Gaji Bersih Karyawan Kontrak vs Tetap: Mana yang Lebih Menguntungkan?

7 min read

"Mending kerja kontrak dengan gaji lebih tinggi atau jadi karyawan tetap?"

Pertanyaan ini sering muncul saat mengevaluasi tawaran kerja. Artikel ini membandingkan gaji bersih karyawan kontrak vs tetap secara komprehensif agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat.


Perbedaan Status Kepegawaian

Karyawan Tetap (PKWTT)

PKWTT = Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu

  • Tidak ada masa kontrak (hingga pensiun)
  • Mendapat pesangon jika di-PHK
  • Biasanya mendapat benefit lebih lengkap
  • Proses rekrutmen lebih ketat

Karyawan Kontrak (PKWT)

PKWT = Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

  • Ada masa kontrak (max 5 tahun termasuk perpanjangan)
  • Tidak mendapat pesangon (dapat uang kompensasi)
  • Benefit bisa berbeda dari karyawan tetap
  • Fleksibilitas lebih tinggi

Perbandingan Komponen Gaji

Struktur Gaji Pokok

AspekKaryawan TetapKaryawan Kontrak
Gaji PokokStandar perusahaanBisa lebih tinggi 10-30%
Kenaikan GajiRutin (tahunan)Saat perpanjangan kontrak
Bonus TahunanAdaTergantung kontrak
THRWajibWajib

Mengapa Gaji Kontrak Sering Lebih Tinggi?

Perusahaan memberikan gaji lebih tinggi untuk karyawan kontrak sebagai kompensasi:

  • Tidak ada jaminan kelangsungan kerja
  • Benefit yang lebih terbatas
  • Tidak ada pesangon

Perbandingan Potongan Gaji

PPh 21

Potongan PPh 21 sama untuk kedua status. Keduanya menggunakan tarif TER berdasarkan penghasilan bruto dan status PTKP.

BPJS

ProgramKaryawan TetapKaryawan Kontrak
BPJS KesehatanWajibWajib
BPJS JHTWajibWajib
BPJS JPWajibTidak wajib (opsional)
BPJS JKKWajibWajib
BPJS JKMWajibWajib

Catatan penting: Karyawan kontrak tidak wajib ikut BPJS Jaminan Pensiun (JP). Ini berarti potongan 1% untuk JP tidak ada.

Dampak ke Gaji Bersih

Untuk gaji Rp 10 juta:

Karyawan Tetap:

  • BPJS Kesehatan: Rp 100.000
  • BPJS JHT: Rp 200.000
  • BPJS JP: Rp 100.000
  • Total: Rp 400.000

Karyawan Kontrak (tanpa JP):

  • BPJS Kesehatan: Rp 100.000
  • BPJS JHT: Rp 200.000
  • BPJS JP: Rp 0
  • Total: Rp 300.000

Selisih: Rp 100.000/bulan atau Rp 1,2 juta/tahun


Simulasi Perbandingan Gaji Bersih

Kasus: Posisi yang Sama di Perusahaan Berbeda

Tawaran A: Karyawan Tetap

  • Gaji Kotor: Rp 12.000.000
  • Status: TK/0

Tawaran B: Karyawan Kontrak

  • Gaji Kotor: Rp 14.000.000 (+17%)
  • Status: TK/0

Perhitungan Gaji Bersih

Karyawan Tetap (Rp 12 juta):

Gaji Kotor:           Rp 12.000.000
PPh 21 (TER 4%):      Rp    480.000
BPJS Kesehatan:       Rp    120.000
BPJS JHT (2%):        Rp    240.000
BPJS JP (1%):         Rp     95.596
─────────────────────────────────
Total Potongan:       Rp    935.596
Gaji Bersih:          Rp 11.064.404

Karyawan Kontrak (Rp 14 juta):

Gaji Kotor:           Rp 14.000.000
PPh 21 (TER 6%):      Rp    840.000
BPJS Kesehatan:       Rp    120.000
BPJS JHT (2%):        Rp    280.000
BPJS JP:              Rp          0
─────────────────────────────────
Total Potongan:       Rp  1.240.000
Gaji Bersih:          Rp 12.760.000

Hasil Perbandingan

AspekTetapKontrakSelisih
Gaji KotorRp 12.000.000Rp 14.000.000+Rp 2.000.000
Gaji BersihRp 11.064.404Rp 12.760.000+Rp 1.695.596

Karyawan kontrak mendapat gaji bersih Rp 1,7 juta lebih tinggi per bulan.

Hitung Sendiri: Kalkulator Gaji Bersih 2025


Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan

1. Job Security

Karyawan Tetap:

  • Perlindungan dari PHK sepihak
  • Dapat pesangon jika di-PHK
  • Ketenangan pikiran jangka panjang

Karyawan Kontrak:

  • Kontrak bisa tidak diperpanjang
  • Tidak ada pesangon (hanya uang kompensasi)
  • Ketidakpastian setiap akhir kontrak

2. Benefit dan Fasilitas

BenefitTetapKontrak
Asuransi kesehatan keluarga✅ Umum⚠️ Tergantung
Pinjaman karyawan✅ Ada❌ Jarang
Program pensiun tambahan✅ Ada❌ Tidak ada
Training/sertifikasi✅ Prioritas⚠️ Terbatas
Cuti melahirkan✅ Full⚠️ Terbatas
Promosi karir✅ Ada jalur❌ Perlu diangkat tetap

3. Hak di Akhir Hubungan Kerja

Karyawan Tetap (di-PHK):

  • Uang Pesangon (UP): 1-9 bulan gaji
  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
  • Uang Penggantian Hak (UPH)

Karyawan Kontrak (kontrak berakhir):

  • Uang Kompensasi: 1 bulan gaji per 12 bulan kerja

4. Jaminan Pensiun

Karyawan tetap yang ikut BPJS JP akan mendapat:

  • Pensiun bulanan saat usia 56 tahun
  • Pensiun cacat
  • Pensiun janda/duda

Karyawan kontrak tanpa JP tidak mendapat manfaat ini.


