Gaji Bersih Karyawan Kontrak vs Tetap: Mana yang Lebih Menguntungkan?
"Mending kerja kontrak dengan gaji lebih tinggi atau jadi karyawan tetap?"
Pertanyaan ini sering muncul saat mengevaluasi tawaran kerja. Artikel ini membandingkan gaji bersih karyawan kontrak vs tetap secara komprehensif agar Anda bisa mengambil keputusan yang tepat.
Perbedaan Status Kepegawaian
Karyawan Tetap (PKWTT)
PKWTT = Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu
- Tidak ada masa kontrak (hingga pensiun)
- Mendapat pesangon jika di-PHK
- Biasanya mendapat benefit lebih lengkap
- Proses rekrutmen lebih ketat
Karyawan Kontrak (PKWT)
PKWT = Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
- Ada masa kontrak (max 5 tahun termasuk perpanjangan)
- Tidak mendapat pesangon (dapat uang kompensasi)
- Benefit bisa berbeda dari karyawan tetap
- Fleksibilitas lebih tinggi
Perbandingan Komponen Gaji
Struktur Gaji Pokok
| Aspek | Karyawan Tetap | Karyawan Kontrak |
|---|---|---|
| Gaji Pokok | Standar perusahaan | Bisa lebih tinggi 10-30% |
| Kenaikan Gaji | Rutin (tahunan) | Saat perpanjangan kontrak |
| Bonus Tahunan | Ada | Tergantung kontrak |
| THR | Wajib | Wajib |
Mengapa Gaji Kontrak Sering Lebih Tinggi?
Perusahaan memberikan gaji lebih tinggi untuk karyawan kontrak sebagai kompensasi:
- Tidak ada jaminan kelangsungan kerja
- Benefit yang lebih terbatas
- Tidak ada pesangon
Perbandingan Potongan Gaji
PPh 21
Potongan PPh 21 sama untuk kedua status. Keduanya menggunakan tarif TER berdasarkan penghasilan bruto dan status PTKP.
BPJS
| Program | Karyawan Tetap | Karyawan Kontrak |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan | Wajib | Wajib |
| BPJS JHT | Wajib | Wajib |
| BPJS JP | Wajib | Tidak wajib (opsional) |
| BPJS JKK | Wajib | Wajib |
| BPJS JKM | Wajib | Wajib |
Catatan penting: Karyawan kontrak tidak wajib ikut BPJS Jaminan Pensiun (JP). Ini berarti potongan 1% untuk JP tidak ada.
Dampak ke Gaji Bersih
Untuk gaji Rp 10 juta:
Karyawan Tetap:
- BPJS Kesehatan: Rp 100.000
- BPJS JHT: Rp 200.000
- BPJS JP: Rp 100.000
- Total: Rp 400.000
Karyawan Kontrak (tanpa JP):
- BPJS Kesehatan: Rp 100.000
- BPJS JHT: Rp 200.000
- BPJS JP: Rp 0
- Total: Rp 300.000
Selisih: Rp 100.000/bulan atau Rp 1,2 juta/tahun
Simulasi Perbandingan Gaji Bersih
Kasus: Posisi yang Sama di Perusahaan Berbeda
Tawaran A: Karyawan Tetap
- Gaji Kotor: Rp 12.000.000
- Status: TK/0
Tawaran B: Karyawan Kontrak
- Gaji Kotor: Rp 14.000.000 (+17%)
- Status: TK/0
Perhitungan Gaji Bersih
Karyawan Tetap (Rp 12 juta):
Gaji Kotor: Rp 12.000.000
PPh 21 (TER 4%): Rp 480.000
BPJS Kesehatan: Rp 120.000
BPJS JHT (2%): Rp 240.000
BPJS JP (1%): Rp 95.596
─────────────────────────────────
Total Potongan: Rp 935.596
Gaji Bersih: Rp 11.064.404
Karyawan Kontrak (Rp 14 juta):
Gaji Kotor: Rp 14.000.000
PPh 21 (TER 6%): Rp 840.000
BPJS Kesehatan: Rp 120.000
BPJS JHT (2%): Rp 280.000
BPJS JP: Rp 0
─────────────────────────────────
Total Potongan: Rp 1.240.000
Gaji Bersih: Rp 12.760.000
Hasil Perbandingan
| Aspek | Tetap | Kontrak | Selisih |
|---|---|---|---|
| Gaji Kotor | Rp 12.000.000 | Rp 14.000.000 | +Rp 2.000.000 |
| Gaji Bersih | Rp 11.064.404 | Rp 12.760.000 | +Rp 1.695.596 |
Karyawan kontrak mendapat gaji bersih Rp 1,7 juta lebih tinggi per bulan.
