Cara Membuat Invoice dengan Excel: Panduan Lengkap + Template Gratis [2026]

23 min read

Banyak UMKM, freelancer, dan pebisnis masih membuat invoice manual di Word atau bahkan tulis tangan. Hasilnya? Perhitungan salah, format tidak konsisten, dan invoice terlihat tidak profesional.

Solusi yang sudah dipakai jutaan orang: Buat invoice dengan Excel. Dengan rumus otomatis, Anda bisa membuat invoice profesional, perhitungan anti-error, dan format konsisten - tanpa kalkulator.

Di panduan ini, Anda akan belajar dari nol cara membuat invoice di Excel, lengkap dengan:

  • ✅ Rumus otomatis untuk perhitungan
  • ✅ Nomor invoice otomatis
  • ✅ 3 template gratis siap pakai
  • ✅ Tips dan trik profesional

Apa Itu Invoice Excel?

Invoice Excel adalah dokumen penagihan yang dibuat menggunakan Microsoft Excel (atau alternatif seperti Google Sheets, WPS Office) untuk menghitung dan menampilkan transaksi bisnis secara terstruktur.

Kenapa Excel Populer untuk Invoice?

  1. Perhitungan Otomatis - Rumus Excel menghitung semua angka untuk Anda
  2. Kontrol Penuh - Desain, warna, font, layout sepenuhnya bisa diatur
  3. Gratis & Aksesibel - Sudah terinstall di hampir semua laptop
  4. Familiar - Banyak orang sudah biasa menggunakan Excel
  5. Edit Mudah - Ubah data, semua perhitungan otomatis update

Kapan Excel Cocok untuk Invoice?

  • Volume invoice rendah (1-10 invoice per bulan)
  • Butuh kontrol penuh atas format dan desain
  • Sudah familiar dengan Excel
  • Budget terbatas - tidak mau bayar software invoice
  • Invoice sederhana - tanpa integrasi sistem kompleks

Kapan Sebaiknya Gunakan Aplikasi Invoice?

Jika Anda memiliki:

  • 10+ invoice per bulan
  • Butuh kolaborasi tim
  • Butuh akses dari HP
  • Butuh database pelanggan
  • Butuh fitur tambahan (reminder, tracking, dll)

Pertimbangkan beralih ke aplikasi invoice online seperti Aplikasi Faktur Invoice.

Keuntungan Menggunakan Excel untuk Invoice

1. Kontrol Penuh atas Format

Anda bisa mengubah:

  • Layout dan desain
  • Font, warna, ukuran
  • Logo dan branding
  • Struktur tabel
  • Header dan footer

Tidak ada keterbatasan seperti aplikasi invoice tertentu.

2. Rumus Otomatis Anti-Error

Tidak perlu:

  • Kalkulator manual
  • Menghitung di kertas
  • Takut salah hitung

Rumus Excel menghitung:

  • Subtotal per item (Kuantitas × Harga)
  • Subtotal total (semua item)
  • PPN 11%
  • Diskon persentase/nominal
  • Grand total

Semua otomatis dan 100% akurat!

3. Gratis & Sudah Familiar

  • Gratis - Excel sudah ada di laptop Anda
  • Familiar - Tidak perlu belajar software baru
  • Offline - Tidak perlu koneksi internet
  • Compatible - Bisa buka di hampir semua komputer

4. Simpan Riwayat Invoice

  • Bisa simpan semua invoice dalam satu folder
  • Mudah cari invoice lama dengan search
  • Backup mudah (copy folder)
  • Archive dengan nama file terstruktur

5. Fleksibilitas Tinggi

  • Bisa tambahkan kolom kustom
  • Bisa buat invoice khusus (DP, pelunasan, recurring)
  • Bisa gabung invoice dengan kwitansi
  • Bisa export ke PDF, print, atau share

Persiapan: Yang Anda Butuhkan

Sebelum mulai, pastikan Anda punya:

Software

  • Microsoft Excel (Office 2013 atau lebih baru)
  • Alternatif gratis: Google Sheets, WPS Office, LibreOffice Calc

Data Bisnis

Siapkan informasi berikut:

  • Nama bisnis/perusahaan
  • Alamat lengkap
  • Nomor telepon/WhatsApp
  • Email bisnis
  • Logo (format PNG/JPG, min 300dpi)
  • NPWP (jika butuh faktur pajak)

Template Dasar

Anda bisa:

  1. Buat template sendiri (kami ajarkan di artikel ini)
  2. Download template gratis di bagian bawah artikel ini

Cara Membuat Template Invoice di Excel (Step-by-Step)

Langkah 1: Atur Halaman & Margins

Buka Excel baru dan atur layout:

  1. Buka FilePage Setup
  2. Set Paper size ke A4
  3. Set Margins ke Normal (Top: 2.54cm, Bottom: 2.54cm, Left: 1.91cm, Right: 1.91cm)
  4. Set Orientation ke Portrait
  5. Klik OK

Tips: Ini memastikan invoice akan print dengan sempurna di kertas A4.

