Tabel AKG Bayi Indonesia (Kemenkes 2019): Panduan Lengkap Angka Kecukupan Gizi

11 min read

Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah standar resmi kebutuhan nutrisi harian yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Artikel ini menyajikan tabel lengkap AKG untuk bayi 0-24 bulan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, lengkap dengan cara membaca dan mengaplikasikannya.

Apa itu AKG (Angka Kecukupan Gizi)?

AKG adalah rekomendasi asupan nutrisi harian yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan optimal. AKG Indonesia dirancang khusus untuk populasi Indonesia dengan mempertimbangkan:

  • Antropometri lokal: Ukuran tubuh rata-rata orang Indonesia
  • Pola makan: Jenis makanan yang umum dikonsumsi di Indonesia
  • Genetika: Karakteristik metabolisme populasi Indonesia
  • Lingkungan: Iklim tropis dan kondisi geografis Indonesia

AKG 2019 adalah revisi terbaru yang menggantikan AKG 2013, dengan penyesuaian berdasarkan penelitian terkini.

Mengapa AKG Penting untuk Bayi?

Periode 0-24 bulan adalah golden period pertumbuhan. Pada masa ini:

  • Otak berkembang 80% dari ukuran dewasa
  • Pertumbuhan tulang dan otot sangat pesat
  • Sistem imun terbentuk
  • Dasar kesehatan jangka panjang ditentukan

Kekurangan nutrisi di periode ini dapat menyebabkan:

  • Stunting (gagal tumbuh) yang permanen
  • Penurunan kecerdasan
  • Sistem imun lemah
  • Keterlambatan perkembangan

Tabel AKG Bayi 0-24 Bulan (Kemenkes 2019)

Fase 1: Bayi 0-6 Bulan (ASI Eksklusif)

NutrisiKebutuhan HarianSumber Utama
Energi (Kalori)550 kkalASI/Susu Formula
Protein9 gramASI/Susu Formula
Lemak31 gramASI (lemak ASI sangat bioavailable)
Karbohidrat58 gramASI/Susu Formula
Zat Besi0.3 mgASI (sedikit tapi bioavailabilitas tinggi)
Kalsium200 mgASI/Susu Formula
Zinc1.1 mgASI/Susu Formula
Vitamin A375 mcgASI/Susu Formula
Vitamin D5 mcgASI + paparan sinar matahari pagi
Vitamin C40 mgASI/Susu Formula
Folat80 mcgASI/Susu Formula
Vitamin B120.4 mcgASI/Susu Formula

Catatan Penting:

  • ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi 0-6 bulan
  • Bahkan air putih tidak diperlukan (ASI sudah 88% air)
  • Jangan berikan MPASI sebelum bayi genap 6 bulan

Fase 2: Bayi 6-12 Bulan (MPASI + ASI)

NutrisiKebutuhan HarianSumber Makanan Indonesia
Energi (Kalori)800 kkalMPASI (400 kkal) + ASI (400 kkal)
Protein15 gramTelur (6g), Ikan (6g), Tempe (5g)
Lemak35 gramKuning telur, Alpukat, Minyak kelapa
Karbohidrat105 gramNasi (40g), Kentang (30g), Ubi (25g)
Zat Besi11 mgHati ayam (5mg), Kuning telur (1mg), Bayam (2mg)
Kalsium250 mgASI/Susu, Ikan teri, Sawi hijau
Zinc3 mgDaging merah, Ayam, Kacang-kacangan
Vitamin A400 mcgWortel, Labu kuning, Bayam, Hati ayam
Vitamin D5 mcgKuning telur, Ikan salmon, Sinar matahari
Vitamin C50 mgJeruk baby, Tomat, Pepaya, Brokoli
Folat80 mcgBayam, Brokoli, Alpukat
Vitamin B120.5 mcgTelur, Ikan, Ayam, Daging

Catatan Penting:

  • Zat besi sangat tinggi (11 mg) karena cadangan dari ibu habis di usia 6 bulan
  • Hati ayam 1x/minggu sangat dianjurkan (5mg zat besi per potong kecil)
  • ASI tetap diberikan on-demand (8-12x/hari)