Hitung Sendiri: Kalkulator Gaji Bersih 2025
Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan
1. Job Security
Karyawan Tetap:
- Perlindungan dari PHK sepihak
- Dapat pesangon jika di-PHK
- Ketenangan pikiran jangka panjang
Karyawan Kontrak:
- Kontrak bisa tidak diperpanjang
- Tidak ada pesangon (hanya uang kompensasi)
- Ketidakpastian setiap akhir kontrak
2. Benefit dan Fasilitas
| Benefit | Tetap | Kontrak |
|---|---|---|
| Asuransi kesehatan keluarga | ✅ Umum | ⚠️ Tergantung |
| Pinjaman karyawan | ✅ Ada | ❌ Jarang |
| Program pensiun tambahan | ✅ Ada | ❌ Tidak ada |
| Training/sertifikasi | ✅ Prioritas | ⚠️ Terbatas |
| Cuti melahirkan | ✅ Full | ⚠️ Terbatas |
| Promosi karir | ✅ Ada jalur | ❌ Perlu diangkat tetap |
3. Hak di Akhir Hubungan Kerja
Karyawan Tetap (di-PHK):
- Uang Pesangon (UP): 1-9 bulan gaji
- Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)
- Uang Penggantian Hak (UPH)
Karyawan Kontrak (kontrak berakhir):
- Uang Kompensasi: 1 bulan gaji per 12 bulan kerja
4. Jaminan Pensiun
Karyawan tetap yang ikut BPJS JP akan mendapat:
- Pensiun bulanan saat usia 56 tahun
- Pensiun cacat
- Pensiun janda/duda
Karyawan kontrak tanpa JP tidak mendapat manfaat ini.
Analisis Total Kompensasi
Mari hitung total nilai kompensasi selama 3 tahun:
Asumsi
- Karyawan tetap: Gaji Rp 12 juta
- Karyawan kontrak: Gaji Rp 14 juta
- Periode: 3 tahun
Karyawan Tetap
Gaji bersih: Rp 11.064.404 × 36 bulan = Rp 398.318.544
THR: Rp 12.000.000 × 3 = Rp 36.000.000
Benefit asuransi: Rp 500.000 × 36 = Rp 18.000.000
BPJS JP (tabungan): Rp 95.596 × 36 = Rp 3.441.456
─────────────────────────────────────────────────
Total 3 tahun: Rp 455.760.000
Karyawan Kontrak
Gaji bersih: Rp 12.760.000 × 36 bulan = Rp 459.360.000
THR: Rp 14.000.000 × 3 = Rp 42.000.000
Benefit asuransi: Rp 0 = Rp 0
Uang kompensasi: Rp 14.000.000 × 3 = Rp 42.000.000
─────────────────────────────────────────────────
Total 3 tahun: Rp 543.360.000
Hasil
| Aspek | Tetap | Kontrak |
|---|---|---|
| Total 3 tahun | Rp 455.760.000 | Rp 543.360.000 |
| Selisih | - | +Rp 87.600.000 |
Dalam jangka pendek (3 tahun), karyawan kontrak mendapat Rp 87,6 juta lebih banyak.
Tapi tunggu! Ada yang belum dihitung:
- Nilai job security
- Potensi pesangon jika di-PHK
- Benefit pensiun jangka panjang
- Stress karena ketidakpastian
Kapan Memilih Kontrak vs Tetap?
Pilih Karyawan Kontrak Jika:
✅ Gaji kontrak minimal 20% lebih tinggi ✅ Anda punya skill yang dicari (mudah dapat kerja) ✅ Tidak punya tanggungan keluarga yang besar ✅ Punya dana darurat 6-12 bulan ✅ Ingin eksplorasi karir di berbagai perusahaan ✅ Masih muda dan risk tolerance tinggi
Pilih Karyawan Tetap Jika:
✅ Butuh stabilitas (KPR, cicilan, keluarga) ✅ Menghargai job security ✅ Ingin karir jangka panjang di satu perusahaan ✅ Benefit perusahaan sangat bagus ✅ Mendekati usia pensiun ✅ Industri yang tidak stabil
Tips Evaluasi Tawaran
1. Hitung Total Value, Bukan Hanya Gaji
Gunakan formula:
Total Value = Gaji Bersih + Nilai Benefit + Job Security Value
2. Tanyakan Detail Benefit
- Asuransi kesehatan: siapa saja yang di-cover?
- Training: ada budget tahunan?
- Bonus: berapa rata-rata historis?
3. Cek Track Record Perusahaan
- Apakah sering convert kontrak ke tetap?
- Bagaimana treatment terhadap karyawan kontrak?
- Stabilitas bisnis perusahaan?
4. Gunakan Kalkulator
Hitung gaji bersih untuk kedua tawaran agar perbandingan fair:
FAQ
Apakah karyawan kontrak bisa minta ikut BPJS JP?
Ya, bisa. Beberapa perusahaan menyediakan opsi ini. Tanyakan ke HRD.
Berapa lama maksimal kontrak?
Maksimal 5 tahun termasuk perpanjangan. Setelah itu harus diangkat tetap atau kontrak berakhir.
Apakah THR kontrak sama dengan tetap?
Ya, THR wajib diberikan kepada semua karyawan, baik tetap maupun kontrak.
Bagaimana jika kontrak tidak diperpanjang?
Anda berhak atas uang kompensasi sebesar 1 bulan gaji per 12 bulan masa kerja.
Kesimpulan
Tidak ada jawaban yang mutlak mana yang lebih baik. Keputusan tergantung pada:
- Selisih gaji - Apakah cukup signifikan (>20%)?
- Tahap karir - Masih eksplorasi atau butuh stabilitas?
- Situasi pribadi - Ada tanggungan? KPR?
- Risk tolerance - Siap dengan ketidakpastian?
Langkah Selanjutnya
- Hitung gaji bersih untuk setiap tawaran
- List semua benefit dan nilai rupiahnya
- Pertimbangkan faktor non-finansial
- Buat keputusan berdasarkan total value
Mulai dengan: Hitung Gaji Bersih Anda
Artikel Terkait:
Table of Contents
Share this article if you found it helpful