Langkah 2: Bagian Header - Informasi Bisnis

Buat bagian header di baris 1-8:

Header Kiri (Logo & Nama Bisnis)

  • Cell A1: Sisipkan logo bisnis Anda
    • Klik InsertPictures
    • Pilih file logo
    • Atur ukuran (sekitar 2-3cm)
  • Cell A2: Nama Bisnis
    • Font: Arial Bold, ukuran 18
    • Contoh: "PT DIGITAL CREATIVE"
  • Cell A3: Alamat
    • Font: Arial, ukuran 10
    • Contoh: "Jl. Teknologi No. 123, Jakarta Selatan 12345"
  • Cell A4: Telepon & Email

Header Kanan (Info Invoice)

  • Cell G1: "INVOICE"
    • Font: Arial Bold, ukuran 24
    • Color: Biru (R:0, G:112, B:192)
  • Cell F2: "Invoice No."
  • Cell G2: [Kosongkan untuk rumus otomatis nanti]
  • Cell F3: "Date"
  • Cell G3: =TODAY()
  • Cell F4: "Due Date"
  • Cell G4: =G3+14 (jatuh tempo 14 hari)

Hasil:

+----------------------------------------+
| [LOGO]                 INVOICE         |
| PT DIGITAL CREATIVE      No: [Auto]    |
| Jl. Teknologi No. 123  Date: 03/01/26|
| Jakarta Selatan         Due: 17/01/26  |
+----------------------------------------+

Langkah 3: Bagian Header - Informasi Pelanggan

Buat area untuk data pelanggan di baris 6-10:

  • Cell A6: "Bill To:" (Font: Arial Bold, ukuran 12)
  • Cell A7: Nama Pelanggan
  • Cell A8: Alamat Lengkap
  • Cell A9: Kontak (Telepon/Email)

Contoh isi:

Bill To:
Budi Santoso
Jl. Merdeka No. 45, Jakarta Pusat 10110
+62 811-222-3333 | budi@email.com

Tips: Biarkan kosong untuk template, isi saat buat invoice baru.

Langkah 4: Tabel Item Produk/Jasa

Buat tabel item di baris 12-20:

Header Kolom

  • Cell A12: "No" (Center, Bold)
  • Cell B12: "Deskripsi Barang/Jasa" (Bold)
  • Cell C12: "Qty" (Center, Bold)
  • Cell D12: "Harga Satuan" (Right, Bold)
  • Cell E12: "Total" (Right, Bold)

Atur Lebar Kolom

  • Kolom A (No): 4 cm
  • Kolom B (Deskripsi): 10 cm
  • Kolom C (Qty): 3 cm
  • Kolom D (Harga): 4 cm
  • Kolom E (Total): 4 cm

Tambahkan Border

  1. Select cells A12:E20
  2. Klik kanan → Format CellsBorder
  3. Pilih Outline dan Inside
  4. Klik OK

Baris Data

Buat 8 baris data (baris 13-20) untuk item:

  • Baris 13-20: Kosongkan untuk input data

Hasil:

+----------------------------------------+
| No  | Deskripsi       | Qty | Harga  | Total|
|-----|----------------|-----|---------|------|
| 1   | [Jasa Desain]  | [1] | 2500000| [Rm]|
| 2   | [Web Hosting]  | [12]| 500000  | [Rm]|
| ...  | ...            | ... | ...     | ...  |
| 8   | ...            | ... | ...     | ...  |
+----------------------------------------+

Buat bagian perhitungan di baris 22-28:

Perhitungan

  • Cell D22: "Subtotal" (Bold, Right align)
  • Cell E22: =SUM(E13:E20)
  • Cell D23: "PPN (11%)" (Right align)
  • Cell E23: =E22*0.11
  • Cell D24: "GRAND TOTAL" (Bold, Color: Merah, Right align)
  • Cell E24: =E22+E23

Catatan & Payment Terms

  • Cell A26: "Catatan:" (Bold)
  • Cell A27: "Pembayaran dapat dilakukan via transfer ke:"
  • Cell A28: "BCA: 123-456-7890 a/n PT DIGITAL CREATIVE"

