Perbedaan Tarif Upah Lembur Hari Kerja dan Hari Libur: Mana yang Lebih Menguntungkan?

7 min read

Tidak semua upah lembur dihitung dengan tarif yang sama. Tarif upah lembur hari kerja berbeda dengan hari libur, dan perbedaan ini bisa sangat signifikan terhadap penghasilan Anda.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan kedua tarif tersebut dan membantu Anda memahami kapan waktu terbaik untuk lembur jika ingin memaksimalkan penghasilan.

Mengapa Tarif Lembur Berbeda?

Perbedaan tarif ini diatur dalam PP 35/2021 dengan pertimbangan:

  1. Kompensasi waktu istirahat - Pekerja yang lembur di hari libur mengorbankan waktu istirahat mereka
  2. Perlindungan kesejahteraan - Tarif lebih tinggi mendorong perusahaan membatasi lembur di hari libur
  3. Keadilan kompensasi - Pekerja mendapat kompensasi lebih untuk pengorbanan waktu keluarga

Tarif Upah Lembur Hari Kerja Biasa

Untuk lembur yang dilakukan pada hari kerja normal (Senin-Jumat atau sesuai jadwal perusahaan):

Struktur Tarif

Jam LemburTarifAlasan
Jam pertama1,5×Kompensasi awal untuk waktu ekstra
Jam kedua dan seterusnyaKompensasi lebih tinggi untuk waktu yang lebih panjang

Contoh Perhitungan

Asumsi: Upah per jam = Rp 50.000

Lembur 3 jam di hari kerja:

  • Jam 1: Rp 50.000 × 1,5 = Rp 75.000
  • Jam 2: Rp 50.000 × 2 = Rp 100.000
  • Jam 3: Rp 50.000 × 2 = Rp 100.000
  • Total: Rp 275.000

Lembur 4 jam di hari kerja:

  • Jam 1: Rp 50.000 × 1,5 = Rp 75.000
  • Jam 2-4: 3 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 300.000
  • Total: Rp 375.000

Karakteristik Lembur Hari Kerja

Kelebihan:

  • ✅ Lebih mudah dijadwalkan
  • ✅ Tidak mengganggu waktu weekend
  • ✅ Biasanya lebih rutin dan terencana

Kekurangan:

  • ❌ Tarif lebih rendah dibanding hari libur
  • ❌ Maksimal hanya 4 jam/hari
  • ❌ Membuat hari kerja lebih panjang dan melelahkan

Tarif Upah Lembur Hari Libur

Untuk lembur pada hari libur nasional atau hari istirahat mingguan (Sabtu/Minggu):

Untuk Perusahaan 5 Hari Kerja

Jam LemburTarifKeterangan
Jam 1-8Delapan jam pertama
Jam 9Jam kesembilan
Jam 10 dan seterusnyaJam kesepuluh dst

Contoh: 10 jam lembur di hari Minggu (upah per jam Rp 50.000)

  • Jam 1-8: 8 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 800.000
  • Jam 9: Rp 50.000 × 3 = Rp 150.000
  • Jam 10: Rp 50.000 × 4 = Rp 200.000
  • Total: Rp 1.150.000

Untuk Perusahaan 6 Hari Kerja

Jam LemburTarifKeterangan
Jam 1-7Tujuh jam pertama
Jam 8Jam kedelapan
Jam 9 dan seterusnyaJam kesembilan dst

Contoh: 9 jam lembur di hari libur (upah per jam Rp 50.000)

  • Jam 1-7: 7 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 700.000
  • Jam 8: Rp 50.000 × 3 = Rp 150.000
  • Jam 9: Rp 50.000 × 4 = Rp 200.000
  • Total: Rp 1.050.000

Karakteristik Lembur Hari Libur

Kelebihan:

  • ✅ Tarif jauh lebih tinggi (2×-4×)
  • ✅ Potensi penghasilan tambahan lebih besar
  • ✅ Efisien untuk memaksimalkan income

Kekurangan:

  • ❌ Mengorbankan waktu istirahat
  • ❌ Tidak ada quality time dengan keluarga
  • ❌ Bisa menyebabkan kelelahan kronis

Perbandingan Langsung: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Mari kita bandingkan secara langsung dengan asumsi yang sama:

  • Upah per jam: Rp 50.000
  • Durasi lembur: 8 jam

Skenario 1: 8 Jam di Hari Kerja

Jam 1: Rp 50.000 × 1,5 = Rp 75.000
Jam 2-8: 7 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 700.000
Total: Rp 775.000

Skenario 2: 8 Jam di Hari Libur (5 hari kerja)

Jam 1-8: 8 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 800.000
Total: Rp 800.000

Selisih: Rp 25.000 (hari libur lebih menguntungkan 3%)

Skenario 3: 10 Jam di Hari Libur (5 hari kerja)

Jam 1-8: 8 × (Rp 50.000 × 2) = Rp 800.000
Jam 9: Rp 50.000 × 3 = Rp 150.000
Jam 10: Rp 50.000 × 4 = Rp 200.000
Total: Rp 1.150.000

Bandingkan dengan 10 jam di hari kerja:

Jam 1: Rp 75.000
Jam 2-4: 3 × Rp 100.000 = Rp 300.000
Jam 5-10: TIDAK BOLEH (maksimal 4 jam/hari)
Total maksimal: Rp 375.000 (hanya 4 jam)

Kesimpulan: Untuk durasi lembur > 4 jam, hari libur jauh lebih menguntungkan (3× lipat).

