NJOP dan NPOPTKP dalam Perhitungan BPHTB: Panduan Lengkap

9 min read

NJOP dan NPOPTKP adalah dua komponen krusial dalam perhitungan BPHTB yang sering membingungkan pembeli properti. Artikel ini akan menjelaskan secara detail apa itu NJOP dan NPOPTKP, cara mencarinya, dan bagaimana keduanya memengaruhi jumlah BPHTB yang harus Anda bayar.

Apa Itu NJOP?

Definisi NJOP

NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah nilai jual objek pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). NJOP mencerminkan nilai wajar properti menurut penilaian pemerintah.

Komponen NJOP

NJOP terdiri dari dua bagian:

  1. NJOP Tanah: Nilai jual tanah per meter persegi
  2. NJOP Bangunan: Nilai jual bangunan per meter persegi

Cara Mencari NJOP

1. Melalui SPPT PBB

Langkah-langkah:

  1. Ambil SPPT PBB tahun berjalan
  2. Cari kolom "NJOP Tanah" dan "NJOP Bangunan"
  3. Kalikan dengan luas untuk dapat nilai total

Contoh SPPT PBB:

NJOP Tanah: Rp 2.000.000/m² × 200 m² = Rp 400.000.000
NJOP Bangunan: Rp 1.500.000/m² × 150 m² = Rp 225.000.000
Total NJOP: Rp 625.000.000

2. Melalui Online

Beberapa daerah menyediakan layanan online:

  • Jakarta: melalui aplikasi PBB Jakarta
  • Surabaya: website Bapenda Surabaya
  • Bandung: e-PBB Bandung

3. Kantor Pelayanan PBB

Datang langsung ke:

  • Kantor Pelayanan PBB setempat
  • Bawa KTP dan SPPT lama
  • Minta printout NJOP terbaru

Perbedaan NJOP vs Harga Pasar

AspekNJOPHarga Pasar
SumberPemerintah daerahKesepakatan pembeli-penjual
Frekuensi UpdateTahunanReal-time
KarakteristikCenderung lebih rendahFluktuatif
TujuanDasar pajakTransaksi komersial

Contoh:

  • NJOP Rumah: Rp 500.000.000
  • Harga Pasar: Rp 800.000.000
  • Selisih: Rp 300.000.000 (60% lebih tinggi)

Apa Itu NPOPTKP?

Definisi NPOPTKP

NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak) adalah batasan nilai di bawah mana BPHTB tidak perlu dibayar. Jika NPOP ≤ NPOPTKP, maka BPHTB = 0.

Dasar Hukum NPOPTKP

  • UU HKPD No. 1 Tahun 2022: Minimal nasional Rp 80 juta
  • Peraturan Daerah: Menetapkan NPOPTKP di atas minimal
  • Kebijakan Daerah: Bisa berubah setiap tahun

Tabel NPOPTKP Regional 2025

Kota/ProvinsiNPOPTKPPerdaKeterangan
DKI JakartaRp 1.000.000.000Perda No. 1 Tahun 2022Tertinggi di Indonesia
SurabayaRp 75.000.000Perda No. 1 Tahun 2023Relatif rendah
BandungRp 80.000.000Perda No. 6 Tahun 2022Standar nasional
MedanRp 60.000.000Perda No. 2 Tahun 2023Paling rendah kota besar
SemarangRp 60.000.000Perda No. 10 Tahun 2022
MakassarRp 60.000.000Perda No. 3 Tahun 2023
YogyakartaRp 80.000.000Perda No. 5 Tahun 2022
BaliRp 80.000.000Perda No. 1 Tahun 2023
LainnyaRp 80.000.000UU HKPDMinimal nasional

Cara Cek NPOPTKP Terbaru

1. Website Resmi Bapenda

Cari di Google: "NPOPTKP [nama kota] 2025"

2. Kantor Bapenda

Datang langsung dengan membawa:

  • KTP
  • Data properti
  • Surat permohonan informasi

3. Notaris/Pengembang

Tanyakan ke:

  • Notaris yang menangani transaksi
  • Pengembang properti
  • Konsultan pajak

Hubungan NJOP, NPOPTKP, dan NPOP

Formula NPOP

NPOP = Maksimum(Total NJOP, Harga Transaksi)

Logika Perhitungan

  1. Hitung Total NJOP = NJOP Tanah + NJOP Bangunan
  2. Bandingkan dengan Harga Transaksi
  3. Pilih nilai yang lebih tinggi sebagai NPOP
  4. Kurangi dengan NPOPTKP (jika NPOP > NPOPTKP)
  5. Kalikan dengan tarif 5% untuk dapat BPHTB

Contoh Perhitungan Lengkap

Kasus 1: Harga Transaksi Lebih Tinggi

Data:

  • NJOP Tanah: Rp 300.000.000
  • NJOP Bangunan: Rp 200.000.000
  • Harga Transaksi: Rp 600.000.000
  • Lokasi: Surabaya (NPOPTKP Rp 75.000.000)