Tanda Tangan

  • Cell D28: "Hormat Kami," (Right align)
  • Cell D30: "(________________)" (Underscore)
  • Cell D31: "Direktur" (Right align, Font: 10)

Tips: Format currency di kolom D dan E sebagai Rupiah:

  1. Select cells D13:E24
  2. Klik kanan → Format Cells
  3. Pilih Currency
  4. Symbol: Rp
  5. Decimal places: 0 atau 2
  6. Klik OK

Langkah 6: Simpan sebagai Template

Setelah template selesai, simpan sebagai template Excel:

  1. Klik FileSave As
  2. Pilih lokasi penyimpanan
  3. Set "Save as type" ke Excel Template (*.xltx)
  4. Beri nama: Invoice-Template-Umkm.xltx
  5. Klik Save

Mengapa .xltx?

  • File template tidak bisa di-edit secara tidak sengaja
  • Setiap buka, akan membuat copy baru
  • Template aman dan reusable

Rumus Excel untuk Perhitungan Otomatis

Rumus 1: Hitung Total per Item

Gunakan rumus ini di cell E13:

=C13*D13

Lalu:

  1. Copy cell E13
  2. Paste ke E14, E15, sampai E20
  3. Atau drag fill handle (kotak kecil di pojok kanan bawah cell)

Hasil:

  • Cell E13 (Qty 1 × Rp 2.500.000) = Rp 2.500.000
  • Cell E14 (Qty 12 × Rp 500.000) = Rp 6.000.000

Rumus 2: Hitung Subtotal

Gunakan rumus ini di cell E22:

=SUM(E13:E20)

Penjelasan:

  • Menghitung semua total per item
  • Jika ada 8 item, menjumlahkan E13 sampai E20
  • Auto-update jika ada perubahan data

Tips: Jika ingin lebih dinamis:

=SUM(E13:INDEX(E:E,ROW()-1))

Ini akan menghitung semua item dari baris 13 sampai baris di atas subtotal.

Rumus 3: Hitung PPN 11%

Gunakan rumus ini di cell E23:

=E22*0.11

Atau bisa juga:

=E22*11%

Penjelasan:

  • Subtotal (E22) dikali 0.11 (11%)
  • Hasil otomatis update jika subtotal berubah

Rumus 4: Hitung Grand Total

Gunakan rumus ini di cell E24:

=E22+E23

Penjelasan:

  • Subtotal + PPN
  • Atau: =SUM(E22:E23)

Rumus 5: Diskon Persentase (Optional)

Jika ada diskon, tambahkan baris:

Cell D24: "Diskon (10%)" Cell E24: =E220.10 (untuk diskon 10%) Cell D25: "Setelah Diskon" Cell E25: =E22-E24 Cell D26: "PPN (11%)" → update rumus: =E250.11 Cell D27: "GRAND TOTAL" → update rumus: =E25+E26

Rumus 6: Format Rupiah Otomatis

Agar angka otomatis format Rupiah:

  1. Select cells yang mau diformat (D13:E24)
  2. Tekan Ctrl + 1 (Format Cells)
  3. Pilih tab Number
  4. Pilih Currency
  5. Set:
    • Symbol: Rp
    • Decimal places: 0 (tanpa desimal) atau 2 (dengan desimal)
    • Negative numbers: Pilih format dengan tanda kurung
  6. Klik OK

Tips Kustom: Untuk format Rupiah kustom:

  1. Pilih Custom di Format Cells
  2. Ketik: Rp #,##0 (tanpa desimal)
  3. Atau: Rp #,##0.00 (dengan 2 desimal)

Cara Membuat Nomor Invoice Otomatis

Ada 3 metode membuat nomor invoice otomatis:

Metode 1: Manual dengan Prefix Tahun-Bulan (Paling Mudah)

Gunakan rumus ini di cell G2:

=TEXT(TODAY(),"YYYYMM") & "-" & "001"

Hasil: 202601-001 (Januari 2026, invoice 001)

Cara Pakai:

  1. Untuk invoice pertama, pakai rumus seperti di atas
  2. Untuk invoice kedua, ubah "001" jadi "002"
  3. Untuk invoice ketiga, ubah jadi "003"
  4. Dan seterusnya...