Analisis Total Kompensasi

Mari hitung total nilai kompensasi selama 3 tahun:

Asumsi

  • Karyawan tetap: Gaji Rp 12 juta
  • Karyawan kontrak: Gaji Rp 14 juta
  • Periode: 3 tahun

Karyawan Tetap

Gaji bersih: Rp 11.064.404 × 36 bulan = Rp 398.318.544
THR: Rp 12.000.000 × 3 = Rp 36.000.000
Benefit asuransi: Rp 500.000 × 36 = Rp 18.000.000
BPJS JP (tabungan): Rp 95.596 × 36 = Rp 3.441.456
─────────────────────────────────────────────────
Total 3 tahun: Rp 455.760.000

Karyawan Kontrak

Gaji bersih: Rp 12.760.000 × 36 bulan = Rp 459.360.000
THR: Rp 14.000.000 × 3 = Rp 42.000.000
Benefit asuransi: Rp 0 = Rp 0
Uang kompensasi: Rp 14.000.000 × 3 = Rp 42.000.000
─────────────────────────────────────────────────
Total 3 tahun: Rp 543.360.000

Hasil

AspekTetapKontrak
Total 3 tahunRp 455.760.000Rp 543.360.000
Selisih-+Rp 87.600.000

Dalam jangka pendek (3 tahun), karyawan kontrak mendapat Rp 87,6 juta lebih banyak.

Tapi tunggu! Ada yang belum dihitung:

  • Nilai job security
  • Potensi pesangon jika di-PHK
  • Benefit pensiun jangka panjang
  • Stress karena ketidakpastian

Kapan Memilih Kontrak vs Tetap?

Pilih Karyawan Kontrak Jika:

✅ Gaji kontrak minimal 20% lebih tinggi ✅ Anda punya skill yang dicari (mudah dapat kerja) ✅ Tidak punya tanggungan keluarga yang besar ✅ Punya dana darurat 6-12 bulan ✅ Ingin eksplorasi karir di berbagai perusahaan ✅ Masih muda dan risk tolerance tinggi

Pilih Karyawan Tetap Jika:

✅ Butuh stabilitas (KPR, cicilan, keluarga) ✅ Menghargai job security ✅ Ingin karir jangka panjang di satu perusahaan ✅ Benefit perusahaan sangat bagus ✅ Mendekati usia pensiun ✅ Industri yang tidak stabil


Tips Evaluasi Tawaran

1. Hitung Total Value, Bukan Hanya Gaji

Gunakan formula:

Total Value = Gaji Bersih + Nilai Benefit + Job Security Value

2. Tanyakan Detail Benefit

  • Asuransi kesehatan: siapa saja yang di-cover?
  • Training: ada budget tahunan?
  • Bonus: berapa rata-rata historis?

3. Cek Track Record Perusahaan

  • Apakah sering convert kontrak ke tetap?
  • Bagaimana treatment terhadap karyawan kontrak?
  • Stabilitas bisnis perusahaan?

4. Gunakan Kalkulator

Hitung gaji bersih untuk kedua tawaran agar perbandingan fair:

Kalkulator Gaji Bersih 2025


FAQ

Apakah karyawan kontrak bisa minta ikut BPJS JP?

Ya, bisa. Beberapa perusahaan menyediakan opsi ini. Tanyakan ke HRD.

Berapa lama maksimal kontrak?

Maksimal 5 tahun termasuk perpanjangan. Setelah itu harus diangkat tetap atau kontrak berakhir.

Apakah THR kontrak sama dengan tetap?

Ya, THR wajib diberikan kepada semua karyawan, baik tetap maupun kontrak.

Bagaimana jika kontrak tidak diperpanjang?

Anda berhak atas uang kompensasi sebesar 1 bulan gaji per 12 bulan masa kerja.


Kesimpulan

Tidak ada jawaban yang mutlak mana yang lebih baik. Keputusan tergantung pada:

  1. Selisih gaji - Apakah cukup signifikan (>20%)?
  2. Tahap karir - Masih eksplorasi atau butuh stabilitas?
  3. Situasi pribadi - Ada tanggungan? KPR?
  4. Risk tolerance - Siap dengan ketidakpastian?

Langkah Selanjutnya

  1. Hitung gaji bersih untuk setiap tawaran
  2. List semua benefit dan nilai rupiahnya
  3. Pertimbangkan faktor non-finansial
  4. Buat keputusan berdasarkan total value

Mulai dengan: Hitung Gaji Bersih Anda


Artikel Terkait:

gaji-bersih
kontrak
tetap
perbandingan
karir
2025
Share This

Share this article if you found it helpful

T
Tim Redaksi
Kelompok profesional berdedikasi dalam jurnalisme dan penulisan, berkomitmen menyajikan konten berkualitas tinggi, akurat, dan relevan dengan perspektif luas dalam berbagai bidang.