Perhitungan:

  1. Total NJOP = 300.000.000 + 200.000.000 = Rp 500.000.000
  2. NPOP = Maksimum(500.000.000, 600.000.000) = Rp 600.000.000
  3. NPOP > NPOPTKP (600.000.000 > 75.000.000)
  4. Nilai Kena Pajak = 600.000.000 - 75.000.000 = Rp 525.000.000
  5. BPHTB = 525.000.000 × 5% = Rp 26.250.000

Kasus 2: NJOP Lebih Tinggi

Data:

  • NJOP Tanah: Rp 400.000.000
  • NJOP Bangunan: Rp 350.000.000
  • Harga Transaksi: Rp 600.000.000
  • Lokasi: Jakarta (NPOPTKP Rp 1.000.000.000)

Perhitungan:

  1. Total NJOP = 400.000.000 + 350.000.000 = Rp 750.000.000
  2. NPOP = Maksimum(750.000.000, 600.000.000) = Rp 750.000.000
  3. NPOP < NPOPTKP (750.000.000 < 1.000.000.000)
  4. BPHTB = Rp 0 (Gratis!)

Kasus 3: Apartemen

Data:

  • NJOP Tanah: Rp 50.000.000 (kecil)
  • NJOP Bangunan: Rp 400.000.000 (besar)
  • Harga Transaksi: Rp 500.000.000
  • Lokasi: Bandung (NPOPTKP Rp 80.000.000)

Perhitungan:

  1. Total NJOP = 50.000.000 + 400.000.000 = Rp 450.000.000
  2. NPOP = Maksimum(450.000.000, 500.000.000) = Rp 500.000.000
  3. NPOP > NPOPTKP (500.000.000 > 80.000.000)
  4. Nilai Kena Pajak = 500.000.000 - 80.000.000 = Rp 420.000.000
  5. BPHTB = 420.000.000 × 5% = Rp 21.000.000

Strategi Mengoptimalkan BPHTB

1. Pilih Lokasi dengan NPOPTKP Tinggi

Perbandingan untuk properti Rp 800 juta:

LokasiNPOPTKPBPHTB
JakartaRp 1.000.000.000Rp 0
SurabayaRp 75.000.000Rp 36.250.000
BandungRp 80.000.000Rp 36.000.000
MedanRp 60.000.000Rp 37.000.000

Insight: Beli di Jakarta bisa hemat Rp 36-37 juta!

2. Perhatikan Rasio NJOP vs Harga

Scenario A: NJOP Mendekati Harga

  • NJOP: Rp 480.000.000
  • Harga: Rp 500.000.000
  • BPHTB lebih rendah

Scenario B: NJOP Jauh di Bawah Harga

  • NJOP: Rp 300.000.000
  • Harga: Rp 800.000.000
  • BPHTB lebih tinggi

3. Timing Pembelian

Beberapa daerah memiliki kebijakan:

  • Diskon musiman: Tahun tertentu
  • Promo properti pertama: Kondisi tertentu
  • Insentif investasi: Daerah berkembang

Tips Praktis untuk Pembeli

Sebelum Membeli

  1. Cek NJOP Terlebih Dahulu

    • Minta SPPT PBB dari penjual
    • Hitung total NJOP
    • Bandingkan dengan harga
  2. Riset NPOPTKP Regional

    • Cek website Bapenda
    • Tanya ke notaris
    • Gunakan kalkulator online
  3. Simulasi BPHTB

Saat Transaksi

  1. Dokumen Lengkap

    • SPPT PBB asli
    • KTP pembeli dan penjual
    • Sertifikat properti
  2. Perhatikan Harga di AJB

    • Jangan terlalu rendah dari NJOP
    • Bisa menaikkan NPOP
    • Berisiko audit

Setelah Transaksi

  1. Simpan Bukti Pembayaran

    • SSPBPHTB
    • Struk bank
    • Dokumen pendukung
  2. Update Data PBB

    • Balik nama atas nama Anda
    • Update NJOP untuk masa depan

Kesalahan Umum Seputar NJOP dan NPOPTKP

1. Menggunakan NJOP Tahun Lama

Kesalahan: Menggunakan SPPT PBB 2-3 tahun lalu.

Akibat: NJOP bisa sudah naik 5-10% per tahun.

Solusi: Selalu gunakan SPPT tahun berjalan.

2. Tidak Tahu NPOPTKP Terbaru

Kesalahan: Menggunakan NPOPTKP dari internet yang sudah kadaluarsa.

Akibat: Perhitungan salah, bisa rugi jutaan rupiah.

Solusi: Konfirmasi ke Bapenda setempat.

3. Menganggap NJOP = Harga Pasar

Kesalahan: Mengira NJOP sama dengan harga jual aktual.

Akibat: Salah estimasi BPHTB, kaget saat bayar.

Solusi: Pahami NJOP cenderung lebih rendah.

4. Lupa Komponen NJOP Bangunan

Kesalahan: Hanya menghitung NJOP tanah.