Kelebihan: Mudah, tidak perlu VBA atau macro Kekurangan: Harus update manual setiap invoice baru

Metode 2: Sequential Numbering (Lebih Otomatis)

Gunakan rumus ini di cell G2:

="INV/" & YEAR(TODAY()) & "/" & TEXT(COUNTA($G$2:G2)+1,"000")

Hasil:

  • Invoice 1: INV/2026/001
  • Invoice 2: INV/2026/002
  • Invoice 3: INV/2026/003

Cara Pakai:

  1. Gunakan template untuk invoice pertama
  2. Simpan invoice pertama sebagai file baru
  3. Buka template lagi, rumus otomatis akan jadi INV/2026/002
  4. Simpan invoice kedua
  5. Ulangi untuk invoice berikutnya

Kelebihan: Lebih otomatis daripada metode 1 Kekurangan: Tidak sempurna (mungkin ada angka yang terlewat)

Metode 3: Pakai Dropdown (Untuk Multi-User)

Jika banyak orang membuat invoice:

  1. Buat sheet terpisah bernama "Database"
  2. Buat kolom:
    • Column A: Nomor Invoice
    • Column B: Tanggal
    • Column C: Nama Client
  3. Isi data invoice yang sudah dipakai
  4. Kembali ke sheet Invoice
  5. Di cell G2, buat dropdown:
    • Data → Data Validation
    • Allow: List
    • Source: =Database!$A$2:$A$100
    • Klik OK
  6. Pilih nomor invoice yang belum dipakai dari dropdown

Kelebihan: Mencegah nomor invoice ganda Kekurangan: Lebih kompleks untuk di-setup

Rekomendasi

Untuk UMKM dan freelancer, Metode 1 sudah cukup. Jika invoice volume sedang (10-50 per bulan), gunakan Metode 2.

Cara Cetak Invoice dari Excel

Langkah 1: Print Preview

  1. Klik FilePrint Preview

  2. Cek:

    • Apakah semua data masuk 1 halaman?
    • Margin sudah pas?
    • Format dan layout terlihat bagus?
  3. Jika ada yang terpotong:

    • Klik Page Setup di Print Preview
    • Atur scaling atau margin
    • Klik OK

Langkah 2: Atur Print Settings

  1. Kembali ke worksheet normal
  2. Klik Page LayoutPrint AreaSet Print Area
  3. Select area yang mau dicetak (A1:E30 misalnya)
  4. Klik Page Setup lagi
  5. Atur:
    • Scaling: Fit Sheet on One Page
    • Print Gridlines: Centang jika mau
    • Print Headings: Tidak perlu
  6. Klik OK

Langkah 3: Cetak atau Simpan sebagai PDF

Opsi 1: Cetak ke Kertas

  1. Klik FilePrint
  2. Pilih printer
  3. Atur jumlah copy
  4. Klik Print

Opsi 2: Simpan sebagai PDF (Lebih Modern)

  1. Klik FileSave As
  2. Pilih lokasi
  3. Set "Save as type" ke PDF
  4. Beri nama: Invoice-[Nama Client]-[Tahun].pdf
  5. Klik Save

Tips PDF:

  • File PDF tidak bisa diedit (lebih aman)
  • Bisa kirim via email atau WhatsApp
  • Client bisa simpan langsung
  • Lebih profesional

Langkah 4: Kirim Invoice ke Client

Setelah PDF jadi, kirim ke client:

Via Email:

  1. Buka email client
  2. Attach file PDF
  3. Subject: "INV-[No Invoice] - [Nama Bisnis]"
  4. Body: "Terlampir invoice untuk pembayaran..."

Via WhatsApp:

  1. Buka chat client
  2. Klik ikon + (attach)
  3. Pilih file PDF
  4. Kirim

Catatan: Kirim invoice secepat mungkin setelah jasa diberikan atau barang dikirim. Semakin cepat, semakin cepat pembayaran.

Download Template Invoice Excel Gratis

Template 1: Invoice Sederhana UMKM (Tanpa PPN)

Deskripsi:

  • Tanpa PPN (untuk UMKM omset < 4.8M/bulan)
  • 10 baris item
  • Layout sederhana dan clean
  • Perhitungan dasar (subtotal + total)
Template Invoice UMKM Sederhana Excel

Download: Template Invoice UMKM Sederhana (.xlsx)

Fitur:

  • Rumus otomatis subtotal
  • Nomor invoice manual
  • 2 bagian catatan
  • Tanda tangan area

Template 2: Invoice Profesional dengan PPN

Deskripsi:

  • Dengan PPN 11%
  • Diskon calculation
  • Down payment section
  • Logo placeholder
  • Font profesional
Template Invoice Profesional dengan PPN Excel

Download: Template Invoice Profesional (.xlsx)

Fitur:

  • Rumus PPN otomatis (11%)
  • Diskon persentase
  • Section DP dan Pelunasan
  • Multiple payment terms
  • Header/footer profesional

Template 3: Invoice Freelancer/Jasa

Deskripsi:

  • Fokus pada jasa (service-based)
  • Hourly rate option
  • Milestone payment
  • Notes section untuk detail proyek
  • Minimalist modern design
Template Invoice Freelancer Excel

Download: Template Invoice Freelancer (.xlsx)

Fitur:

  • Desain minimalis modern
  • Kolom tambahan: "Jam" dan "Rate"
  • Project reference
  • Notes section luas
  • Quick payment terms

Tips Penggunaan Template:

  1. Download template
  2. Buka di Excel
  3. Isi data bisnis Anda sekali saja
  4. Save sebagai template baru dengan nama bisnis Anda
  5. Setiap buat invoice baru: Open template → Isi data → Save as baru

💡 Lebih Mudah Tanpa Excel?

Excel bagus untuk kontrol penuh, tapi punya kekurangan:

Punya masalah dengan Excel?

  • ❌ Rumus error sering terjadi?
  • ❌ Susah kalau data banyak invoice?
  • ❌ Tidak bisa akses dari HP?
  • ❌ Tidak ada database pelanggan?
  • ❌ Susah track invoice yang belum dibayar?

Solusi: Gunakan Aplikasi Faktur Invoice Gratis

Buat Invoice Online Tanpa Excel →

Keunggulan Aplikasi vs Excel

FiturExcelAplikasi Invoice
Perhitungan Otomatis✅ Ya✅ Ya (Anti-error)
Template Profesional✅ Ya (buat sendiri)✅ Ya (siap pakai)
Akses dari HP❌ Tidak/Limited✅ Full
Database Pelanggan❌ Tidak✅ Ya
Riwayat Invoice❌ Manual✅ Ya
Cloud Storage❌ Manual (OneDrive)✅ Auto
Time per Invoice10-15 menit15 detik
BiayaGratis (tapi butuh license Excel)100% Gratis

Coba Aplikasi Sekarang

  • Buat invoice dalam 15 detik
  • Perhitungan otomatis anti-error
  • Akses dari HP atau PC
  • Download PDF gratis
  • Format Indonesia (PPN 11%)
  • 2 template profesional
  • Tanpa registrasi

Buat Invoice Sekarang →

Kekurangan Excel vs Aplikasi Online

Kekurangan Excel

  1. Error Manusia

    • Rumus salah → perhitungan salah
    • Tidak ada validasi otomatis
    • Copy paste salah data → invoice salah
  2. Tidak Kolaboratif

    • Tidak bisa share invoice dengan tim
    • Tidak ada real-time sync (kecuali OneDrive)
    • Setiap user punya file terpisah
  3. Susah di HP

    • Excel mobile sangat terbatas
    • Tidak bisa edit invoice di HP dengan mudah
    • Tidak bisa kirim langsung dari HP
  4. Database Manual

    • Susah track pelanggan
    • Susah cari invoice lama
    • Tidak ada riwayat pembayaran
    • Tidak ada reminder jatuh tempo
  5. Tidak Otomatis

    • Harus print/save manual
    • Tidak bisa kirim email otomatis
    • Tidak ada reminder pembayaran
    • Tidak ada tracking status

Kelebihan Aplikasi Invoice Online

  1. Anti-Error

    • Perhitungan otomatis terintegrasi
    • Validasi data sebelum submit
    • Tidak bisa salah input
  2. Dapat Diakses Mana Saja

    • Dari HP, tablet, atau PC
    • Online 24/7
    • Tidak perlu install software
  3. Database Terintegrasi

    • Simpan database pelanggan
    • Riwayat lengkap semua invoice
    • Search invoice dengan cepat
  4. Fitur Tambahan

    • Kirim email otomatis
    • Reminder jatuh tempo
    • Tracking status pembayaran
    • Dashboard dan laporan
  5. Profesional

    • Template siap pakai
    • Format konsisten
    • Logo dan branding mudah
    • PDF berkualitas tinggi

Kapan Harus Pindah ke Aplikasi?

Pertimbangkan beralih ke aplikasi jika:

  • Invoice volume > 10 per bulan
  • Punya karyawan/partner yang juga buat invoice
  • Butuh akses invoice dari HP saat mobile
  • Susah tracking invoice yang belum dibayar
  • Butuh reminder jatuh tempo otomatis
  • Ingin laporan dan dashboard
  • Ingin professional tapi praktis

Jika masih di bawah 10 invoice per bulan dan hanya Anda yang buat, Excel masih bisa digunakan.