Kapan Sebaiknya Memilih Lembur?

Pilih Lembur Hari Kerja Jika:

  1. Durasi pendek (1-2 jam)
  2. Tidak ingin mengorbankan weekend
  3. Kebutuhan dana tidak mendesak
  4. Ingin menjaga work-life balance

Pilih Lembur Hari Libur Jika:

  1. Butuh penghasilan tambahan signifikan
  2. Durasi lembur panjang (6-8 jam)
  3. Ada proyek mendesak dengan kompensasi tinggi
  4. Tidak punya rencana khusus di hari libur

Tips Memaksimalkan Upah Lembur

1. Pahami Sistem Perusahaan

  • Pastikan Anda tahu apakah perusahaan menerapkan sistem 5 atau 6 hari kerja
  • Ini mempengaruhi perhitungan tarif hari libur

2. Catat Jam Lembur dengan Teliti

  • Simpan bukti presensi lembur
  • Cocokkan dengan slip gaji
  • Jangan ragu komplain jika ada ketidaksesuaian

3. Rencanakan Strategis

Contoh perhitungan:

  • 2 jam lembur hari kerja × 4 hari = Rp 275.000 × 4 = Rp 1.100.000/minggu
  • 8 jam lembur hari libur × 1 hari = Rp 800.000/minggu

Dengan effort lebih sedikit (8 jam vs 8 jam), namun dengan tarif lebih tinggi.

4. Jaga Kesehatan

Meski menguntungkan, jangan lembur berlebihan:

  • Maksimal 4 jam/hari
  • Maksimal 18 jam/minggu
  • Prioritaskan kesehatan jangka panjang

5. Negosiasi dengan HRD

Untuk proyek khusus atau situasi mendesak, Anda bisa:

  • Minta kompensasi tambahan
  • Negosiasi shift khusus
  • Diskusikan alternatif cuti kompensasi

Contoh Kasus Real

Kasus: Ibu Sari, Karyawan Retail

Profile:

  • Gaji pokok: Rp 5.000.000
  • Upah per jam: Rp 28.902
  • Sistem: 5 hari kerja

Pilihan 1: Lembur 2 jam setiap hari kerja (4 hari)

Per hari: (Rp 28.902 × 1,5) + (Rp 28.902 × 2) = Rp 101.157
4 hari: Rp 101.157 × 4 = Rp 404.628/minggu

Pilihan 2: Lembur 8 jam di hari Minggu (1 hari)

8 jam × (Rp 28.902 × 2) = Rp 462.432/minggu

Kesimpulan: Pilihan 2 lebih menguntungkan Rp 57.804 (14% lebih tinggi) dengan waktu lembur yang sama (8 jam total).

FAQ Tarif Upah Lembur

Q: Apakah tarif lembur tanggal merah berbeda dengan hari Minggu biasa? A: Tidak, keduanya termasuk kategori hari libur dengan tarif yang sama (2×, 3×, 4×).

Q: Bagaimana jika lembur dari hari Sabtu malam sampai Minggu pagi? A: Jam yang masuk di hari Minggu dihitung sebagai tarif hari libur, sedangkan jam di hari Sabtu mengikuti ketentuan hari kerja.

Q: Apakah bisa menolak lembur di hari libur? A: Ya, kecuali ada kesepakatan dalam perjanjian kerja atau keadaan darurat tertentu.

Q: Bisakah perusahaan memberikan cuti kompensasi instead of upah lembur? A: Bisa, jika ada kesepakatan tertulis. Namun perhitungan cutinya harus setara dengan nilai upah lembur.

Q: Apakah libur nasional yang jatuh di hari kerja normal mendapat tarif lebih tinggi? A: Ya, tetap menggunakan tarif hari libur (2×, 3×, 4×) meski jatuh di hari yang biasanya hari kerja.

Hitung Upah Lembur Anda!

Bingung menghitung perbedaan upah lembur hari kerja vs hari libur? Gunakan Kalkulator Upah Lembur kami!

Fitur:

  • ✅ Perhitungan otomatis sesuai PP 35/2021
  • ✅ Bandingkan hari kerja vs hari libur
  • ✅ Support sistem 5 dan 6 hari kerja
  • ✅ Rincian tarif per jam
  • ✅ Gratis dan mudah digunakan

Coba Kalkulator Sekarang →


Memahami perbedaan tarif upah lembur sangat penting untuk mengoptimalkan penghasilan Anda. Namun, jangan lupakan aspek kesehatan dan work-life balance dalam mengejar penghasilan tambahan!

upah-lembur
tarif-lembur
overtime
hari-libur
keuangan
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.