Fase 3: Bayi 12-24 Bulan (Makanan Keluarga + Susu)

NutrisiKebutuhan HarianSumber Makanan Indonesia
Energi (Kalori)1350 kkalMakanan keluarga (900 kkal) + Susu (450 kkal)
Protein20 gramTelur (6g), Ikan (8g), Ayam (10g), Tempe (8g)
Lemak45 gramMinyak goreng, Santan, Daging, Ikan berlemak
Karbohidrat215 gramNasi (150g), Roti (40g), Buah (25g)
Zat Besi8 mgDaging merah, Hati, Bayam, Kacang merah
Kalsium650 mgSusu (300mg), Keju (200mg), Ikan teri (100mg)
Zinc4 mgDaging, Ayam, Seafood, Kacang
Vitamin A400 mcgWortel, Hati, Bayam, Mangga, Pepaya
Vitamin D15 mcgIkan salmon, Kuning telur, Susu fortifikasi
Vitamin C40 mgJeruk, Jambu, Tomat, Brokoli
Folat160 mcgSayuran hijau, Kacang-kacangan, Hati
Vitamin B120.9 mcgDaging, Ikan, Telur, Susu

Catatan Penting:

  • Kalsium meningkat drastis (650 mg) untuk pertumbuhan tulang dan gigi
  • Vitamin D meningkat 3x lipat (15 mcg) untuk penyerapan kalsium
  • Susu (300-400ml/hari) penting sebagai sumber kalsium

Cara Membaca dan Menggunakan Tabel AKG

1. Tentukan Fase Usia Bayi Anda

  • 0-6 bulan: ASI eksklusif
  • 6-12 bulan: MPASI + ASI
  • 12-24 bulan: Makanan keluarga + susu

2. Fokus pada Nutrisi "High Priority"

Tidak semua nutrisi sama pentingnya. Prioritaskan:

Untuk 0-6 bulan:

  • ✅ ASI eksklusif sudah cukup, tidak perlu hitung manual

Untuk 6-12 bulan:

  • Zat Besi (11 mg) → Cegah anemia, penting untuk otak
  • Protein (15 gram) → Pertumbuhan
  • Energi (800 kkal) → Fuel untuk aktivitas

Untuk 12-24 bulan:

  • Kalsium (650 mg) → Tulang dan gigi
  • Vitamin D (15 mcg) → Penyerapan kalsium
  • Protein (20 gram) → Pertumbuhan

3. Hitung Porsi Berdasarkan AKG

Contoh untuk bayi 8 bulan:

Target: 11 mg zat besi/hari

Menu:

  • Pagi: Bubur hati ayam (1 potong kecil) = 5 mg
  • Siang: Kuning telur (1 butir) = 1 mg
  • Sore: Bayam merah (½ mangkuk) = 2 mg
  • Snack: Kacang merah tumbuk = 2 mg

Total: ~10 mg ✅ (mendekati target 11 mg)

4. Gunakan Kalkulator untuk Perhitungan Personal

AKG adalah angka umum. Kebutuhan spesifik bayi Anda bisa berbeda berdasarkan:

  • Berat badan aktual
  • Tinggi badan aktual
  • Tingkat aktivitas
  • Kondisi kesehatan

Gunakan Kalkulator Gizi Bayi untuk perhitungan yang dipersonalisasi.

Perbandingan: AKG Kemenkes vs WHO

Mengapa Ada Perbedaan?

WHO (World Health Organization) membuat rekomendasi global untuk semua negara. Kemenkes menyesuaikan untuk konteks Indonesia.

Perbedaan Utama:

AspekWHOAKG Kemenkes 2019
Energi (6-12 bulan)600-900 kkal800 kkal
Protein (6-12 bulan)11-14 gram15 gram (lebih tinggi)
Zat Besi (6-12 bulan)11 mg11 mg (sama)
Kalsium (12-24 bulan)500 mg650 mg (lebih tinggi)
Basis DataPopulasi globalData antropometri Indonesia

Mana yang Harus Diikuti?