Tips Menggunakan Excel untuk Invoice

Tip 1: Gunakan Cell Locking (Protect Cells)

Agar rumus tidak terhapus tidak sengaja:

  1. Select cells yang boleh diedit (input data)

  2. Klik kanan → Format CellsProtection

  3. Uncheck "Locked"

  4. Klik OK

  5. Select semua cells

  6. Klik ReviewProtect Sheet

  7. Masukkan password (opsional)

  8. Klik OK

Hasil: Hanya cells input yang bisa diedit, rumus dan header terkunci.

Tip 2: Color Coding untuk Readability

Gunakan warna untuk memudahkan pembacaan:

  • Header (A1:E12): Biru muda (R:217, G:225, B:242)
  • Data (A13:E20): Putih (R:255, G:255, B:255)
  • Total Section (D22:E24): Kuning muda (R:255, G:235, B:156)
  • Grand Total (D24): Kuning/oranye (R:255, G:192, B:0)

Cara:

  1. Select cells
  2. Klik kanan → Format Cells
  3. Pilih tab Fill
  4. Pilih warna
  5. Klik OK

Tip 3: Simpan Backup Teratur

Jangan hanya simpan di satu tempat:

Local Backup:

  • Folder: C:\Invoice\2026\
  • Format nama file: INV-202601-001-ClientName.xlsx

Cloud Backup:

  • Upload ke Google Drive, Dropbox, OneDrive
  • Sync otomatis ke semua device

Weekly Backup:

  • Copy semua file ke flashdrive/external hard drive
  • Simpan di lokasi terpisah

Tip 4: Pakai Shortcut Excel

Hemat waktu dengan shortcut:

  • Ctrl + D: Copy ke bawah (fill down)
  • Ctrl + R: Copy ke kanan (fill right)
  • Ctrl + 1: Format Cells
  • Ctrl + P: Print
  • Ctrl + S: Save
  • Ctrl + Z: Undo
  • Ctrl + Y: Redo
  • Ctrl + F: Find/Search

Tip 5: Validasi Data (Data Validation)

Cegah input salah dengan validasi:

Contoh: Validasi Metode Pembayaran

  1. Select cell untuk metode pembayaran (misal: B27)
  2. Klik DataData Validation
  3. Pada tab Settings:
    • Allow: List
    • Source: Transfer,Tunai,QRIS,Debit
  4. Klik OK

Hasil: Cell B27 akan jadi dropdown, user tidak bisa input selain 4 opsi.

Tip 6: Conditional Formatting

Highlight invoice tertentu:

Contoh: Highlight jika Total > 10 Juta

  1. Select cell E24 (Grand Total)
  2. Klik HomeConditional Formatting
  3. Highlight Cells RulesGreater Than
  4. Value: 10000000
  5. Format: Pilih warna (misal: merah)
  6. Klik OK

Hasil: Cell E24 akan berubah warna jika > 10 juta.

Tip 7: Buat Drop-down untuk Pelanggan

Jika punya pelanggan langganan:

  1. Buat sheet "Database Pelanggan"
  2. Kolom A: Nama Pelanggan
  3. Isi semua pelanggan
  4. Kembali ke sheet Invoice
  5. Select cell untuk nama pelanggan (A7)
  6. DataData Validation
  7. Allow: List
  8. Source: =Database Pelanggan'!$A$2:$A$100
  9. Klik OK

Hasil: Dropdown nama pelanggan, tidak perlu ketik ulang.

Kesalahan Umum Menggunakan Excel untuk Invoice

Kesalahan 1: Rumus Salah

Contoh Salah:

PPN: =E22*11 (tidak ada %)
Total: =E22+E23+E24 (lupa dikurangi diskon)

Solusi:

  • Cek semua rumus 2x selesai
  • Test dengan data dummy
  • Validasi hasil perhitungan dengan kalkulator

Kesalahan 2: Format Salah

Masalah:

  • Tanggal format Amerika (MM/DD/YYYY) bukan Indonesia (DD/MM/YYYY)
  • Rupiah tanpa pemisah ribuan
  • Print area terpotong

Solusi:

  • Set regional settings Excel ke Indonesia
  • Gunakan format currency dengan pemisah
  • Cek print preview sebelum cetak

Kesalahan 3: Data Tidak Konsisten

Masalah:

  • Nama pelanggan beda-beda (PT ABC, PT ABC., PT. ABC)
  • Nomor invoice tidak urut
  • Invoice yang sama nama file berbeda