Akibat: NPOP terlalu rendah, bisa kena audit.

Solusi: Jumlahkan NJOP tanah + bangunan.

Studi Kasus: Perbandingan Lokasi

Scenario: Budget Rp 1 Miliar

Opsi 1: Jakarta

  • Harga: Rp 1.000.000.000
  • NJOP: Rp 800.000.000
  • NPOPTKP: Rp 1.000.000.000
  • BPHTB: Rp 0

Opsi 2: Surabaya

  • Harga: Rp 1.000.000.000
  • NJOP: Rp 800.000.000
  • NPOPTKP: Rp 75.000.000
  • BPHTB: (1.000.000.000 - 75.000.000) × 5% = Rp 46.250.000

Opsi 3: Bandung

  • Harga: Rp 1.000.000.000
  • NJOP: Rp 800.000.000
  • NPOPTKP: Rp 80.000.000
  • BPHTB: (1.000.000.000 - 80.000.000) × 5% = Rp 46.000.000

Kesimpulan: Jakarta hemat Rp 46 juta untuk properti sama!

Studi Kasus: Apartemen vs Rumah

Budget Rp 500 Juta

Apartemen di Surabaya

  • Harga: Rp 500.000.000
  • NJOP Tanah: Rp 50.000.000
  • NJOP Bangunan: Rp 350.000.000
  • Total NJOP: Rp 400.000.000
  • BPHTB: (500.000.000 - 75.000.000) × 5% = Rp 21.250.000

Rumah di Surabaya

  • Harga: Rp 500.000.000
  • NJOP Tanah: Rp 200.000.000
  • NJOP Bangunan: Rp 200.000.000
  • Total NJOP: Rp 400.000.000
  • BPHTB: Sama Rp 21.250.000

Insight: Tidak ada perbedaan signifikan untuk harga sama.

Kalkulator BPHTB Online

Untuk memudahkan perhitungan NJOP dan NPOPTKP, gunakan Kalkulator BPHTB kami dengan fitur:

Database NPOPTKP Lengkap: 7 kota besar + daerah lain ✅ Perhitungan Otomatis: NPOP, NPOPTKP, BPHTB ✅ Breakdown Detail: Setiap komponen dijelaskan ✅ Tips & Warnings: Konteks sesuai input ✅ Mobile Friendly: Hitung dimana saja

Cara Pakai:

  1. Masukkan NJOP Tanah dan Bangunan
  2. Masukkan Harga Transaksi
  3. Pilih Lokasi (auto NPOPTKP)
  4. Lihat hasil instan dengan breakdown lengkap

Pertanyaan Umum (FAQ)

Q: Apakah NJOP bisa dinegosiasikan?

A: Tidak. NJOP ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Q: Bagaimana jika NJOP tidak ada di SPPT?

A: Tanyakan ke Kantor Pelayanan PBB atau gunakan harga transaksi.

Q: NPOPTKP bisa berubah?

A: Ya. Bisa berubah setiap tahun sesuai kebijakan daerah.

Q: Apakah beda NPOPTKP untuk waris vs jual beli?

A: Sama. NPOPTKP berlaku untuk semua jenis perolehan.

Q: Bagaimana jika NJOP sangat tinggi?

A: Gunakan nilai tersebut, tapi bisa ajukan keberatan jika tidak wajar.

Checklist NJOP dan NPOPTKP

Sebelum Membeli:

  • Mintakan SPPT PBB tahun berjalan
  • Hitung total NJOP (tanah + bangunan)
  • Cek NPOPTKP terbaru di lokasi
  • Simulasi dengan kalkulator BPHTB
  • Bandingkan dengan harga transaksi

Saat Transaksi:

  • Gunakan NPOP tertinggi (NJOP vs harga)
  • Siapkan dokumen NJOP
  • Bayar BPHTB sebelum AJB

Setelah Transaksi:

  • Simpan bukti pembayaran BPHTB
  • Update data PBB
  • Catat NJOP untuk referensi masa depan

Kesimpulan

Memahami NJOP dan NPOPTKP adalah kunci untuk perhitungan BPHTB yang akurat:

  1. NJOP: Nilai pajak dari pemerintah (cenderung lebih rendah dari harga pasar)
  2. NPOPTKP: Batas bebas pajak (berbeda per daerah, Jakarta Rp 1 miliar)
  3. NPOP: Nilai tertinggi antara total NJOP dan harga transaksi
  4. BPHTB: 0 jika NPOP ≤ NPOPTKP, atau 5% dari selisihnya

Gunakan Kalkulator BPHTB kami untuk perhitungan otomatis dan akurat. Kalkulator ini sudah dilengkapi database NPOPTKP terbaru dan memberikan transparansi penuh dalam perhitungan.

Tips Final: Selalu cek NJOP dan NPOPTKP terbaru sebelum membeli properti. Bisa hemat puluhan juta rupiah!

njop
npoptkp
bphtb
pajak properti
npop
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.