Gunakan AKG Kemenkes karena: ✅ Disesuaikan untuk orang Indonesia
✅ Digunakan oleh dokter dan ahli gizi Indonesia
✅ Lebih relevan dengan makanan lokal
✅ Basis regulasi kesehatan Indonesia

WHO tetap valid sebagai referensi pembanding dan untuk kasus khusus (bayi dengan kondisi medis tertentu).

Tips Praktis Memenuhi AKG Bayi

1. Kombinasikan Makanan untuk Penyerapan Optimal

Zat Besi + Vitamin C = Penyerapan zat besi naik 3-4x lipat
Contoh: Bayam (zat besi) + jeruk baby (vitamin C)

Kalsium + Vitamin D = Penyerapan kalsium optimal
Contoh: Susu (kalsium) + paparan sinar matahari pagi (vitamin D)

Lemak + Vitamin A = Vitamin A larut lemak butuh lemak untuk diserap
Contoh: Wortel (vitamin A) + minyak kelapa (lemak)

2. Rotasi Protein Harian

Jangan hanya 1 jenis protein. Variasikan:

HariProtein UtamaZat Besi (mg)Protein (gram)
SeninTelur16
SelasaIkan0.58
RabuAyam0.710
KamisTempe25
JumatDaging sapi28
SabtuTelur + Tahu1.58
MingguHati ayam510

Total minggu: ~13 mg zat besi ✅ (rata-rata 1.8 mg/hari, ditambah dari sayur dan karbohidrat)

3. Meal Prep untuk Efisiensi

Minggu 1:

  • Batch cooking: Masak 5 porsi bubur ayam + sayur
  • Simpan dalam ice cube trays
  • Bekukan (tahan 1 bulan)
  • Hangatkan saat dibutuhkan

Minggu 2:

  • Variasikan: Bubur ikan + sayur
  • Rotasi untuk variasi

4. Suplemen: Kapan Dibutuhkan?

Umumnya TIDAK perlu suplemen jika bayi mendapat ASI/susu + MPASI bergizi.

Kecuali:

  • Vitamin D: Jika paparan sinar matahari kurang (tinggal di daerah berawan, jarang keluar rumah)
  • Zat Besi: Jika bayi prematur, berat lahir rendah, atau terdiagnosis anemia
  • Vitamin K: Diberikan saat lahir (sekali suntik)

Selalu konsultasi dokter sebelum memberikan suplemen apapun.

Tanda Bayi Terpenuhi Kebutuhan AKG-nya

Tanda Fisik Positif:

✅ Berat badan naik konsisten (check setiap bulan di Posyandu)
✅ Tinggi badan sesuai kurva pertumbuhan Kemenkes
✅ Kulit sehat, tidak pucat
✅ Rambut dan kuku tumbuh normal
✅ Aktif dan ceria

Tanda Perkembangan Positif:

✅ Mencapai milestone sesuai usia (duduk, merangkak, berjalan)
✅ Responsif dan alert
✅ Tidur nyenyak (10-14 jam/hari untuk bayi 6-12 bulan)
✅ Jarang sakit

Red Flags (Tanda Kekurangan Nutrisi):

🔴 Berat badan stagnan atau turun 2 bulan berturut-turut
🔴 Tinggi badan < 85% standar (kemungkinan stunting)
🔴 Kulit pucat (anemia)
🔴 Rambut rontok, kuku rapuh
🔴 Sering rewel tanpa sebab
🔴 Keterlambatan milestone

Jika ada red flag, segera konsultasi dokter anak!

Kesalahan Umum dalam Aplikasi AKG

1. Menganggap AKG sebagai Target "Pasti"

Salah: "Bayi harus makan tepat 800 kkal, tidak kurang tidak lebih!"

Benar: AKG adalah panduan rata-rata. Toleransi ±10% normal. Faktor yang mempengaruhi:

  • Tingkat aktivitas bayi (bayi aktif butuh lebih banyak)
  • Berat badan (bayi lebih berat butuh lebih banyak)
  • Metabolisme individu

2. Fokus pada 1-2 Nutrisi Saja

Salah: "Yang penting protein dan kalori cukup."