Solusi:

  • Buat standar penamaan
  • Gunakan dropdown untuk nama pelanggan
  • Buat convention untuk nomor invoice

Kesalahan 4: Tidak Ada Backup

Masalah:

  • File Excel corrupt → semua invoice hilang
  • Laptop rusak/hilang → data lenyap
  • Hanya ada 1 copy di 1 tempat

Solusi:

  • Selalu backup ke cloud
  • Simpan di flashdrive terpisah
  • Gunakan version control (file versi 1, 2, 3)

Kesalahan 5: Tidak Menggunakan Template

Masalah:

  • Setiap invoice buat dari nol
  • Format berbeda-beda
  • Rumus tidak konsisten
  • Waktu buat invoice sangat lama

Solusi:

  • Buat template 1 kali
  • Gunakan untuk semua invoice
  • Save as untuk setiap invoice baru

Contoh Kasus Nyata

Kasus 1: UMKM Toko Sembako (10 Invoice/Bulan)

Masalah:

  • Buat invoice di Word, format tidak konsisten
  • Sering salah hitung total
  • Susah cari invoice lama

Solusi dengan Excel:

  • Buat template invoice sederhana
  • Pakai rumus subtotal otomatis
  • Simpan dengan nama terstruktur: INV-202601-001-TokoMaju.xlsx
  • Folder per tahun dan bulan

Hasil:

  • Waktu buat invoice turun dari 20 menit ke 5 menit
  • Tidak ada lagi error perhitungan
  • Mudah cari invoice lama

Kasus 2: Freelancer Web Developer (5 Invoice/Bulan)

Masalah:

  • Client international (USD)
  • Butuh breakdown: DP + Pelunasan
  • Butuh catatan detail proyek

Solusi dengan Excel:

  • Template dengan multi-currency (USD & Rupiah)
  • Tambah kolom "Type" (DP / Pelunasan)
  • Notes section luas untuk detail
  • Rumus untuk konversi kurs

Hasil:

  • Invoice lebih profesional untuk client luar
  • Tidak ada kebingungan tentang DP vs Pelunasan
  • Semua detail tercatat rapi

Kasus 3: Online Shop (30+ Invoice/Hari)

Masalah:

  • Excel tidak cukup cepat
  • Susah tracking 30+ invoice per hari
  • Butuh integrasi dengan sistem order

Solusi:

  • Pindah ke aplikasi invoice online
  • Integrasi dengan website order
  • Auto-generate invoice dari order

Hasil:

  • Invoice generate otomatis (30 detik per invoice)
  • Database terintegrasi
  • Tracking status pembayaran real-time

Pelajaran: Jika volume sangat tinggi (>50 invoice/bulan), Excel tidak cukup. Gunakan aplikasi invoice.

FAQ: Invoice dengan Excel

Q1: Apakah invoice Excel sah menurut hukum Indonesia?

Jawab: Ya, invoice Excel 100% sah selama memiliki komponen wajib:

  • Nomor invoice resmi
  • Tanggal invoice
  • Nama dan alamat bisnis penjual
  • Nama dan alamat pembeli
  • Deskripsi barang/jasa
  • Harga dan jumlah
  • Total pembayaran
  • Tanda tangan (untuk invoice besar)

Format (Word, Excel, aplikasi) tidak mempengaruhi keabsahan. Yang penting adalah isi lengkap.

Q2: Bisa pakai Google Sheets bukan Excel?

Jawab: Bisa! Google Sheets:

  • Gratis 100%
  • Semua rumus sama dengan Excel
  • Kelebihan: Cloud backup, akses dari mana saja, bisa kolaborasi
  • Kekurangan: Butuh koneksi internet

Untuk UMKM, Google Sheets sering lebih baik daripada Excel.

Q3: Cara tambah logo di Excel?

Jawab:

  1. Klik InsertPictures
  2. Select file logo (PNG/JPG, min 300dpi)
  3. Drag logo ke posisi yang diinginkan
  4. Atur ukuran dengan drag sudut
  5. Klik kanan logo → Format Picture
  6. Pada tab Properties, check Don't move or size with cells
  7. Klik OK

Logo akan tetap di posisi meskipun cell berubah ukuran.

Q4: Berapa item maksimal di Excel invoice?

Jawab: Tidak ada batas teknis. Excel bisa handle ribuan baris.

Tapi praktisnya:

  • 5-10 item: Sangat umum dan mudah dibaca
  • 10-20 item: Masih OK
  • 20+ item: Pertimbangkan invoice terpisah atau summary invoice

Tips: Jika > 10 item, gunakan "Subtotal" per kategori.

