kontra: Bayi tidak belajar self-feeding

BLW (Finger Foods):

  • Pro: Bayi belajar motorik halus, self-regulation
  • Kontra: Lebih messy, sulit pastikan bayi makan cukup

Rekomendasi: Start with puree (6-7 bulan), gradually introduce finger foods (8-9 bulan).

3. Meal Prep untuk Efisiensi

  • Batch cooking: Masak 3-5 porsi sekaligus, simpan di freezer
  • Ice cube trays: Porsi kecil sempurna untuk MPASI
  • Label tanggal: Makanan beku tahan 1 bulan

4. Jangan Takut "Messy"

Belajar makan = messy! Biarkan bayi eksplorasi:

  • Sentuh makanan dengan tangan
  • Remas-remas tekstur
  • Coba makan sendiri (walaupun berantakan)

Ini bagian dari sensory development dan motor skill training.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

🔴 Segera ke dokter jika:

  • Bayi menolak makan selama >3 hari
  • Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut
  • Diare atau muntah berulang setelah MPASI
  • Reaksi alergi (ruam parah, sesak napas, bengkak)
  • Bayi sangat rewel setelah makan (kemungkinan alergi/intoleransi)

Kesimpulan

MPASI adalah perjalanan, bukan sprint. Ingat:

Tunggu hingga 6 bulan (jangan terburu-buru)
Mulai dengan single ingredient (pure buah/sayur)
Prioritaskan protein hewani (telur, ikan, ayam, hati)
Variasikan menu setiap hari
Jangan paksa makan (ikuti hunger cues bayi)
Hindari garam, gula, madu (< 1 tahun)
ASI tetap diberikan hingga 2 tahun atau lebih

Butuh panduan menu spesifik untuk bayi Anda?
Gunakan Kalkulator Gizi Bayi untuk mendapatkan rekomendasi nutrisi personal berdasarkan usia, berat, dan tinggi bayi Anda—lengkap dengan contoh menu harian dan makanan yang harus dihindari!


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Bolehkah MPASI dimulai di 5 bulan jika bayi sudah bisa duduk?
A: Tidak disarankan. Kemampuan duduk bukan satu-satunya indikator kesiapan. Sistem pencernaan dan refleks tongue-thrust belum matang di 5 bulan. Tunggu hingga genap 6 bulan sesuai rekomendasi WHO dan Kemenkes.

Q: Apakah bayi perlu minum air putih setelah mulai MPASI?
A: Ya, setelah mulai MPASI (6 bulan), bayi boleh diberi air putih 60-120ml/hari di sela-sela makan. ASI tetap sumber cairan utama.

Q: Bagaimana jika bayi menolak sayur?
A: Normal! Bisa butuh 10-15x exposure sebelum bayi menerima rasa baru. Tips:

  • Campurkan sayur dengan makanan favoritnya (contoh: bayam + telur)
  • Variasikan cara masak (kukus, tumis, pure)
  • Jangan menyerah—terus tawarkan

Q: Apakah boleh memberikan garam/gula sedikit untuk rasa?
A: Tidak. Ginjal bayi < 1 tahun belum bisa memproses sodium berlebih. Bayi tidak perlu garam/gula—taste buds mereka berbeda dengan orang dewasa. Makanan alami sudah punya rasa sendiri.

Q: Berapa lama waktu makan ideal untuk bayi?
A: 15-30 menit. Jika lebih dari 30 menit dan bayi mulai rewel/tidak fokus, stop. Jangan memaksa.

MPASI
bayi
6 bulan
menu bayi
makanan bayi
gizi
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.