Benar: Semua mikronutrien penting. Kekurangan 1 nutrisi bisa ganggu penyerapan nutrisi lain.

Contoh:

  • Kekurangan vitamin D → kalsium tidak terserap → tulang lemah
  • Kekurangan vitamin C → zat besi tidak terserap → anemia

3. Memberikan Suplemen Tanpa Konsultasi

Salah: "Saya kasih multivitamin supaya lebih aman."

Benar: Over-supplementation bisa berbahaya:

  • Vitamin A berlebih: Keracunan hati
  • Zat besi berlebih: Konstipasi, gangguan penyerapan zinc
  • Kalsium berlebih: Batu ginjal (jarang, tapi mungkin)

4. Membandingkan Bayi Sendiri dengan Bayi Lain

Salah: "Bayi tetangga lebih gemuk, pasti gizi saya kurang."

Benar: Setiap bayi unik. Yang penting:

  • Pertumbuhan konsisten (tidak stagnan)
  • Mengikuti kurva pertumbuhan sendiri
  • Mencapai milestone perkembangan

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah AKG berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan?
A: Untuk usia 0-24 bulan, AKG Kemenkes tidak membedakan jenis kelamin. Perbedaan baru signifikan setelah usia 3 tahun. Namun, standar pertumbuhan (berat/tinggi badan) berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Q: Bagaimana jika bayi prematur atau berat lahir rendah?
A: Bayi prematur/BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) punya kebutuhan khusus. Konsultasi neonatolog untuk:

  • Fortifikasi ASI atau susu khusus
  • Suplemen zat besi lebih awal (bukan di 6 bulan)
  • Monitoring pertumbuhan lebih ketat

Q: Apakah bayi vegetarian bisa memenuhi AKG?
A: Sangat sulit tanpa suplemen. Nutrisi yang berisiko kurang:

  • Vitamin B12 (hanya ada di produk hewani)
  • Zat besi (zat besi nabati bioavailabilitas rendah)
  • Zinc dan DHA

Jika ingin bayi vegetarian, wajib konsultasi dokter untuk suplemen B12, zat besi, dan DHA.

Q: Berapa lama data AKG ini valid?
A: AKG 2019 adalah revisi terbaru. Biasanya direvisi setiap 5-10 tahun berdasarkan penelitian baru. AKG 2019 valid hingga revisi berikutnya (kemungkinan 2024-2029).

Q: Apakah bayi dengan alergi susu sapi bisa memenuhi AKG?
A: Ya, dengan alternatif:

  • Kalsium: Sawi hijau, brokoli, ikan teri, tahu fortifikasi
  • Protein: Telur, ikan, ayam, tempe
  • Vitamin D: Paparan sinar matahari, ikan salmon

Untuk bayi < 1 tahun dengan alergi susu sapi, gunakan susu formula hidrolisat (konsultasi dokter).

Kesimpulan

Tabel AKG Kemenkes 2019 adalah panduan komprehensif untuk memastikan bayi Anda tumbuh optimal. Poin penting:

  1. 0-6 bulan: ASI eksklusif (550 kkal, 9g protein)
  2. 6-12 bulan: MPASI + ASI (800 kkal, 15g protein, 11mg zat besi!)
  3. 12-24 bulan: Makanan keluarga + susu (1350 kkal, 20g protein, 650mg kalsium!)

Praktisnya:

  • Variasikan menu harian (protein, sayur, buah, karbohidrat)
  • Prioritaskan nutrisi "high priority" (zat besi 6-12 bulan, kalsium 12-24 bulan)
  • Monitor pertumbuhan setiap bulan
  • Konsultasi dokter jika ada kekhawatiran

Ingin tahu kebutuhan gizi spesifik bayi Anda?
Gunakan Kalkulator Gizi Bayi untuk perhitungan personal berdasarkan usia, berat, tinggi, dan jenis kelamin bayi—dilengkapi dengan rekomendasi menu dan pantangan makanan!


Referensi:

  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia
  • Standar Pertumbuhan Anak Kemenkes RI (2019)
  • WHO Child Growth Standards (2006)
AKG
Kemenkes
tabel gizi
bayi
nutrisi
WHO
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.