Q5: Cara convert invoice Excel ke PDF?

Jawab: Metode 1: Save As PDF

  1. Klik FileSave As
  2. Set "Save as type" ke PDF
  3. Klik Save

Metode 2: Print to PDF

  1. Klik FilePrint
  2. Pilih printer: Microsoft Print to PDF
  3. Klik Print

Metode 3: Online Converter

  • Upload Excel ke website converter (seperti SmallPDF)
  • Download PDF

Rekomendasi: Metode 1 atau 2 untuk kualitas terbaik.

Q6: Apakah bisa kirim invoice Excel via WhatsApp?

Jawab: Bisa, tapi tidak disarankan:

Kenapa Tidak Disarankan:

  • Format bisa berubah saat dibuka di HP
  • Penerima bisa edit data (tidak aman)
  • Tidak profesional
  • Client sulit mencetak dengan rapi

Solusi Lebih Baik:

  1. Convert ke PDF
  2. Kirim file PDF via WhatsApp
  3. File PDF tidak bisa diedit, format konsisten

Q7: Bagaimana cara hitung invoice dengan diskon bertingkat?

Jawab: Contoh: Diskon 10% jika total > 5 juta, 15% jika > 10 juta

Gunakan rumus IF:

Cell E23 (Diskon): =IF(E22>10000000,E22*0.15,IF(E22>5000000,E22*0.10,0))

Penjelasan:

  • Jika subtotal > 10 juta, diskon 15%
  • Jika subtotal > 5 juta (tapi < 10 juta), diskon 10%
  • Jika < 5 juta, tidak ada diskon

Cell E24 (Setelah Diskon): =E22-E23 Cell E25 (PPN): =E24*0.11 Cell E26 (Grand Total): =E24+E25

Q8: Apakah perlu materai di invoice Excel?

Jawab: Tergantung:

Wajib Materai (Rp 10.000):

  • Invoice bernilai > Rp 5.000.000 (5 juta)
  • Untuk bukti hukum yang kuat

Tidak Wajib:

  • Invoice < Rp 5.000.000
  • Untuk internal atau bukti biasa

Cara Tambahkan Materai di Excel:

  1. Siapkan file gambar materai (scan asli)
  2. Insert → Pictures
  3. Place di posisi yang diinginkan (biasanya dekat tanda tangan)
  4. Format Picture → Lock

Kesimpulan

Excel adalah solusi gratis dan fleksibel untuk membuat invoice profesional. Dengan rumus otomatis, Anda bisa:

✅ Menghitung semua angka otomatis ✅ Membuat format sesuai keinginan ✅ Memiliki template reusable ✅ Mencetak atau convert ke PDF

Namun, Excel juga punya keterbatasan:

  • Tidak bisa akses dari HP dengan mudah
  • Tidak ada database pelanggan
  • Tidak ada tracking status
  • Tidak bisa kolaborasi real-time

Rekomendasi Akhir

Gunakan Excel jika:

  • 1-10 invoice per bulan
  • Hanya Anda yang buat invoice
  • Butuh kontrol penuh atas format
  • Budget terbatas
  • Invoice sederhana

Gunakan Aplikasi Invoice jika:

  • 10+ invoice per bulan
  • Punya tim/karyawan
  • Butuh akses dari HP
  • Butuh database & tracking
  • Butuh fitur tambahan

Untuk mulai, coba dulu buat template Excel. Jika nanti merasa keterbatasan, Anda bisa beralih ke aplikasi invoice online seperti Aplikasi Faktur Invoice.

Mulai Membuat Invoice Sekarang

Punya pertanyaan tentang invoice Excel? Atau ingin coba cara yang lebih mudah?

Opsi 1: Lanjut dengan Excel

  • Download template gratis di atas
  • Ikuti panduan step-by-step
  • Buat invoice pertama Anda hari ini

Opsi 2: Coba Aplikasi Invoice (Lebih Mudah) Buat Invoice Gratis Tanpa Excel →

Dengan aplikasi, Anda bisa:

  • ✅ Buat invoice dalam 15 detik (bukan 10-15 menit)
  • ✅ Perhitungan otomatis anti-error
  • ✅ Akses dari HP dan PC
  • ✅ Database pelanggan & riwayat invoice
  • ✅ Template profesional siap pakai

Pilih yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda!

Artikel Terkait

membuat-invoice-dengan-excel
template-invoice-excel
rumus-excel-invoice
aplikasi-invoice-gratis
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.